
Pria bertubuh jangkung itu memang berniat untuk menjemput sang putra, tapi begitu sampai di taman bermain dia mendengarkan ada anak yang gagal di culik.
"Papaaaa!" Teriak bocah tampan itu yang langsung berdiri dan berlari kecil ke arah sang papa. Raziq mengedar pandangannya, dia baru menyadari kalau ada seorang wanita yang sudah dia kenal berada disitu sambil mengobati luka yang ada di kakinya.
"Nona Fatim anda terluka?" Tanya Raziq bingung. Sesaat pandangan pria itu mencari sesuatu ke sekeliling, putranya kini ikut meniupi luka Fatim begitu juga dengan Jay.
"Hanya luka kecil tuan tidak masalah, anda kemana saja? Meninggalkan anak sekecil ini sendirian. Apakah anda merasa dia bisa melindungi dirinya sendiri?!" Tanya Fatim datar. Tatapan wanita itu menghunus ke dalam sepasang netra Raziq.
Pria itu merasa tidak enak dengan apa yang dikatakan Fatim, pandangan Raziq masih mengedar.
"Nona Fatim, tadi Yash bersama nanny nya. Tapi entah kemana dia sekarang," sahut Raziq berusaha memberikan penjelasan.
"Jangan mudah percaya dengan orang," ucap Fatim lagi masih dengan nada kesal. Raziq hanya bisa mengangguk, dengan cepat pria itu menghubungi seseorang untuk mencari pengasuh sang anak. Setelah selesai memberikan perintah, pria itu berinisiatif untuk mengantarkan Fatim pulang.
"Papa, tadi mama kelen banget. Ciaat ciaat! Mama kayak jagoan di film-film waktu melawan om-om penculik itu," ocehan Yash sontak membuat suasana kaku di antara mereka pun buyar.
"Oh ya, maaf nona. Saya sangat berterima kasih kepada anda karena sudah menyelamatkan anak saya, saya ingin mengundang anda untuk makan malam, apakah bisa?" Tanya Raziq dengan menemukan ide paling brilian. Fatim yang baru saja selesai memberikan obat merah pada kakinya langsung menatap Raziq kembali, wanita itu memang selalu saja memperhatikan hal-hal kecil seperti kotak obat di dalam tasnya.
"Sama-sama tuan, siapapun itu kita harus saling tolong menolong. Saya juga berterima kasih kepada anda tuan, karena sudah mau mengundang makan malam. Tapi …." Ucapan Fatim terputus dan langsung di sahuti oleh Yash yang selalu saja ingin dituruti keinginannya.
"Kak Jay juga mau kan? Kakak sukanya makan apa? Nanti kita ajak mama ya kak?" Tanya bocah itu beruntun. Jay tersenyum lebar, bocah itu merasa senang dengan kepribadian Yash yang ceria dan mereka berdua seperti sudah lama kenal dan dekat.
"Kakak sukanya makan bakso, bakso mang ijul itu yang teeerrrr lezaaat, yash udah pernah coba?" Tanya Jay dengan ekspresi ala food vlogger.
__ADS_1
"Mau mau mau, papa ayo kita makan bakso. Mama mau ya?" Rengek bocah itu ketika sepasang netranya menatap Fatim.
'Kalau sudah begini, gimana mau nolak. Huuuff anak-anak emang juaranya,' gumam Fatim dalam hati.
"Baiklah, anak tampan. Kamu akan makan bakso sama kami nanti malam," jawab Fatim yang langsung di hadiahi pelukan oleh bocah kecil itu.
Raziq hanya bisa menarik nafas dalam, dia yang punya ide, sekarang malah dia yang di cuekin.
"Terima kasih nona Fatim, anda sudah mau memenuhi undangan kami. Ehem … bolehkah saya mengantar anda sekarang?" Tanya Raziq berusaha mengambil kesempata.
"Panggil Fatim saja tuan,saya risih anda memanggil saya seperti itu. Oya … saya bawa motor sendiri kok, jadi ti–" ucapan Fatim langsung dipotong oleh si bocah kecil yang cerewet itu.
"Pak Juki aja yang bawa motol mama, biar kita jalan sama-sama. Kak Jay mau kan? Nanti kita beli mainan lobot kak," ide si kecil sungguh membuat Fatim mati gaya.
"Naah benar kata Yash, ayo Fa-fatim, Jay, kita jalan sekarang. Pak Juki tolong bawa motornya bu Fatim kerumahnya ya, tolong berikan alamatmu Fat."
Sungguh kali ini Fatim tidak bisa menghindar, kedua bocah yang sedang senang itu langsung berjalan meninggalkan sepasang orang dewasa plus pak Juki.
Mereka berdua sudah masuk kedalam mobil dan menempati bangku belakang, seakan memberikan kesempatan pada kedua orang dewasa itu untuk duduk bersebelahan alias berdekatan.
Sementara di tempat lain, seorang wanita sedang murka dengan bawahannya. Wanita berseragam pengasuh itu tidak bisa lagi menahan kekesalannya, dua orang anak buahnya kini sudah tertangkap.
"Kenapa kalian begitu bo doh hah! Ini kesempatan yang jarang sekali terjadi, Jambrong … segera cari jalan untuk Fin dan Jon keluar dari tahanan. Aku tidak mau mereka berada disana sampai besok!" Teriak si wanita yang ternyata nanny pengasuh Yash.
__ADS_1
"Ma-maaf bos, sebenarnya jika tidak ada wanita yang membantu bocah sialan itu, pasti pekerjaan kita sudah selesai. Selain dia bocah yang lain juga sedang dalam target kita," sahut Jambrong. Pria itu sedikit gemetar melihat aura membunuh yang keluar dari diri sang bos.
"Dapatkan mereka dengan tidak menimbulkan keributan, anak-anak ini pasti bernilai mahal, hahahaha!" Tawa sang nanny menggema di ruangan yang memiliki cahaya temaram itu.
"Siapkan perlengkapan semuanya, aku akan kembali ke rumah bocah itu."
Sang nanny yang sesaat berubah menjadi iblis itu pun berbalik badan menuju sebuah ruangan. Jambrong membungkukkan sedikit badannya untuk memberikan hormat pada wanita yang selama ini menjadi bosnya.
Di sebuah ruangan sang pengasuh Yash pun mulai beraksi dengan melakukan make over, dibantu oleh seorang MUA khusus karakter mendandani wajah sang nanny seakan penuh luka. Sungguh mahir pengasuh Yash itu berakting, hampir satu jam dia menyiapkan semuanya dan kini penampilannya sempurna.
Luka menyeramkan seakan habis disiksa, melengkapi penampilan sang nanny saat ini. Tepat waktu yang diinginkan, dia pun keluar dari ruangan itu.
"Bos maaf ada sedikit perubahan, anda akan kami jatuhkan dari mobil tepat di depan restoran dimana tuan Raziq akan makan malam."
Laporan Jambrong membuat sang pengasuh menghentikan langkahnya, seringai mengerikan membuat wajah penuh luka buatan itu semakin berkesan horor.
"Oke, drama ku akan semakin memukau kali ini, hahahaha!"
❤️❤️❤️
Ternyata oh ternyata … nyawa Yash dalam bahaya 😱😱
Yyuuukk like, vote, subscribe, komen dan hadiah ya pemirsaahh. Tengkyuuuhh ❤️❤️🌹
__ADS_1