Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 168: Perang!


__ADS_3

Simon memandang dari salah satu sudut yang tidak semua orang tau, pria itu sibuk mengamati melalui layar monitor dan juga teropong panjang. Ternyata pria itu sudah berada di arena pertempuran, tapi dia sangat pandai bersembunyi.


Monic yang berada di samping pria yang berstatus suami siri nya itu sedikit mengerutkan dahinya, wanita itu mendengar Simon bergumam. CANTIK, kata itu membuat dia penasaran, siapa yang dimaksud oleh pria itu. Mata Monic terus memperhatikan layar monitor, tapi dia tidak melihat ada wanita yang sedang bersiap untuk berperang. Semuanya laki-laki, jadi siapa yang laki-laki itu lihat?


“Dalam hitungan ke 5 semua regu langsung serang White Demon, habisi mereka tanpa ampun!.”


Simon sudah mengarahkan pasukannya dan langsung mendapatkan jawaban dari orang-orang yang sudah siaga.


“Siap Tuan,”


“Siap Tuan,”


“Yes Sir,”


Suara saling bersahutan masuk ke dalam earphone bluetooth milik Simon, Pria itu mulai menghitung.


“Satu!” Ucap Simon.


Masing-masing komandan pasukan bersiap dan memeriksa kelengkapan senjata anak buahnya, Tidak ada satupun yang tertinggal, itulah yang mereka lakukan.


“Dua!” Kembali Simon Berucap.


Beberapa orang anggota dari regu masing-masing mulai mencari posisi yang nyaman untuk mereka menyerang, Dari arah lawan mereka juga sedang melakukan persiapan yang sama.


“Tiga!” Hitung Simon.


Pria itu nampak mengetatkan rahangnya, entah kenapa matanya terus saja terkunci pada sosok imut yang mampu membuat jantungnya berdebar. Apakah dia akan melukai makhluk cantik itu saat ini?


“Empat!” Teriak Simon lebih keras.


Ini adalah hitungan yang mendekati final, pria itu mendadak ragu, teropongnya terus saja membingkai wajah cantik Sarah yang sudah siap dengan busur panahnya. Dimata Simon, gerakan Sarah itu sangat indah dan keren. Pria itu sungguh tidak bisa mengalihkan pandangannya walau sedetik. Bahkan itungan itu dia suarakan seakan sedang mengarahkan Sarah untuk melepaskan busurnya, sungguh konyol sekali pria itu.


“Seraaaang!” Teriak Simon mantap.

__ADS_1


Perang yang mereka lakukan sudah seperti adegan di film-film kolosal yang melakukan perang frontal, inilah yang selalu mereka terapkan, pertempuran mereka tidak boleh melukai orang yang tidak terhubung dengan masalah.


Suara tembakan nampak memenuhi arena, tidak hanya itu, suara pedang pun tidak kalah membuat telinga berdenging. Sarah dan Fatim pun sudah dibuat sibuk pada titiknya masing-masing. Fatim melemparkan beberapa kali bom rakitannya pada sekelompok pasukan musuh, sementara Sarah dengan sangat gemulai melesatkan anak-anak panah yang sudah dilumuri dengan ramuan.


Sarah memang selalu menyediakan ramuan tradisional ajaran dari Mbah Jebrak, tidak mematikan tapi bisa melumpuhkan orang dalam beberapa hari kedepan.


“Kalian sungguh merepotkan, dasar manusia-manusia serakah!” Gerutu Sarah yang terus membidik lawannya. Semntara Rangga dan David merka berdua berada pada jarak yang tidak terlalu jauh. Walau sudah lama tidak menggunakan atau berlatih senjata api, tapi pria empat anak itu tetap mahir dan akurat bidikannya.


Dor!


Dor!


“Lumpuhkan saja mereka David, jangan sampai kita membunuhnya!” teriak Rangga di tengah bisingnya suara senjata.


“Ok Ga! Awas dari arah kiri!” Teriak David saat melihat seseorang sedang mengarahkan belatinya ke Rangga. Pria itu langsung menghindar dengan cepat, beruntung David memberikan peringatan padanya. Rangga berhasil selamat dan langsung melumpuhkan lawannya dengan menembakan jarum halus dari senjata lainnya.


Tidak butuh waktu lama dan luka yang berdarah-darah, pria dari kelompok Black Dragon pun roboh dengan tubuh yang kaku. Jack tidak berhenti menerima serangan dari pihak lawan, sesekali matanya melihat ke arah pohon besar dimana istrinya sekarang berada.


Seeet!


Sing!


Sing!


Sraak!


Dorr


Dor!


Bugh!


Bugh!

__ADS_1


Suara yang membuat orang merinding masih terus saja berkumandang, Jack melihat pasukannya masih gagah menghadapi lawan, sementara pasukan Simon sudah banyak yang terkapar di bumi dengan keadaan lumpuh.


Beberapa saat telah berlalu, Simon akhirnya keluar dari persembunyiannya, pria itu tidak bisa menahan hatinya untuk mendekati wanita yang membuatnya terpesona. Pria berumur yang masih terlihat tampan itu sepertinya memang tidak bisa melihat jika ada makhluk cantik yang mampu membuatnya terpesona.


Disinilah pria itu berada, entah dari mana dia memanjat, tapi Sarah dibuat terkejut dan hampir saja kehilangan keseimbangan saat menyadari adanya seseorang yang sudah siap mengangkat senjata dari arah belakangnya.


Traang!


Tak!


Simon mengayunkan samurainya, nambun dengan gerakan lincah Sarah menangkisnya dengan panah yang sedang berada di genggamannya. Walau berada di dahan pohon namun wanita yang baru saja menikah itu tidak merasa kesulitan.


“Menyerahlah cantik,” Ucap Simon dengan senyuman iblisnya yang sudah berusaha sekuat tenaga dia buat semanis mungkin. Sarah mendengus kesal, mana bisa dia menyerah begitu saja. Dengan gerakan yang tidak terbaca oleh Simon, Sarah melepaskan busurnya dengan sangat cepat.


Simon yang mendapatkan serangan mendadak langsung memiringkan tubuhnya dengan satu tangan lagi meraih dahan untuk bisa bergelantungan.


“Sialan, berani kau melawanku, hah!” Bentak Simon yang merasa kecolongan.


“Anda yang menyerang saya dari belakang tuan!” Jawab Sarah sengit. mendengar jawaban yang sangat berani, membuat Simon ingin sekali membawa Sarah pulang ke istananya. Dengan penuh perhitungan, pria itu melompat mendekati Sarah dengan kibasan samurainya yang tajam. Pedang tajam itu mengincar titik lemah wanita, dan sejurus kemudian –


Traang! Traang!


“Aaaaaakkhhh!”


❤️❤️❤️


Siapa tuh yang kena? 😱😱😱


Haaduuh makin menegangkan ya pemirsaahh, mari like, komen, vote dan hadiah. Jangan lupa subscribe dan follow ya pemirsaaahh.


Dear pemirsaah.


Othor minta jajak pendapatnya ya di kolom komentar, gimana kalau kisah Jack dan Sarah dibuat pada buku lainnya? Yuukk komen ya pemirsaah, tengkyuuhh.

__ADS_1


❤️❤️❤️😱😱😱🌹🌹🌹


__ADS_2