
Jack sudah seperti suami siaga, dengan cepat pria itu mengambilkan apa yang Sarah minta. Walau agak sedikit kaku, pria itu berusaha melakukannya dengan baik. Usaha yang dilakukan Jack tidak luput dari perhatian Sarah, gadis itu ingat dengan apa yang terakhir dia bahas dengan bosnya itu.
‘Hufff … Benarkah ucapan tuan Jack kemarin? usia kami sangat jauh berbeda, apakah bisa aku menyetujui permintaannya?’ Gumam Sarah dalam hati. Gadis itu terus saja menerima suapan demi suapan yang Jack lakukan, Jack melakukannya dengan cepat.
Uhuk … uhuk!
Sarah tersedak, gadis itu ingin sekali protes dengan apa yang jack lakukan. Pria itu terlalu cepat menyuapkan bubur ke mulut Sarah sehingga gadis itu merasa kesulitan untuk sekedar menarik nafas.
“Pelan-pelan Sarah, ini minum dulu.” Ucap Jack dengan gerakan reflek dia menepuk pelan punggung Sarah yang kini setengah duduk dengan bersandar pada brankar yang sedikit terangkat.
“Tuan anda terlalu cepat menyuapinya,” Ucap Sarah lirih dan sedikit takut bila pria itu tersinggung. Jack yang sedang dikritik itu terlihat gugup dan salah tingkah.
“Maaf aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya, jadi maaf kalau aku membuatmu tersedak.” Ucap Jack kaku. Pria itu kembali menyuapi Sarah dengan gerakan lebih pelan, Setelah memastikan bubur di mulut gadis itu habis barulah dia suapi lagi.
Selesai semua kegiatan makan dan kini kembali dokter memeriksa keadaan Sarah, gadis itu sudah tidak terlihat pucat lagi. Beberapa saat Jack berbincang dengan sang dokter dan akhirnya pemeriksaan pun selesai.
Sarah merasa mulai bosan berada di tempat tidurnya, baru saja tersadar dari pengaruh obat bius, membuat gadis itu sudah ingin berlari saja rasanya.
Setelah mendapatkan posisi yang enak, sarah melihat Jack kembali mendekat. Sebelumnya pria itu tampak sibuk menelepon orang-orang yang siap menerima perintahnya. Sarah tidak memperdulikan hal itu, gadis itu berusaha untuk membuat tubuhnya nyaman dengan luka yang masih segar.
__ADS_1
“Sarah, maafkan saya, saya tidak bisa menjagamu.” Ucap Jack dengan tatapan sendu. Pria Itu ingin sekali menggenggam tangan Sarah, tapi takut kalau gadis itu marah. Cukup tadi saat dia tidak sadarkan diri saja jack menyentuhnya.
Sarah tersenyum dan hal itu membuat Jack terpesona. Baru kali ini pria itu memperhatikan wajah cantik dan imut milik Sarah, sekilas terbayang di pikirannya, jika seorang bayi yang lahir dari rahim Sarah dan sudah jelas itu berasal dari benihnya. Maka akan memiliki kualitas ketampanan dan kecantikan di atas rata-rata.
“Tuan ….” Ucap Sarah. ternyata gadis itu sudah memanggil sang tuan beberapa kali, tapi Jack tetap dengan tatapan lurus ke wajahnya dengan senyum yang tidak lepas.
“Tuan ….” Lagi Sarah memanggil Jack. Jack tersadar dari lamunannya, pria itu mengusap wajahnya kasar, menyadari kebodohannya dengan berkhayal sejauh itu.
“Ya Sarah, ada yang kamu inginkan?” Tanya Jack.
“Tuan, siapa mereka yang menginginkan saya?” Tanya Sarah to the point.
“Kami masih menyelidiki semuanya, aku berharap kamu tidak khawatir lagi. Anak buahku pasti akan menemukannya dan akan segera menghabisi mereka hingga ke akar-akarnya.” Jawab Jack. Pria itu merasa marah dengan ulah Betty. Pria itu sudah mendapatkan laporan dari anak buahnya barusan, kini mereka sedang memburu wanita ular itu walau sampai ke dalam lobang semut sekalipun.
