Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 68: Bertemu Lagi


__ADS_3

David dan Novi melangkah masuk ke restoran langganan mereka, makan siang yang terlambat karena tadi Novi menjalankan terapi program kehamilan. David memilih tempat dimana dia sering duduki, Novi memesan makanan pilihan mereka untuk siang ini. 


Sayang, kata terapis nya tadi aku disuruh ke psikiater, karena dia bilang ada masalah dengan psikisku. Padahal aku nggak ngerasa kenapa-napa loh sayang," ucap Novi membuka pembicaraan. Saat dia terapi tadi David sibuk menerima panggilan kerja dari kantornya, jadi pria itu tidak banyak mendengar apa yang dokter ahli kandungan itu berkata.


Novi sempat tersinggung, karena dia awam dengan psikolog dan psikiater, kebanyakan orang yang kesana karena ada masalah kejiwaan. Wanita itu kesal, karena menurut dia kejiwaannya baik-baik saja, tidak ada masalah dan dia bahagia selama hidup bersama David. 


"Kamu nggak tanya detail kenapa harus kesana? Kalo emang kamu tersinggung harusnya kamu utarakan langsung ke dokternya. Ngomel di depan aku emang aku bisa apa, nov?" Jawab David berakhir dengan pertanyaan karena David juga merasa kesal, istrinya hanya berani bicara di belakang orangnya.


"Ya nggak gitu juga sayang, aku kan tetap harus jaga image. Ntar klo aku langsung ngomong gitu, dibilang bar-bar lagi."


Novi terus saja berargumen, tidak ingin disalahkan oleh David. Hal inilah yang membuat pria bule itu sering merasa tidak nyaman dengan Novi. Ngarsinah dulu tidak pernah bicara keras kepadanya, bahkan dialah yang sering melakukan itu. Pikiran David kembali mengingat kebersamaannya dengan wanita lembut namun memiliki pendirian kuat itu, seperti ini inilah yang sering orang bilang. 


'Jika sudah pergi baru terasa kehilangan' David menyesal sudah mencampakkan Ngarsinah, tapi semua sudah terlambat. Tiba-tiba wajah Novi menegang, pandangannya terkunci bersama masuknya dua sejoli yang dia sangat kenal dengan wanitanya. 


"Arsi …" gumam Novi lirih, namun masih bisa didengar oleh David. Pria itu mengerutkan keningnya melihat wajah Novi yang sulit untuk dibaca, David menoleh mengikuti arah mata istrinya. 


Pria itu tidak terlalu kaget lagi karena beberapa kali bertemu, namun hari ini ada yang membuat hatinya memanas, pria yang bersama Arsi nampak baik dan mesra menatap mantan istrinya itu. 


"Dia semakin cantik" bisik Rangga dalam hatinya. Tidak ingin melihatnya berlama-lama, pria itu kembali meluruskan pandangannya menatap sang istri yang masih saja menatap Ngarsinah dengan pandangan heran, takjub dan iri. 

__ADS_1


"Arsi bener-bener berubah, sekarang dia bukan wanita kampungan lagi. Bos siapa yang sudah nyimpen si janda mandul itu? Jelas disayang dia sama yang nyimpen, kan nggak bisa punya anak. Nggak akan ada yang menuntut dan melabraknya, ck … ck …" Gumam Novi dalam hati, ternyata Novi masih aja berhati iblis, tidak bisa berpikir positif dikiiit aja. 


Arsi yang menyadari dirinya sedang di perhatikan oleh Novi, berusaha tenang. Tadi dia sempat terkejut menyadari adanya David dan istrinya di restoran yang sama, tapi wanita cantik yang cerdas itu dengan cepat menguasai diri. 


Rangga menanyakan ada apa dengan Arsi, wanita itu meneguk minumannya terlebih dahulu, pelayan baru saja mengantarkan minuman sementara makanan yang dipesan sedang diproses. 


"Mas itu di belakang kamu ada David dan Novi yang sedang memperhatikan kita, aku tidak akan bereaksi apapun kalau nanti Novi usil. Aku berharap kamu juga yang tenang ya," jawab Ngarsinah kalem, wanita itu sudah mempersiapkan diri sebelumnya, dengan adanya keterbukaan dengan Rangga membuat wanita itu merasa tenang. 


