Janda Mandul

Janda Mandul
125: Tugas Untuk Novi


__ADS_3

“Saya akan bekerja untuk Nona, bisakah anda katakan apa tugas saya dan berapa upah yang anda berikan untuk saya?” Tanya Novi tanpa basa basi dan keyakinan penuh. Dalam pikirannya tugas yang akan dia kerjakan, tidak jauh dari bersih-bersih dan mengikuti apa kemauan majikannya.


“Heem … boleh juga kamu ya, duduklah … Gareng jelaskan apa yang akan dia lakukan dengan pekerjaannya nanti. Aku suka tipe wanita nekat seperti ini, sekarang perempuan ini di bawah tanggung jawabmu Gareng.” Ucap Betty dingin dan kini melanjutkan suapan makanan ke dalam mulutnya. 


Pria yang bernama Gareng langsung mengulurkan tangan dan tersenyum manis kepada Novi, dengan cepat novi menyambutnya. Dalam benak Novi saat ini hanya uang dan uang, dia tidak peduli harus melakukan apa. 


Gareng menjelaskan semua yang akan dikerjakan oleh Novi, saat mengetahui sebuah nama yang disebutkan oleh Gareng dan nama itu cukup dikenal oleh Novi. 


“Lakukan tugasmu dan bersikaplah biasa saja selama kamu berada di rumah Rangga, jangan buat mereka mencurigaimu. Jika kamu sampai tertangkap dan mereka mengetahui apa yang kamu lakukan, nyawamu adalah taruhannya. Paham?” Ucap Gareng di akhir penjelasannya. Novi tampak ragu sesaat, apakah dia sanggup melakukannya? tapi bayarannya sangat besar, Novi tampak ragu tapi sejurus kemudian Betty menatap tajam ke arah netra Novi. 


“Saat ini kau tidak bisa mundur, karena tadi kita sudah sepakat. Kau bersedia untuk menjadi pelayanku, aku tidak menggunakan kertas sebagai pengikat perjanjian, tapi aku sudah menggenggam nyawa mu. Lakukan atau kau akan mati tanpa siapapun yang mengetahuinya,” Ucap Betty datar namun mampu membuat Novi bergidik ngeri. Menyesal tidak ada gunanya lagi, entah nasib apa yang sekarang dia jalani. 


“Ba-baik Nona, saya mengerti. Kapan saya akan mulai bekerja?” Tanya Novi dengan sedikit tergagap. Gareng tersenyum penuh arti, pria itu mengangguk ke arah Betty dan kini Betty melangkah keluar dari restoran dan meninggalkan mereka, tanpa ada kata sayonara. Dasar wanita sombong, itulah yang ada di pikiran Novi. 


“Kau akan bekerja saat aku memberikan instruksi, kau tinggal dimana?” Tanya Gareng setelah menjawab pertanyaan Novi. 


“Aku ngontrak bang,” Jawab Novi dengan sedikit takut-takut. Gareng merasa ada getaran aneh di hatinya saat Novi memanggilnya Abang, itu sangat manis terdengar di telinga pria yang biasa berkutat dengan masalah dan hidup yang keras. 


“Oke, sekarang kita ke rumah kontrakan mu, kemasi semua barang dan ikut dengan ku. Kamu harus dikarantina dan mempersiapkan semuanya agar kamu bisa melakukan tugas dengan baik. Novi merasa ada keraguan yang menyelimuti hatinya tapi Gareng dengan cepat menggandengnya. 


Gareng membayar apa yang dimakan Novi tadi dan kini mereka sudah di perjalanan menuju rumah kontrakan Novi. Dengan susah payah Novi menguatkan hatinya untuk pekerjaan yang penuh resiko ini, sementara hatinya masih terus berharap Kaisar akan datang dan membawanya pergi dan melepaskan dari cengkraman wanita berhati iblis itu. 


Novi berkemas dengan cepat, uang kontrakan yang sudah dia keluarkan dengan cepat diganti oleh Gareng. Hal ini membuat Novi semakin terikat, dalam hitungan jam kini hidupnya seakan berubah. 


Novi ditempatkan di sebuah rumah dengan bangunan yang indah, tapi sedari dia berangkat dari kontrakan tadi tangan dan kakinya diikat serta matanya ditutup, Gareng memintanya dengan sopan dan hal ini adalah prosedur yang biasa dilakukan oleh bosnya yaitu Betty. 

__ADS_1


‘Ya Tuhan, tempat apa ini? Dimana aku? Kenapa tempatnya indah sekali?’ Gumam Novi dalam hatinya, pandangannya mengedar kesana kemari. Novi siap membuka lembaran baru hidupnya.


*****


“Mas, si Marni mau minta ijin pulang kampung katanya bapaknya sakit. Tadi ibunya juga ada telepon aku sih mas, gimana dengan anak-anak mas?” Tanya Ngarsinah sedih, mengurus anak empat ternyata tidak mampu dia lakukan jika hanya dengan dua orang suster. Marni pulang itu artinya dia hanya berdua dengan Sri, Ngarsinah sudah merasa tidak mampu duluan. Rangga mendekati istrinya yang hari ini tampak bermuram durja. 


