
Satu bulan telah berlalu sejak peristiwa perang akibat permintaan Betty kepada Monic dan Monic yang berhasil merayu pria bernama Simon. Seorang pria dengan kekuasaan yang tidak bisa dianggap remeh, Simon dan Martha saat ini sedang perang dingin.
Simon yang diketahui Martha sedang tergila-gila dengan Sarah, membuat wanita itu panas hati dibuatnya. Dia tidak mau ada selir lain yang akan menjadi kesayangan pria dengan pesona angker itu dan sebuah catatan lain Sarah adalah gadis muda.
Hal ini jelas akan menjadi ancaman baginya, Dari semua selir yang ada tidak ada yang berani menggeser posisi permaisuri. Simon sangat mencintai istri pertamanya, yang sering dia panggil dengan sebutan Maharani.
*****
“Mas, hari ini kita nggak usah kemana-mana kan?” Tanya Ngarsinah sambil membereskan tempat tidur mereka yang sudah tidak berbentuk lagi pasca perang nikmat semalam dan dilanjutkan pagi tadi.
“Padahal aku berencana kita jalan-jalan bawa anak-anak sayang. Rasanya kita kurang perhatian sama mereka,” Jawab Rangga sambil mendudukkan tubuhnya di sofa sambil menggendong Alino yang sudah terbangun lebih dulu.
“Badanku capek semua mas, gimana kalau kita bikin acara aja di belakang. Kita undang Yuni dan Fatim serta Sarah. Pasti suami-suami bucin mereka akan auto ikut,” Usul Arsi. Wanita itu memang sedang malas kemana-mana hari ini. Rangga mengangguk dengan senyum tampannya, itu sebuah ide yang bagus juga.
“Aku setuju sayang, segeralah kamu hubungi mereka dan sekalian saja tiga srikandi itu belanja. Biar aku siapkan halaman belakang,” Sahut Rangga mendukung istrinya. Dan sempurna sudah rencana liburan dadakan yang hanya di rumah saja.
Ngarsinah segera menghubungi ketiga sahabatnya itu dengan cara conference, mereka bertiga antusias dengan ide liburan Arsi. Sarah si pengantin baru pun turut semangat, dengan cepat dia meminta sang suami untuk bersiap.
Jack yang kini sudah bucin parah dan tidak mau jauh-jauh dari sang istri hanya bisa mengangguk, senyum tampan yang di sematkan pada bibirnya membuat Sarah senang.
__ADS_1
“Oke ya semuanya, jangan lupa tolong sekalian belanja. Terserah kalian aja ya mau beli apa,” Ucap Ngarsinah sebelum mengakhiri panggilannya.
“Arsi, ini mau beli ikan juga nggak?” Tanya Yuni. Wanita itu akhir-akhir ini sedang senang dengan ikan laut, entahlah apa yang terjadi padanya.
“Boleh juga tuh, si kakak dan abang juga seneng tuh sama ikan laut. Sarah kamu ngelewatin penjual jagung gak?” Tanya Arsi.
“Bisa di lewatin mbak, aku juga mau beli itu sih sebenarnya hehehe. eh iya mbak, boleh request nggak?” Tanya Sarah tiba-tiba.
“Boleh doong, mau apa?” Tanya Arsi antusias.
“Mbak kok aku tiba-tiba pengen makan soto lamongan tapi buatan mbak Arsi, tuuh kan jadi ngeces aku hahaha!” Tawa keempat wanita itu pun pecah saat melihat Sarah yang mengelap liurnya di ujung bibir.
Pembagian tugas pun masih terus berlangsung, Fatim pun tidak ketinggalan mencatat apa saja yang mau di beli. Keinginan suami dan anaknya juga Theo yang sekarang menginap di rumah mereka.
“Gaaeess, aku juga belanja kepengenan anak-anak dan suamiku ya,” Ucap Fatim. Wanita itu nampak bersemangat menyambut acara liburan dadakan itu. Dirasa sudah cukup, panggilan pun berakhir.
Kini semua anak-anak sudah bangun dan mereka berempat kini sedang berada di kamar luas milik Rangga dan Arsi. Kedua bayi berada di ranjang yang sudah rapi, sementara kedua kakaknya ikut naik dan bermain dengan kedua bayi lucu itu.
“Adek … nanti kita mau bikin garden party di belakang, semua om dan tante juga datang. adek pake baju yang bagus ya, nanti kita beli balon juga.”
__ADS_1
Celotehan Arista yang di sahuti senyum terkembang oleh gadis mungil yang sedang bergerak lincah. Arya sedang memegang pistol mainan dan memberikannya pada Alino.
“Biar aja mereka main balon ya dedek Al, kita nanti main perang-perangan ya. Dorr! Dor! Dor! aakkhhh abang kena!” Teriakan Arya yang seolah sedang terkena tembakan karena Alino sedang memegang pistol mainan berukuran kecil di tangannya.
Mereka terus saja saling bersahutan dan kedua bayi yang sangat bahagia itu ikut tertawa terbahak-bahak.
“Ooooo … oooo,” Sahut kedua bayi montok itu merespon celotehan kedua kakak mereka. Rangga yang melihat pemandangan itu pun merasa sangat bahagia, pria itu sangat bersyukur sudah diberikan keluarga sempurna seperti ini.
Televisi besar yang berada di kamar Rangga sedang menayangkan berita sekilas, menjeda tayangan film kartun kesenangan anak-anak mereka. Awalnya Rangga hanya melihat sekilas saja, namun beberapa saat kemudian pria itu terdiam dan mulutnya sedikit terbuka karena terkejut.
“Telah ditemukan jenazah wanita yang ditemukan dalam keadaan tergantung di rumah mewah. Sebuah kartu identitas ditemukan dalam dompet korban dan diketahui bernama Betty,”
❤️❤️❤️
Loh kok Bisa??? Waduh Betty dibunuh atau bunuh diri ya? 😱
Yuukk like, komen, vote, hadiah dan subscribe ya pemirsaah tengkyuuuhhh. Jangan lupa nantikan kisah perjalanan Jack dan Sarah ya.
❤️❤️❤️ 😱😱😱 ❤️❤️❤️
__ADS_1