
Makan siang mereka bertiga berjalan lancar dan kembali riang. Ngarsinah tidak ingin membahas kenapa Arya menghampiri David, wanita itu berencana untuk menanyakannya ketika mereka sudah sampai dirumah. Arsi tidak ingin merusak mood makan kedua anaknya.
Selesai makan, Mobil mewah Rangga yang di pakai Ngarsinah pergi meninggalkan restoran. David terus memperhatikan gerak gerik Ngarsinah, mata pria itu membulat, hatinya mencelos. Janda nya kini hidup mewah dan bahagia bersama dua anak yang sudah memanggilnya mama, sementara David yang sudah menghabiskan banyak uang untuk membuat Novi hamil masih belum juga membuahkan hasil.
‘Sampai kapan aku menunggu seorang anak yang akan memanggilku Daddy? aku tau mereka bukan anak dari rahim mu Arsi, tapi mereka terlahir dari hatimu yang tulus. Arsi …’ gumam David di dalam hatinya. Kejadian tadi membuat David tenggelam dalam pikirannya yang tanpa sadar pria tampan berwajah bule itu mengeluh akan keadaannya.
"Arsi, aku ingin memulai kisah kita, membangun rumah tangga yang bahagia. Apakah kamu bersedia?" Bayangan masa lalu berkelebat di pelupuk mata David. Hatinya nyeri mengingat hal itu, teringat kembali saat dia menjatuhkan talak tiga dan memberikan sumpah serapah kepada mantan istrinya.
'Apakah aku menyesal sudah menceraikannya? Aahh tidak-tidak, mungkin aku hanya terkejut saja melihat Arsi yang kini berubah menjadi cantik. Novi lebih dari dia, lebih segala-galanya' gumam David dalam hatinya. Pria itu merasakan kegamangan, lama tidak bertemu sekarang Ngarsinah tampak bahagia dengan kehidupannya.
Ping!
David segera membuka ponselnya yang berbunyi, sebuah pesan dari Bram yang mengganti tempat pertemuan mereka besok. Bram memberikan alamat sebuah toko roti 'Why A bread & cake'.
David segera membalasnya menyatakan setuju, pria itu berharap bisa menjadi supplier di seluruh hotel milik Bram. Dengan cepat pria tampan itu meninggalkan restoran dan kembali bergelut dengan pekerjaannya.
*****
Hari begitu saja berlalu, setiap insan sibuk dengan urusannya masing-masing. Begitu juga dengan kehidupan David dan Novi, hari ini David sudah berjanji kepada Novi untuk mengantarnya ke dokter Leo, atas rekomendasi Jean. Jean tidak ikut mengantar karena dia ada pekerjaan, jadilah sepasang suami istri itu hanya berangkat berdua saja.
__ADS_1
Sampai di tempat praktek dokter Leo seorang ahli kandungan, sahabat Jean. Novi merasakan perubahan di diri suaminya, biasanya David sangat perhatian dengannya, tapi sejak pulang kerja kemarin, David lebih banyak melamun dan tampak resah. Novi tidak berani bertanya karena dia tidak ingin menyulut emosi David yang nantinya akan berimbas pada dirinya sendiri.
Jean sudah mendaftarkan nama Novi dan David, hingga mereka tidak harus mengantri lama, Novi sedikit gelisah takut jika nanti dokter menyatakan bahwa dirinya tidak bisa hamil. Ketakutan Novi yang berlebihan sepertinya bisa di pahami oleh David, pria tampan itu menggenggam tangan istrinya.
“Yang tenang sayang, semoga dokter Leo bisa membantu kita untuk memiliki anak, tenanglah …” ucap David lirih sambil menggenggam erat tangan Novi dan menyalurkan kekuatan kepada sang istri.
Saat giliran mereka pun tiba, dokter Leo menyambut pasangan suami istri itu dengan ramah. Setelah berbincang sejenak tentang perjalanan mereka berdua yang berobat kesana kemari, membuat dokter Leo paham dengan apa yang sedang mereka hadapi saat ini.
Cek kesehatan secara umum pun dilakukan, pengambilan sample ****** dan sel telur pun di lakukan, dalam tiga hari mereka berdua harus kembali untuk melihat hasil dan barulah dokter Leo bisa menentukan pengobatan seperti apa yang mereka butuhkan.
