
“Heeyy! apa kau tuli ha! aku bilang keluar!” Teriak Kaisar yang mendorong tubuh tinggi besar David yang masih asyik mengambil gambar dirinya.
“Siapa sayang? kok ribut-ribut!” Teriak Novi yang masih asyik menikmati makan siangnya. Pakaiannya yang tipis dan menampilkan leher serta dadanya yang banyak stempel hasil pengesahan dari Kaisar, membuat Novi kelabakan saat mengetahui orang yang kini berhasil masuk kedalam apartemen kekasihnya dan kini sedang mengabadikan dirinya melalui kamera ponsel dan kamera tersembunyi yang mirip kancing jas.
“Wow pemandangan yang sangat menggairahkan Novi, aku pikir kamu sedang sibuk dengan teman-teman sosialita. Tapi sepertinya siang ini sangat istimewa buatmu,” Ucap David dengan tenang. Pria bermanik mata biru itu tidak mengamuk atau marah tapi seringai yang mengerikan membuat Novi merinding. Dengan cepat wanita itu berlari dan mencari bathrobe untuk menutupi tubuhnya yang membayang di balik gaun tipisnya.
“Sa-sayang ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku – aku bisa jelasin sayang …” Ucap Novi terbata, wanita itu tidak tau lagi harus berbuat apa dengan keadaan ini semua.
“Apa yang ingin kamu jelaskan Nyonya, semua sudah jelas tanpa harus ada penjelasan melalui kata-kata mutiara. Ayolah nyonya aku bukan orang bodoh seperti yang kamu kira selama ini …” Sahut David santai dan tidak menunjukkan emosi sama sekali.
Tangan pria itu masih setia dengan ponselnya untuk merekam semua kebejatan istri yang selama ini dia perjuangkan. Novi berlutut memohon ampun kepada David agar di berikan kesempatan.
“Sayang, aku seperti ini hanya karena kesepian, kamu penyebab semua ini. Kamu lebih memperhatikan istri baru mu dan tidak peduli lagi sama diriku!” Ucap Novi yang mulai histeris dan memojokkan David. Melihat hal itu David hanya tersenyum horor.
“Nyonya Novi yang terhormat, aku yang terlalu bodoh selama ini dan mau saja kamu bodohi. Kau yang sudah memecah belah aku dengan Arsi dengan ramuan laknatmu yang membuat Ngarsinah seperti mandul, dan kemarin kau pun akan melakukan hal yang sama kepada Fatim.” Ucap David datar. Pria itu sungguh tidak memiliki emosi seperti kebanyakan pria lain yang mengetahui istrinya selingkuh.
Deg!
Jantung Novi seakan berhenti berdetak, habislah dia sekarang, hanya itu yang bisa dia pikirkan. David terus tersenyum tanpa peduli dengan tangisan Novi yang kini semakin keras.
“Kenapa kamu diam?! apakah semua yang aku katakan itu salah Novi? mataku selama ini benar-benar kau butakan dengan cinta. Aku yang salah dan aku yang bodoh! penyesalanku kepada Arsi tidak bisa aku tebus, dosa besar sudah aku tanggung ini semua karena kebodohanku yang sangat percaya kepadamu dan larut dalam permainan busukmu!” Cecar David.
__ADS_1
“Pria bren*sek ini! kamu sudah lama kan berbagi ranjang dengannya? Novi ayolah, jangan selalu menyalahkan orang lain dan selalu ingin benar. Mau sampai kapan kamu seperti ini, hanya satu saranku untukmu Novi. Sadari semua kesalahan mu dan bertaubatlah sebelum malaikat maut menjemputmu!” Ucap David dengan emosi yang ditahan.
“Keluar kau baji*ngan!” teriak Kaisar yang sudah berada di dekat David.
Bug!
Kraak!
“Aaaaawww! lepaskan …!” Teriakan Kaisar memenuhi ruangan apartemen. Pria itu tadi sempat melepaskan pukulan dan mengenai lengan David yang membuat ponselnya hampir saja terlepas dari tangan. Dengan gerakan cepat David mempertahankan ponsel miliknya. Dengan kecepatan yang diluar dugaan Kaisar David memelintir tangan Kaisar dan mengeluarkan suara seperti tulang yang patah.
