Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 167: Menegangkan


__ADS_3

Arsi yang ingin menyahuti ucapan Rangga, sontak memeluk pria yang ada di hadapannya itu. Arya dan Arsita langsung berhamburan ke pelukan nenek dan kakeknya. Suara tembakan itu berasal dari sebelah dinding kamar mereka.


Sasana tegang menyelimuti ruangan besar yang berisikan anak-anak itu. Rangga mendapatkan perintah dari Jack untuk menempati posisinya, tanpa banyak bicara dia mencium istri dan anak-anaknya juga kedua orang tuanya. Sejurus kemudian Rangga sudah melesat keluar dan bergabung dengan yang lainnya.


Perintah bergerak hanya dari jack dan semua anggota hanya menjawab jika sudah mengikuti arahan dari pria itu. Beberapa orang anak buah jack kini sudah mulai bergerak menuju kebun yang milik David, hal ini dilakukan agar tidak mengenai warga desa.


Betty yang ikut dalam peperangan ini nampak menyunggingkan senyumannya, wanita itu kini sedang memantau dari sebuah monitor. Betapa hebat mamanya yang mampu menggerakkan orang penting di dunia bawah tanah itu.


Pesona Monic ternyata mampu menyihir Simon dan tidak butuh waktu lama, pria itu sudah menabuh genderang perang. Keinginan Betty hanya ingin membuat Rangga dan Jack hancur, hingga mereka lupa caranya intuk kembali bangkit.


Entah dendam apa yang membuat wanita itu kehilangan hati nuraninya, apakah ini sebuah aksi balas dendam, atau ini hanya sebuah obsesi saja. Simon berdiri tegak dengan Monic yang berada disisinya, sebenarnya pria itu enggan berhadapan dengan kelompok White Demon. Tapi semuanya tidak bisa dia tolak, pria dingin berhati iblis itu tidak akan mampu melihat wajah Monic yang sedih.


Anak buahnya sudah mulai bergerak dan siap untuk menunggu perintah, pria itu masih mengikuti peraturan yang ada, dia menarik pasukannya yang berada di sekitaran rumah Sarah. Pasukan mulai berada di titik aman dari warga, Simon bersiap memberikan instruksi. Masing-masing panglima perangnya dilengkapi micro cam yang bisa menjadi mata jarak jauh bagi Simon. Pria itu mulai konsentrasi, dia sudah tidak sabar untuk memulai permainan.


“Katak Hijau serang white demon dari arah utara,” Ucapnya datar.


“Siap Tuan!” Jawab pimpinan Katak Hijau.

__ADS_1


Dengan pergerakan pelan tapi pasti pasukan Katak Hijau mulai menyerang, perang pun mulai terjadi. Jack memantau dari jauh, kekuatan mereka berimbang dan sejauh ini masih belum ada korban. David dan Bram sudah mulai ikut bergerak, saat mereka berdua mulai memasuki pinggiran kebun jagung itu, tiba-tiba sebuah helikopter terbang diatas mereka.


Jack tersenyum, kiriman senjata dari markas sudah datang. Dengan cepat dan sigap serta perhitungan yang matang, anak buah Jack menurunkan beberapa peti senjata.


Rangga, David dan Bram, mendekat kembali ke arah Jack sesuai dengan perintah pria itu. Fatim dan Sarah pun ikut bergabung, kedua wanita itu sudah seperti wanita yang sangar. Guratan wajah datar begitu jelas pada wajah dua wanita berhijab itu.


Fatim tersenyum melihat apa yang dia butuhkan untuk membuat bom, sementara Sarah sudah mengambil dan melekatkannya pada tubuh ramping dan mungilnya. Jack terpana menatap istrinya, gamis panjang yang selama ini dia gunakan sudah  berbuah bentuk.


Wanita itu ternyata memiliki cara sendiri untuk membuat dirinya lebih leluasa disaat seperti ini, dengan santainya dia menarik resleting dari salah satu sisi gamisnya dan kedua ujung gamis itu kini dia lingkarkan di pinggang. Panah sudah siap di punggungnya, Samurai sudah tersemat gagah di pinggangnya. tidak lupa dua buah pistol yang tersemat di kedua paha ramping itu. Kerudung yang dia gunakan ternyata tidak sedikitpun membuatnya kesulitan.


“Apa kau tidak merasa berat dan kesulitan sayang?” Tanya Jack yang tidak menyiakan kesempatan untuk meraup pinggang ramping tanpa lemak berlebih itu.


Jack ternganga sesaat, kapan dokter muda itu belajar tentang strategi perang? Siapa yang melatihnya? Siapa sebenarnya gadis itu? Kedua orang mertuanya tampak biasa-biasa saja dan cenderung lemah. Bagaimana caranya mereka memiliki seorang putri yang luar biasa seperti ini?


“Abang, aku akan menuju posisiku. Abang berhati-hatilah, kita harus menang dan menghentikan ini semua.”


Cup!

__ADS_1


Dengan cepat wanita itu menyambar bibir Jack yang sedari tadi asyik dengan lamunan dan pertanyaan-pertanyaan yang bersarang di kepalanya. Mendapatkan ciuman kilat itu membuat Jack tersadan dan dengan cepat pria itu membalas ciuman sang istri. Pria itu menjadi lebih bersemangat dari sebelumnya.


“Jaga dirimu, aku tidak akan mampu bertahan jika terjadi sesuatu denganmu sayang,” Ucap Jack dengan tatapan mesra. Fatim yang melihat ke uwuan pengantin baru itu merasa kepanasan, bagai mana bisa mereka mengumbar kemesraan di hadapan orang lain. Fatim tidak bisa membalasnya karena posisinya dan David kini lumayan jauh dan tidak mungkin kan melakukan adegan manis itu saat ini.


“Ish dasar pasangan mesum!” Gerutu wanita itu sambil terus saja meracik bom olahannya. Tidak lupa juga gadis itu menyiapkan ketapel yang akan dia jadikan senjata rahasianya, Fatim tidak ingin membunuh musuhnya, dia hanya akan membuat mereka tidak berdaya.


“Semua pasukan! BERGERAK!” Semua pasukan bergerak, sementara pertempuran yang terjadi tadi di arah utara nampak mulai tidak berimbang, pasukan Simon mulai kewalahan dengan ketangguhan pasukan White Demon.


Sarah sudah berada di posisi yang nyaman untuknya bergerak, rimbunnya daun pohon tua itu membuatnya sangat nyaman untuk bersembunyi, dia akan menyerang pasukan Black Dragon. Wanita itu pun tidak ingin membunuh lawannya, dia hanya akan melumpuhkan mereka.


Ternyata pergerakan Sarah, tertangkap oleh sepasang mata yang memandangnya dengan tatapan memuja. Pria itu tersenyum lebar, matanya tidak melepaskan sedikitpun mangsanya.


“Cantik!”


❤️❤️❤️


Naaahh kan… kan… siapa tuh yang ngintip-ngintip. 🧐

__ADS_1


Hayuukk like, komen, vote dan subscribe ya. Jangan lupa hadian dan follow juga ya pemirsaaahh. Tengkyuuhh.


❤️❤️❤️🧐🧐🧐🌹🌹🌹


__ADS_2