"Anda berdua harus tenang, banyak kasus pasangan sama-sama subur tetapi mereka harus melakukan rangkaian terapi untuk bisa mendapatkan keturunan. Teruslah berdoa dan berbuat kebaikan agar Tuhan memberikan kepercayaan kepada kalian berdua," ucap dokter Leo sambil mengantarkan mereka berdua sampai ke pintu ruang prakteknya.
"Baik dokter, saya akan lakukan apa yang anda katakan, tolong bantu kami untuk mendapatkan keturunan. Sekali lagi termakasih banyak dokter," ucap David menanggapi nasehat sang dokter, pria itu kembali berjabat tangan untuk berpisah.
Selama di jalan suami istri itu banyak diam, mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing. Novi semakin cemas dengan diamnya David, satu hal yang dia takutkan bukanlah kehilangan pria tampan yang nyaris sempurna itu, tapi juga takut kehilangan kemapanan finansial yang selama bersama David dia nikmati.
Sesampainya di rumah David hanya menurunkan Novi, sementara dirinya kembali tenggelam dengan pekerjaan. Hari ini dia janjian dengan Bram, karena lokasi yang dikatakan Bram baru, dia harus mencari-cari alamat itu terlebih dahulu.
"Istirahatlah sayang, jangan banyak berfikir, jika kamu sehat dan bahagia itu menjadi salah satu faktor penunjang untuk kita bisa segera memiliki anak. Aku berangkat kerja ya," ucap David setelah sekian lama diam, Novi menatap mata khas bule yang dimiliki oleh David, wanita itu mencari kebohongan di dalam sana, tapi dia tidak menemukannya.
__ADS_1
"Baiklah, kamu hati-hati ya sayang, cepatlah pulang aku bosan sendirian."
David mencium kening Novi sekilas, entah kenapa Novi merasakan kecupan di kening itu terasa hambar. Novi merasa David mulai berubah kepada dirinya, saat di ranjang panas mereka pun David tidak seperti dulu.
Seringkali Novi berpikir apakah pekerjaan yang membuatnya menjadi pria dingin, atau murni karena David kecewa karena Novi tak kunjung memberikannya seorang anak.
Di jalan David kembali terbayang kebahagiaan Arsi, mantan istri yang dia talak tiga dengan penuh kebencian. Jelas sekali anak lelaki itu begitu posesif melindungi wanita cantik yang di manggilnya mama.
Tidak lama mobilnya terparkir rapi di halaman parkir toko roti WHY A. Bram sudah menunggu, dan melambaikan tangannya ke arah David, pria tampan berwajah bule itu mengedar pandangannya, toko kue kecil tapi sangat nyaman untuk makan sambil nongkrong disini.
Yuni kaget melihat kedatangan David, dia ingin memberi tahu Ngarsinah yang sedang berjibaku di dapur bersama para karyawannya untuk membuat roti dan cake. Sementara si kembar asik makan cemilan sambil nonton televisi. Seperti sudah menjadi kebiasaan mereka akan menunggu papanya menjemput di sore hari atau jika Rangga lembur, tidak jarang si kembar menginap di rumah Arsi, Ningsih dan Boby jadi sering merasa kesepian karena cucu-cucunya sekarang benar-benar sudah lengket dengan Arsi.
“Rangga, segeralah nikahi Arsi, agar dia bisa tinggal bersama kita disini dan membuat rumah ini ramai kembali. Lihatlah sekarang si kembar lebih sering dirumah Arsi dari pada dirumah kita,” seperti itulah Ningsih yang selalu mendesak Rangga untuk segera menikahi Ngarsinah. Ningsih dan Boby sebenarnya sudah sangat menyukai Arsi, wanita cantik dengan sifat keibuan dan penyayang.
"Arsi, kamu tau siapa yang datang? Tuh mantan mu yang ngasih talak tiga" ucap Yuni berbisik di telinga Ngarsinah.
❤️❤️❤️
waspada Arsi, jangan mau ya kalo di rayu lagi sama David.😆
__ADS_1
Haayuukk pemirsa, like yang banyak, komen yang rame, Vote dan hadiahnya yaa, tengkyuuh pemirsa ❤️❤️❤️😘🌹🌹🌹