
Arsi, Fatim dan Yuni terus saja berbincang seru. Karena acara lamaran Jack dan Nikahannya hanya hitungan hari, jadilah ketiga wanita itu menjadi panitia dadakan. Jack, Rangga dan Bram juga bersiap, semuanya demi kelancaran pernikahan super cepat itu.
Jack yang tidak punya pengalaman dalam hal pernikahan lebih memasrahkan semua acaranya kepada dua orang saudara angkatnya itu, sementara urusan Betty dan antek-anteknya Jack berjanji akan mengurus mereka.
“Bang, tolong ingat ya, nanti saat bicara dengan orang tua Sarah yang tenang dan seperti anak kepada orang tua.” Ucap Rangga kembali mengingatkan.
“Oke-oke, aku akan berusaha sebaik mungkin. Tapi Rangga, bagaimana kalau ibu dan ayahnya tidak menyukaiku? Atau mereka lebih memilih si anak Lurah itu. Kau harus membereskan mereka, Ga!” Ucap Jack penuh tekanan tepatnya perintah.
Rangga dan Bram saling pandang, lalu dua pria yang berusaha melebarkan sabarnya untuk sang mafia insyaf itu. Bram yang baru mengenal Jack pun akhirnya bisa melihat kesungguhan pria itu.
“Abang tenang saja, kita akan giring sampai ke hilir. Yang penting Abang bersiap diri untuk menghadapi mereka dan memberikan mahar sesuai keinginan Sarah. Karena Mahar adalah salah satu syarat sah dalam pernikahan Bang,” Ucap Bram. Pria itu berusaha meyankinkan Jack dan menjelaskan apa yang sepertinya jack belum pahami.
Bram sudah sibuk menghubungi WO yang bisa diboyong ke desa Rorocobek, pria itu selalu maksimal untuk tugas seperti ini. Sementara Rangga sibuk melatih Jack membaca surah Al Fatihah, semua bahu membahu demi suksesnya urusan Jack dan Sarah.
Sesaat Jack memperhatikan keakraban yang tercipta, tiba-tiba hati pria dingin itu pun menghangat. Kehidupannya selama ini yang tidak pernah kekurangan tapi selalu dalam tekanan, membuat dia lupa akan satu hal, yaitu sebuah keluarga.
Tidak masalah keluarga yang dia miliki sekarang bukanlah keluarga kandung, tapi persaudaraan yang terlahir dari hati yang tulus mampu membuatnya bersemangat untuk menjadi suami dan ayah yang baik bagi keluarganya kelak.
Di kelompok wanita, Arsi terus saja memberikan semangat kepada Sarah untuk menghubungi orang tuanya. Sarah harus mengatakan kalau saat ini sudah ada seorang pria yang akan dia pilih untuk menjadi suaminya.
Dengan jantung yang berdebar kencang, Sarah menghubungi kedua orang tuanya. Dia pun meminta Arsi untuk ikut bicara meyakinkan ayah dan ibunya, Jack yang mendengarkan itu pun, langsung menghentikan acara belajarnya. Dengan langkah tergesa pria itu mendekati brankar Sarah, Rangga dan Bram hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
Tuuuut … Tuuuuttt!
__ADS_1
“Hallo Assalamualaikum nak,” Sapa Sumiati.
“Wa'alaikumussalam ibu, bapak. Bu … ini, eeemm anu bu … Sarah mau ngasih tau kalau, ada seorang pria yang akan melamar Sarah bu.” Ucap Sarah yang sedikit gugup di awal bicara. Sumiati dan Mijo yang sedang mendengarkan perkataan putri mereka nampak saling melihat, Sesaat Mijo berpikir harus berkata apa kepada putrinya.
“Maksudnya gimana nak? Tapi bagaimana dengan Farid?” Tanya Mijo. Semua orang yang ada di ruangan luas tempat perawatan Sarah mendadak tegang, Jack sudah mengepalkan tangannya. Sarah yang melihat Jack bereaksi seperti itu, dia pun semakin tegang.
“Ibu, Ayah. Sarah maafkan Sarah, tapi Sarah lebih memilih pria yang sudah Sarah kenal. In shaa Allah besok dia akan menghadap bapak dan ibu." Ucap Sarah berusaha meyakinkan kedua orang tuanya.