"Tenang aja sayang, kita liat aja nanti," ucap Rangga mengerti dengan apa yang dimaksud oleh calon istrinya itu. Mereka makan dengan tenang, karena setelah ini masih ada agenda belanja bahan-bahan kue yang Arsi butuhkan untuk wedding cake mereka. 


Benar saja saat sudah mau pulang, Novi dan David sudah lebih dulu bediri dan akhirnya melewati meja Arsi dan Rangga. 


"Hay Nov, iya dong kan ngikutin orang kota, biar ada kemajuan say." 


Jawaban Ngarsinah membuat Novi kaget, hal ini sungguh diluar dugaannya, dulu wanita itu sangat mudah untuk di bully. Ngarsinah yang menyadari keterkejutan Novi hanya tersenyum. Dengan santai wanita yang sering di bilang janda mandul oleh Novi itu menyeruput minumannya dengan elegan. 


Novi kesal dengan sikap Ngarsinah, David menggamit tangan istrinya untuk segera pergi dari situ. Namun Novi masih mengeraskan tangannya, ingin sekali dia menjatuhkan harga diri wanita yang pernah menjadi sahabatnya itu. 


"Mari Arsi, mas, kami duluan. Maaf sudah mengganggu makan siang kalian," ucap David memutus harapan Novi. 

__ADS_1


"Silahkan pak, ah tidak masalah, saya tidak keberatan kalau ada teman Arsi yang ingin temu kangen. Sayang nggak di tawarin duduk temennya?" Jawaban Rangga atas ucapan David tadi, tidak lupa pria itu mengingatkan sang calon istri untuk mengajak temannya duduk bersama, walaupun itu hanya sekedar basa basi.


"Waahh hebat ya kamu Arsi, gadis kampung ketemu bos besar, bisa langsung di sulap jadi kece badai gini. Sungguh aku mau dong diajarin gimana caranya bisa bikin si bos meleleh sama kamu," ejek Novi dengan bahasa yang berusaha diperhalus olehnya. Ngarsinah mulai tidak nyaman dengan kalimat sindiran dari Novi, melihat hal itu, Rangga tidak tinggal diam. 


"Ehem, mbak nya salah, Justru pengusaha kue ini yang sudah merubah dan saya yang berhasil membuat Arsi meleleh. Jadi harusnya mbak belajar sama saya, mau saya ajarin?" Balas Rangga dengan senyum genit. 


Sontak Novi membulatkan matanya, wanita cantik itu sepertinya salah mencari musuh. Tatapan mata David langsung menghunus ke arah istrinya. 'Gila ni orang, nggak liat apa aku lagi sama suami, main samber aja. Dasar laki-laki genit nggak tau diri!' umpat Novi dalam hati melihat Rangga dengan tatapan yang menginginkannya. 


"Ma-maaf mas, kami permisi dulu, mari Arsi kami duluan." David dengan sedikit menghentak tangan Novi langsung bergegas pergi. Rangga dan Arsi tersenyum dan mengangguk, tidak lupa Rangga melambaikan tangannya dengan menggerakkan jari ke arah Novi yang masih saja menatapnya tak percaya. 


Setelah memastikan sepasang suami istri itu keluar dari restoran, Rangga dan Arsi tertawa bersamaan. Mereka seperti habis menonton film komedi, Arsi sampai memegang perutnya dan mengangkat jempolnya ke arah Rangga. 


"Mas kamu memang the best, aku nggak nyangka kalo kamu bener-bener gokil, hahaha!" Pujian tulus atas kecerdasan sang calon suami saat menghadapi sindiran Novi sungguh di luar dugaan Arsi. 


"Dia salah cari musuh, sayang"


❤️❤️❤️


Seru ni, berantemnya cerdasss 🤣🤣🤣, Rangga bisa juga ya acting om-om senang 🤣🤣🤣

__ADS_1


Yuukk like nya di banyakin, komen, vote dan hadiaah nya yaa pemirsaaahh. Oya yang mau silaturahmi yuk kita ngobrol di GC, tengkyuuhh pemirsa ❤️❤️❤️🥰🌹🌹🌹🤣


__ADS_2