
Waktu begitu cepat berlalu, dua sejoli yang semakin mesra dari hari kehari tampak semakin sibuk. Masa iddah Ngarsinah sudah berlalu, hal ini membuat Rangga semakin tidak sabar untuk menikahi wanita pujaannya itu.
Si kembar hampir tiap hari main kerumah Ngarsinah, walau tanpa pesta pembukaan sebuah usaha, Arsi dan Yuni memberanikan diri membuka toko kue kecil di halaman rumahnya. Bram ikut membantu kedua wanita itu dalam pembangunan dan dekorasi toko mungil itu.
'Why A Bread & Cake' itulah nama toko kue kekinian yang kini di sukai oleh kaum muda. Tempatnya yang asik untuk nongkrong menikmati kue dan minuman yang dijual, semakin menjadikan tempat itu tidak pernah sepi dari pelanggan.
Tempat yang tidak jauh dari jalan itu menjadikan 'Why A' nyaman untuk dikunjungi. Rencana Arsi untuk masuk ke perusahaan, menjadi vendor dalam urusan snack box terpaksa sedikit tertunda karena penggarapan toko kue ini sangat menguras perhatian dan tenaga duo wanita cantik itu.
"Jean, lo tau aja sih tempat nongkrong yang keren gini?" Tanya Novi kepada temannya yang saat ini sedang memasuki toko kue, dimana mereka juga bisa menghabiskan waktu dengan teman atau kekasih.
"Lo sih nggak gaul, ini udah banyak yang posting orang Nov. Makanya jangan mandangin David mulu, jadi gak tau ada yang oke," jawab Jean dengan sedikit cemberut. Setelah memesan kue dan minuman yang mereka inginkan, kedua sahabat itu pun mencari tempat yang nyaman untuk ngobrol dan selfie-selfie.
"Jean, lo tau nggak dokter kandungan yang paten? David makin ribet sekarang, tiap hari yang ditanya gue udah telat haid apa belum. Huuff lama-lama gue takut David ninggalin gue Je," tanya Novi kepada sahabatnya itu, Novi tau sepak terjang Jean dalam hal ini.
Jean yang terbiasa dengan kehidupan bebas, sudah pasti akan merawat dirinya dengan dokter-dokter terbaik di kota ini. Setelah memasukkan satu sendok red velvet cake kedalam mulutnya, Jean menganggukkan kepala.
"Ada, lo udah pernah cek kesuburan belum? David sendiri gimana?" Tanya Jean dengan bertubi-tubi, wanita dengan penampilan memukau itu tau kemana dia akan mengarahkan sang sahabat.
"Udah sih, waktu awal kami bersama. Hasilnya gue dan David dinyatakan subur, tapi gue bingung kenapa sampe sekarang gue nggak kunjung hamil," jawab Novi dengan raut wajah gusar, wanita cantik yang semakin keren secara penampilan itu mengungkapkan keresahan hatinya.
__ADS_1
Jean memahami apa yang sedang dialami oleh sahabatnya itu, Novi tidak ingin kehilangan David karena bisnis David yang sekarang semakin naik. Untuk membuat Novi hamil tidak sedikit uang yang sudah di keluarkan oleh pria tampan berwajah bule itu. Hidup Novi sudah terlanjur enak dan bergelimang kemewahan sejak resmi menjadi istri sah David.
“Besok lo ikut gue, kita akan ketemu dengan dokter Leo,” ucap Jean dengan yakin dan di jawab anggukan oleh wanita cantik itu. Untuk beberapa waktu mereka menghabiskan waktu sambil menikmati hidangan yang tadi mereka pesan. Setelah satu jam lebih mereka nongkrong, kedua sahabat itu pun keluar dari toko Roti milik Ngarsinah, tidak lupa Novi membelikan lemon cake kesukaan David. Jean juga membungkuskan roti dan kue untuk suami tanpa ikatan miliknya.
Yuni yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan itu hanya tersenyum penuh arti, dia yang menggunakan masker dan celemek serta topi yang bertuliskan nama toko mereka. Dengan menutup sebagian wajahnya tentu saja tidak dikenali oleh Novi.