“Kita cari melalui agen penyedia jasa suster aja gimana? karena ini kan mendadak sayang, dan aku nggak mau kamu kecapekan. Pernikahan Bram dan Yuni hanya tinggal 4 hari lagi, jadi harus segera mencari pengganti Marni. Jika perlu kita ambil dua orang, gimana?” Tanya Rangga setelah menjawab keresahan sang istri. 


Rangga memeluk istrinya dengan hangat, pria itu tidak berhenti memberikan ciuman di puncak kepala sang istri yang saat ini sedang melepas hijabnya karena mereka sedang berada di kamar.


“Beneran mas?” Tanya Ngarsinah yang langsung berbinar. Sebenarnya wanita cantik itu bisa saja mengambil keputusan sendiri dan membayar suster itu dengan uangnya sendiri, tapi hal itu tidak akan dia lakukan karena dia sangat menghormati suaminya dan tidak lupa Arsi paling senang dengan uang Rangga.


“Iya sayang, duuhhh senangnya … yaudah sekarang kamu cari agen yang terpercaya, aku percayakan semuanya kepadamu sayang.” Ucap Rangga dengan mengusap lembut pipi sang istri yang nampak berisi. Ngarsinah memang masih makan banyak, karena dia masih menyusui si kembar. 


“Ahhh … mas memang yang terbaik, love u mas.” Ucap Ngarsinah girang. Rangga senang melihat sisi lain dari seorang Arsi, Wanita cantik itu sangat jarang menunjukkan sikap manjanya. Terlalu mandiri membuat Arsi terkadang lupa bagaimana cara bermanja. 


Tidak lupa dia mencium pipi suaminya dan hal itu tentu saja membuat Rangga berbunga-bunga. Dengan cepat Arsi mencari informasi tentang agen suster yang terpercaya,dan tidak lama apa yang dicari pun dapat. 


Pembicaraan di telepon dengan seorang wanita yang berlaku sebagai operator. 


“Selamat Siang, saya dengan Sarah dari Baby Happy– ada yang bisa saya bantu?” Sapa wanita di seberang sana. 


“Selamat siang mbak sarah, salam kenal saya Arsi. Mbak saya sedang membutuhkan suster untuk anak saya, dan saya membutuhkan dua orang. Apakah Baby Happy bisa membantu saya?” Tanya Arsi to the point. Wanita itu tidak ingin berbasa basi dan langsung pada pokok pembicaraannya. 


“Baik bu Arsi, kami akan kirimkan data suster yang saat ini ready. Semua suster yang berada di bawah naungan agent kami sudah sangat terlatih bu.” Sahut Sarah dengan ramah. Sebagai ujung tombak perusahaan Saras harus bisa membuat calon pelanggan tertarik untuk menggunakan jasanya. 

__ADS_1


“Baik mbak Sarah, saya tunggu ya.” Ngarsinah langsung memutus sambungan telepon saat mendengar bayinya menangis. Kedua bayi yang prematur itu kini sudah tampak gembul, mereka sangat mudah lapar dan hal ini membuat Ngarsinah tidak bisa beraktifitas lebih selain memperhatikan kedua anaknya yang masih bayi, dan dua anaknya yang saat ini semakin kritis dalam berpikirnya.


“Mas, tolong buka pesan di ponselku dong!” Teriak Arsi dari dalam kamar si kembar. Kamar Arsi dan si kembar junior saling terhubung hal ini untuk memudahkan dirinya mengawasi anak-anaknya. 


Rangga dengan cepat melaksanakan perintah permaisurinya yang kini sedang menyusui putranya. Rangga memperlihatkan foto dua orang wanita yang berpenampilan sederhana kepada Arsi, sesaat kening Arsi berkerut dan matanya memicingkan untuk memastikan orang yang ada di foto itu. 


“Mas, kenapa aku merasa wanita yang bernama Santi ini tidak asing ya? Heemm … ah mungkin aja ada persamaan.”


❤️❤️❤️


Heeemm kok perasaanku gak enak yaa 🤔😱


Yuukk gas jempolnya, komen yang buaanyaakk dan vote serta hadiaahnya ya...


main juga yuk di novel aku berikutnya, gak kalah seru nih.



Tidak ada satu pun manusia yang suci, semua pernah melakukan kesalahan. apakah masih ada kesempatan bagi Sonia untuk bertaubat setelah dia mengandung benih dari pria lain? Zaki, pemilik perusahaan tempat Sonia bekerja dan mereka pun menjalin hubungan terlarang.


Zaki sudah memiliki Zoya sebagai istrinya dan Sonia sudah bersuamikan seorang ustad kondang bernama Kabir.


Akankan rumah tangga mereka berdua hancur? atau mungkin malah bertahan?


Yuuukk seru niiih pemirsaaahh ... pelakor bertemu pebinor.

__ADS_1


❤️❤️❤️🥰🥰🥰🌹🌹🌹


__ADS_2