“Kenapa mereka menginginkan saya Tuan?” Tanya Sarah. Gadis itu merasa belum puas dengan jawaban Jack barusan. Sarah akan meningkatkan kewaspadaannya jika dia tau siapa orang yang sudah bermain-main dengannya.
“Heem … aku juga belum tau Sarah, sudahlah biarkan aku yang menyelesaikannya. Kau harus segera sembuh dan kita akan menikah.” Ucap Jack spontan. Gadis itu sontak membulatkan matanya, apa-apaan ini, dia saja belum memutuskan untuk menerima permintaan Jack kemarin, lalu kenapa pria itu langsung memutuskan?.
“Maksud tuan?” Tanya Sarah kebingungan. Gadis itu mendadak panik, bagaimana dia akan menghadapi ibunya dengan berita mendadak ini. Sarah mendadak kesal dengan cara Jack yang seenaknya.
__ADS_1
“Tuan kenapa memaksa? Saya belum bicara dengan ibu saya, jika beliau tidak setuju bagaimana?” Tanya Sarah memberondong cepat. Gadis itu benar-benar kesal sampai dadanya turun naik karena nafasnya yang mendadak memburu bercampur emosi.
Jack langsung kalang kabut menghadapi sikap Sarah yang seperti ini. Dia tidak tahu bagaimana seharusnya melamar seorang gadis, jadilah seperti ini jadinya. Jack bingung harus mengatakan apa, selama ini dia terbiasa memberikan perintah dan tidak satupun orang yang membantahnya.
Ternyata menginginkan anak itu tidak mudah prosesnya, dia sempat berpikir memaksa Sarah bukanlah hal yang susah baginya. Tapi kembali dia mengingat nasehat Rangga, untuk mendapatkan anak dengan hasil yang baik, sang ibu harus merasa bahagia dan diperlakukan dengan penuh cinta. Jack menggeleng sesaat, pria itu sibuk merangkai kata dalam kepala nya untuk melakukan seperti apa yang Rangga ajarkan saat meminta wanita untuk mau menjadi istrinya.
“Begini Sarah, tolong jangan marah. Emm … begini, saya sudah katakan kepadamu ingin punya anak dari rahimmu dan saya akan menikahi kamu. Urusan ibu mu serahkan kepada saya, itu tidak akan sulit. Jika suatu hari kamu tidak suka dengan saya, kamu bisa berpisah dari saya.” Ucap Jack panjang lebar.
Sarah menjatuhkan rahangnya dengan mata yang membulat sempurna, Jack yang melihat reaksi itu semakin panik. Setengah mati dia merangkai kata, tapi hasilnya sangat tidak memuaskan, kini Sarah terlihat semakin marah.
“Tuan silahkan cari wanita lain, bagi saya pernikahan bukan untuk main-main. Anda hanya menginginkan anak dari saya, anda pikir saya pabrik?!” Ucap Sarah yang kini sudah marah. Suara gadis itu di tekan agar tidak meledak. Mata gadis itu kini sudah merah dan berair, Jack yang melihat itu langsung panik.
“Bu-bukan begitu maksudku Sarah,” Sahut jack frustasi. Pria itu merasa kenapa sangat sulit bicara dengan wanita, ini hal yang sederhana kenapa tidak mudah diterima oleh Sarah.
“Sarah tolong tenang dulu, baiklah nanti saja kita bahas. Jangan menangis lagi, aku mohon. Nanti aku akan belajar, bagaimana menjelaskan apa yang aku maksud.”
❤️❤️❤️
Berguru dulu bang Jaack, 🤣🤣🤣
__ADS_1
Yuukkk jempolnya diangkat semuaaa, komen yg banyak, vote yang banyak dan hadiahnya jgn lupaa ya pemirsaahh. tengkyuuuhh.
❤️❤️❤️🤣🤣🤣🌹🌹🌹