“Maaf aku datang tanpa diundang, dan sekarang silahkan kalian lanjutkan acaranya. Permisi nyonya DAVID,” Ucap David dengan penuh penekanan. Pria tampan itu memutar tubuhnya dan segera meninggalkan apartemen panas itu untuk kembali ke kantornya. Novi tidak sanggup lagi berkata apa-apa, tubuhnya lemas seketika dan kini dunianya seakan hancur tak bersisa. Niat hati ingin menyingkirkan Fatim kini pengusiran dirinya lah yang akan terjadi dan itu semua sudah didepan mata.
Bagas mengikuti david ke kantornya, bukan karena soal bayaran yang ingin di tagihnya tapi pria itu ingin memastikan David aman sampai di kantor. Bagas duduk di sofa menunggu David selesai dengan amarahnya yang dia tumpahkan sehabis-habisnya.
“Sudah selesai pak ngamuknya?” Tanya Bagas yang dengan senyum menyapa David yang kini ikut duduk di sofa dengan keringat sebesar jagung membasahi wajahnya. Kemejanya tampak basah dengan keringat.
“Gas, aku sudah bodoh selama ini, aku ingin meminta maaf kepada mantan istriku Ngarisnah karena sudah membuatnya hancur saat itu. Aku ada tugas lagi untukmu,” Ucap David. Pria itu menatap kedua netra Bagas dengan intens, Bagas pun kini tampak serius mendengarkan tugas berikutnya.
“Aku minta tolong, selesaikan perceraian dengan wanita ja*lang itu. Aku tidak sudi lagi menerima dirinya yang sudah berkhianat. Aku akan membagi harta dengannya tapi hal itu aku yang menentukan. Kamu jangan lupa, ada si bajingan Kaisar yang kini melindungi Novi, berhati-hatilah menghadapi mereka. Apa kamu bersedia membantuku lagi Bagas?” Tanya David dan langsung dijawab dengan senyum manis ala Bagas.
“Bersedia pak, anda langganan saya yang selalu percaya dengan pelayanan saya. Apakah ada yang lain pak?” Tanya Bagas dan bersiap untuk pergi.
__ADS_1
“Pastikan Novi dan kekasihnya itu meringkuk di penjara. Ternyata Novi sudah banyak menipuku dan menghamburkan uang ku,” Jawab David dengan nada suara yang penuh dengan penekanan.
“Hmm … baiklah pak akan saya lakukan sebaik-baiknya dan semoga anda selalu puas dengan hasil kerja saya, Saya permisi dulu pak.” Ucap Bagas dengan hormat.
“Silahkan Bagas, oya … Aku sudah transfer uang jasa mu barusan.” Ucap David dengan senyum puas dan disahuti acungan jempol dari Bagas.
“Sialan kau novi, selama ini aku mempercayaimu tapi kamu berkhianat. Tapi aku benar-benar dibuat bodoh oleh perempuan sialan itu!” Racau David sendirian, Hati pria itu masih saja terasa sesak dengan kejadian barusan dan hal itu membuat dirinya teringat dengan Fatim.
“Ohh ****! Fatim dirumah, aku harus pulang sekarang. Aku tidak mau perempuan jala*g itu ke rumah dan mengamuk.” Dengan cepat David menyambar kunci mobilnya dan tidak lupa memberikan informasi kepada sekretarisnya tentang dirinya yang pulang cepat hari ini. Pekerjaan yang sudah menumpuk otomatis harus di handle oleh sang sekretaris yang hanya bisa pasrah tanpa mengeluh.
Dengan kecepatan diatas rata-rata David menjalankan mobilnya dan tepat seperti dugaanya. Novi sudah sampai terlebih dahulu, hal ini membuat David memarkirkan mobilnya asal lalu keluar dan berlari menuju ke rumah yang saat ini seperti ada perang dan barang-barang yang hancur berantakan.
“Novi … Hentikan!”
❤️❤️❤️
Ambyaaarrr 😱
Yuukk like, komen, vote dan hadiah yuukk pemirsaaah, tengkyuuuhh
❤️❤️❤️😱😱🌹🌹🌹
__ADS_1