Jack memberikan kode kepada sarah, dia ingin bicara dengan kedua orang tuanya. Sarah melihat ke arah Arsi dan Yuni sesaat, mereka berdua mengangguk tanda setuju. Rangga dan Bram juga ikut mendekat, mereka berdua juga memberikan dukungan kepada pria dingin itu.
“Nak, apakah orangnya baik kepadamu?” Tanya Sumiati.
“Bu ini dia orangnya, tuan Jack mau bicara?” Ucap Sarah tidak ingin menjelaskan lebih panjang kepada sang ibu.
“Ehem … selamat sore bapak dan ibu. Kenalkan saya Jack, saya ingin melamar dan menikahi putri anda. Saya tidak punya istri dan saya minta ibu tidak menerima lamaran pak lurah itu. Besok saya akan kesana dan akan ada tim dekorasi datang untuk menghias rumah anda, saya tidak menerima penolakan pak, bu.”
Gubraaakk!
Plak!
Plak!
Plak!
__ADS_1
Mereka yang ada di ruangan itu semuanya menepuk jidat mereka masing-masing, Jack ternyata masih belum bisa berubah. Sarah tersenyum kecut ke arah pria yang akan menjadi suaminya, dia bisa membayangkan bagaimana reaksi orang tuanya saat ini.
“Ma-maaf tuan, maksudnya bagaimana? kami hanya orang kecil tuan, tolong jangan sakiti putri kami.” Ucap Mijo bergetar. Dalam bayangannya, Sarah dipaksa menikah oleh orang yang baru saja memberikan perintah kepadanya.
Ponsel Sarah yang digunakan untuk bercakap itu di mode speaker, jadi semua orang yang ada disana pun bisa mendengarkan dengan jelas. Jack yang mendapati calon mertuanya ketakutan, sekarang malah ikutan bingung.
“Bukan begitu maksud saya pak, bu. Jangan khawatir, putri anda akan menjadi ratu ku. Anda berdua hanya tinggal menikahkan saya dengan Sarah, maka semua akan beres. Saya juga akan memberikan kehidupan yang tidak biasa untuk bapak dan ibu juga adiknya Sarah, Jadi seperti yang Sarah katakan, besok kami dan rombongan akan datang ke rumah ibu dan bapak.” Ucap Jack lagi panjang lebar berusaha menjelaskan, tapi tetap saja penjelasannya membuat kedua orang tua sarah merinding mendengarnya.
Arsi yang melihat keadaan semakin mencekam, meminta ijin kepada Jack Untuk bisa bicara dengan orang tua Sarah. Walaupun tidak dekat, tapi orang tua Sarah dulu pernah bekerja dengan orang tua Arsi. Jadi nama besar orang tua Arsi masih lah sangat disegani di desa Rorocobek.
“Assalamualaikum bu Sumi dan pak Mijo, ini saya Ngarsinah.” Ucap Arsi masih dengan mode speaker. Sumiati dan Mijo yang mengenal nama itu pun merasa senang, anak juragan mereka kini sedang bicara.
“Wa’alaikumussalam nak Arsi, loh kok ada disitu? apa nak Arsi satu kota dengan Sarah?” Tanya bu Sumi. Ada nada khawatir di suara wanita itu, namun Arsi tidak ingin membuat kedua orang tua Sarah khawatir.
“Kami bertemu di kota saya bu, Sarah abis belanja di kedai saya bersama calon suaminya. Bang Jack ini adalah saudara angkat kami bu, jadi ibu dan bapak tidak usah khawatir. In shaa Allah bang Jack sungguh-sungguh ingin memperistri Sarah, mohon maklum bu kalau kalimat abang kami masih sedikit kaku. Kami berharap bapak dan ibu bisa menerima abang kami menjadi bagian dari keluarga besar kita,” Ucap Arsi panjang lebar memberikan keyakinan pada kedua orang tua Sarah.
❤️❤️❤️
Ampuuun deeh bang Jaaack, pengen tak pecel rasanya ini orang. 🤦🤦🤦
Haayyuukk jempolnya yang rame pemirsaaahh. komen, vote, hadiah ya. tengkyuuuhh pemirsaaahh.
❤️❤️❤️🤦🤦🤦🌹🌹🌹
__ADS_1