
Keempat orang beda usia itu pun kini sudah berada di mal untuk membeli mainan, si kembar berjalan bergandengan. Seperti biasa Arya selalu mengalah untuk bersabar menghadapi celotehan adiknya. Sebanrnya Arya tidak tega melihat adiknya mengganti mainan kesayang yang diberikan sang papa, tapi menurut Arya hal ini dia lakukan agar Arista lebih berhati-hati dan bertanggung jawab untuk kedepannya.
Sampai di toko yang dituju mata Arista berbinar penuh cahaya bintang, mainan yang baru-baru kini terpajang dan membuat pikirannya jadi sedikit lupa dengan tujuan awal.
“Kakak, itu bonekanya lucu ya. Dedek mau beli ini sama yang itu kak, itu kan mainan masakan yang kayak di iklan tivi. ayo kak kita lihat kesana,” Ucap Arista yang mulai khilaf. Dasar perempuan ya dek, mode shopping nya langsung on hehehe.
“Loh dek, mainan kakak yang kamu pecahin adanya di rak sebelah sana!” Seru Arya menahan tangan sang adik, Rangga dan Arsi hanya diam sebagai penonton drama sepasang anak kembar nya yang membuat mereka semakin gemas. Pelayan toko pun ikut senyum-senyum melihat kedua bocah lucu itu.
“Kita lihat dulu kak harganya, siapa tau uang Dedek cukup.” Sahut Arista bersikeras dengan niatnya. Arya memutar bola matanya malas, tapi kali ini dia tidak akan membiarkan adiknya khilaf begitu saja.
“Dedek dengerin Kakak, tadi kesini niatnya mau ngapain?” Tanya Arya.
“Mau … hmmm mau beli mainan Kakak yang Dedek rusakin,” Jawab Arista dengan wajah memelas dan bibir yang mengerucut maju lima senti.
“Ya udah ayo kita beli dulu mainan kakak, nanti kalo ada lebihan uang baru lihat mainan yang Dedek suka. Ya ….” Ucap Arya penuh penekanan. Arista mengangguk lemah, langkah kakinya diseret terpaksa tapi dia pun merasa tak berdaya. Ingkar janji tidak pernah diajarkan kedua orang tuanya, jadi lah dia harus patuh dengan janji itu.
Rangga dan Arsi membuntuti anak-anaknya sampai di tempat yang mereka tuju. Arya Melihat barang yang dia inginkan, dengan cepat bocah kecil itu mengambil dengan senyum yang ceria.
“Dek harganya 650 ribu,” Ucap Arya.
“Waahh mahal sekali Kak, besok lagi jadi orang jangan suka berfoya-foya kak. Walau punya uang tapi kan Kakak harus berhemat, bagus lagi kalau Kakak sedekahkan.” Omel Arista. Arya menggaruk kepalanya yang mendadak gatal karena diomelin oleh sang adik.
__ADS_1
Mainan Arya sudah diambil dan sekarang saatnya melihat mainan Arista. Betapa terkejutnya sang adik melihat harga yang tertera dan ternyata uangnya kurang.
“Kak harganya 300 ribu, Gimana dong uangnya kurang.” Ucap Arista berbisik di telinga si kakak. Gadis kecil itu sudah tau malu ternyata. Rangga berniat untuk mendekati sang anak dan akan membelikannya namun dengan cepat Arsi memegang tangan Rangga dan menggeleng lalu berbisik di telinga suaminya.
“Biarkan mereka menyelesaikan masalah ini mas, dari sini kita akan mengajarkan kepada mereka tentang kebutuhan dan keinginan.” Ucap Arsi dan di jawab dengan anggukan oleh Rangga tidak ketinggalan senyuman maut yang selalu membuat Arsi jatuh cinta berkali-kali dengan suaminya.
“Hmmm Kakak ada bawa uang tapi cuma 50 ribu, gimana kalau kita cari mainan lain yang cukup sama uang kita,” Ucap Arya memberikan solusi. Arista berpikir sejenak, gadis kecil itu tidak mau meminta bantuan kedua orang tuanya karena tidak ada dalam perjanjian sebelum mereka berangkat belanja tadi.
Arista memilih mainan dan dia menyukainya, Harga yang diinginkan mereka pun juga sudah didapatkan. kini kedua bocah itu menuju kasir. Arya mengeluarkan dompet kecil tempat dia menyimpan uang saku lalu memberikan uang 50 ribu kepada sang adik.