Ngarsinah hari ini akan belanja bahan-bahan kue dan sekalian menjemput anak-anak di sekolah, karena papanya sedang ada meeting dan si kembar tidak ingin dijemput supir. Rangga meninggalkan satu mobilnya untuk Arsi agar wanita cantik itu tidak kerepotan saat melakukan aktivitasnya, Ngarsinah tidak bisa menolak karena dia memang sangat membutuhkan kendaraan roda empat tersebut saat ini.
“Yun aku berangkat dulu ya, kamu ada titip apa lagi?” tanya Ngarsinah kepada sahabatnya yang masih standby menjaga toko dan melayani beberapa pelanggan. Setelah selesai dengan tugasnya, Yuni mengambil catatan yang akan dia berikan kepada Arsi.
“Ini list yang aku butuhkan Si, oya nanti ada beberapa orang yang akan mendaftar jadi karyawan. Kalo kamu belum pulang aku aja yang ngetes mereka ya?” tanya Yuni setelah memberikan selembar kertas.
Acil perantau dari Kalimantan Selatan, dan Arsi merasa nyaman dengan keberadaannya dirumah mereka. Yuni berpikir sejenak untuk membuatkan ruangan untuk Acil tempati beristirahat.
“Bagus tuh lagian kasihan juga dia ngontrak kan disini, sip lah ntar aku hubungi mas Bram untuk minta tolong tukangnya bikinin kamar di sebelah kamar aku ya?” Tanya Yuni meminta persetujuan dari si empunya rumah.
Setelah beberapa saat mereka berbincang akhirnya Ngarsinah pun berangkat untuk belanja. Belanja dengan langganan sangat memudahkan wanita cantik itu untuk mempersingkat waktu. Saat di jalan mau menjemput si kembar, Rangga menelepon wanita yang menjadi pujaan hatinya.
Setelah mengucapkan salam dan berbasa basi sebentar Ngarsinah langsung menanyakan keperluan Rangga karena dia harus tetap berkonsentrasi membawa kendaraan pinjaman Rangga tersebut.
__ADS_1
“Ada apa mas? aku lagi nyetir nih,” tanya Ngarsinah singkat, tidak lupa dia memberi tahu kondisinya.
[Sayang, kamu katanya mau masuk jadi vendor di perusahaan ku, bu Puji tadi nanya kok proposalnya belum masuk?” tanya Rangga, sebenarnya pria itu bisa saja menanyakan nanti saat dirumah, tapi rasa rindu membuatnya tidak sabar untuk sekedar mendengar suara wanita pujaannya itu.
“Mas, kata bu Puji aku harus taruh jaminan dulu kalau mau jadi vendor di perusahaan kamu,” jawab Ngarsinah apa adanya, sebelum mengajukan proposal Ngarsinah memang sempat bertemu dengan bu Puji bagian logistik dan pengadaan barang.
[Loh sejak kapan ada jaminan seperti itu? nanti aku tanyakan lagi ya sama dia,] ucap Rangga yang sedikit terkejut dengan apa yang disampaikan Arsi, duda tampan itu juga sampai bertanya dengan rasa bingung.
“Ya ditanyakan aja mas, tapi nggak usah dimarahin, lagian aku pikir sebaiknya menunda dulu untuk kerjasama dengan perusahaan. Karena toko roti saat ini lagi butuh perhatian, Karyawan juga kurang mas, hari ini baru buka rekrutmen. Oya mas, aku ada bikin lemon cake, kamu mau?” jelas Ngarsinah panjang lebar.
[Mau dong, tinggalin aku satu porsi ya sayang, kamu jadi jemput anak-anak kan?”] tanya Rangga sebelum mengakhiri pembicaraannya.
“Iya ini sudah sampai di sekolah anak-anak, aku tutup ya mas teleponnya, aku mau keluar nih ke tempat orang tua menunggu. Mas Rangga jangan lupa makan siang,” ucap Ngarsinah mengakhiri pembicaraannya dan Rangga pun sedikit berbasa basi sebelum akhirnya mereka benar-benar mengakhiri pembicaraannya.
“Kenapa om ngeliatin mama saya?”
❤️❤️❤️
Novi kena Karma tuuhh, semangaat Arsi bangun usaha nya.
__ADS_1
Yuuuk like yang buanyak, komen yang buaanyak, kasih masukan ya pemirsa agar author bisa makin kreatif. Vote dan hadiahnya janga lupa ya, tengkyuuhh pemirsaaahh❤️❤️🌹🌹🌹