Selesai belanja, Arsi mengajak mereka makan dulu karena bayi-bayi di dalam perutnya sudah minta makan. Kedua anak itu senang, walaupun tabungan Arista ludes tanpa sisa tapi dia bangga karena bisa bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.
*****
Setelah semuanya beres dengan cepat pria itu menghubungi Notaris yang selama ini membantu mengurus semua dokumen asetnya. Setelah menelpon Notaris, David segera menghubungi pengacaranya untuk mengurus perceraian dirinya dengan Novi. Setelah berbicara sebentar David pun mendatangi Fatim yang masih setia di kamarnya bersama Jay.
“Jay tidur Fat?” Tanya David dengan suara pelan saat memasuki kamar istri keduanya.
“Iya mas, mungkin dia kelelahan. Ada apa mas?” Tanya Fatim yang heran melihat David berada di kamarnya.
“Ikut aku ke ruang kerja Fat,” Ucap David. Pria blasteran itu memang jarang sekali romantis. Fatim menjawabnya dengan anggukan dan kini berjalan mengekori David menuju ruang kerja.
__ADS_1
David mendudukkan Novi di sofa, wajahnya serius dan hal itu membuat Fatim sedikit berdebar menebak-nebak. David meneguk air yang ada di gelasnya, lalu meletakkan kembali di atas meja.
“Fatim, jika aku jatuh miskin, apakah kamu masih mau menjadi istriku?” Tanya David serius. Novi mengerutkan keningnya, wanita cantik yang sudah sah menjadi istri seorang David Van Houten itu terdiam sejenak.
“Mas, kalau kamu jatuh miskin, apakah kamu mau berjualan soto bersamaku?” Tanya Fatim. Alih-alih menjawab pertanyaan suaminya kini wanita itu malah bertanya kepada David.
“Itu artinya aku akan menjadi karyawan mu sayang, tapi tidak masalah yang penting aku mendapatkan gaji yang pantas.” Jawab David sambil terkekeh. Fatim masih tidak mengerti kemana arah pembicaraan David saat ini. Apakah suaminya kini jatuh miskin dan tidak memiliki apa-apa? atau hanya sekedar mengujinya saja.
“Sayang, maukah kamu menemaniku ke rumah Arsi? aku sudah berpikir matang-matang untuk mengembalikan semua harta yang sempat aku rampas. Termasuk mengembalikan uang para pekerja yang mungkin pernah aku ambil dengan cara tidak memberikan hak mereka secara penuh.” Ucap David menjelaskan tujuannya. Fatim terkejut, dan terharu melihat apa yang terjadi pada suaminya. Hidayah sudah menyentuh hati seorang David, hal ini membuat Fatim langsung berhamburan kedalam pelukan sang suami.
“Aku akan mendukung semua niat baik mas, kapan kita akan kerumah Arsi mas?” Tanya Fatim dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena bahagia.
“Nanti malam, kamu coba hubungi dulu sahabatmu itu. Fat besok kita urus semua dengan Notaris dan pengacara yang mengurus perceraianku ya? setelah aku bereskan uang banyak orang dan sisanya aku akan bagi harta gono gini kepada Novi. Itulah sebabnya tadi aku menanyakan kepadamu jika aku jatuh miskin apakah kamu masih mau bersama ku, Accounting sedang menghitung semua kewajibanku, dan tidak menutup kemungkinan aku akan menjual aset. Aku ingin memulai semuanya dari nol dengan modal yang bersih Fat,” Ucap David panjang pendek.
Novi tanpa sadar langsung melakukan sujud syukur, dia tidak menyangka Allah sang maha membolak balikkan hati dengan cepat mengabulkan doa-doanya. kembali tangan wanita solehah itu terangkat mengucap syukur atas rahmat dan karunia Allah yang sangat mencintai hambanya.
“Terimakasih sayang, aku berharap Allah memberikan ampunannya kepadaku yang penuh dosa ini.” Ucap David yang kini sedang memeluk Fatim. Tidak terasa tetesan cairan bening itu meleleh dari kelopak mata bermanik biru itu.
❤️❤️❤️
Tidak ada yang bisa mencegah ketika Allah sudah memilih hambanya untuk kembali pada jalan yang benar. Episode ini mengandung bawang, siapkan cemilan dan tisyu ya 🥺🥺😢
__ADS_1
Yuuukk like, komen, vote dan hadiaaahh nya yaa pemirsaahh, tengkyuuuhh pemirsaahh ku tercinta.
❤️❤️❤️🥺😢🥺🌹🌹🌹