
“Abang! nggak usah ngomong gitu,” ucap Sarah lirih sambil mengerucutkan bibir mungilnya. Melihat istrinya dengan ekspresi lucu begitu, sontak membuat Jack semakin selera untuk ‘makan’.
“Hehehe saya hanya mengatakan dengan jujur Sarah,” ucap Jack dengan tawa tidak tau malu nya. Semua orang yang berada di sana, heboh tertawa dan saling melempar candaan. Hal itu tentu saja, membuat Sarah malu tidak ketulungan.
Rangga, David san Bram benar-benar dibuat mati kutu karena malu atas perbuatan Jack yang tidak tau tempat.
"Maaf ya bapak-bapak semua, mohon dimaklumi abang kami. Maaf pak, kami permisi dulu, mau mengamankan pengantin baru nya dulu. Hehehe," ucap Rangga yang sudah tidak tahan berlama-lama, dengan los dol nya si abang angkat.
"Iya nak Rangga, monggo. Bapak nitip Sarah ya nak, tolong ajarkan dia untuk menjadi istri yang solehah dan bisa membahagiakan suaminya." Ucap pak Mijo sopan.
Rangga dan ketiga sahabatnya itu pun mengangguk, mereka langsung menghampiri Jack dan Sarah.
"Ayo bang, kita jalan sekarang?" Tanya Rangga basa basi. Jack merasa lega karena bisa lolos, dari situasi yang membuatnya tegang lahir batin.
"Ayo Ga, ayo Sarah. Maaf semuanya, kami berangkat dulu." Ucap Jack sedikit membungkuk sopan.
"Bapak, ibu, Sarah pamit dulu." Ucap sarah dan mereka pun berlalu. Para ibu-ibu tidak berhenti berdecak kagum dengan sosok Jack, mereka seperti sedang bertemu artis dengan banyak pengawal. Dasar ibu-ibu kalau tidak ngerumpi, seperti ada yang kurang rasanya.
Suara gelak tawa dan celotehan receh mengalir dari mulut kaum hawa tersebut. Sementara kaum adam, merasa santai dengan apa yang dilakukan oleh sepasang suami istri itu.
Bapak-bapak yang sudah diberi tahu Rangga merasa hal itu wajar saja. Tak jarang mereka sedikit membahas tentang masa muda nya yang kurang lebih sama dengan kedua insan yang terpaut usia lumayan lama itu.
__ADS_1
Rombongan pun bergerak ke hotel yang sudah disiapkan oleh Rian, jangan ditanya bagaimana hebohnya rombongan ini. Sebenarnya Arsi ingin menginap di rumahnya yang kemarin sudah di tebus lagi oleh Rangga, tapi Jack memintanya untuk menemani malam pertamanya bersama Sarah.
What?!
Ya sepertinya Jack merasa takut kalau dia nanti lepas kontrol, bahasa yang di lontarkan Jack. "Aku butuh kalian dampingi," yaah seperti itulah keadaannya.
Rangga yang melihat orang sibuk berbulan madu, pikiran lelah nya pun ingin sekali memanaskan sang istri.
Saat di mobil, Rangga langsung membahas tentang niatnya.
"Sayang, sepertinya kita juga perlu melakukan apa yang mereka lakukan, hem?" Tanya Rangga sambil menaik turunkan kedua alisnya. Arsi yang mengetahui maksud suaminya, memutar bola matanya malas.
"Ada mama, ada suster. Ayolah sayang, dosa loh kalo nolak suami." Jawab Rangga. Wajah memelas pun dia pasang demi meloloskan keinginannya. Benar saja, ke empat anaknya kini pun berada di mobil yang berbeda, sepertinya sang suami sudah menyiapkan semua.
"Ish … mas ini, kita harus berjaga mas. Jangan sampai, terjadi apa-apa sama Sarah." Ucap Arsi. Mengingat perilaku se*s Jack yang ekstrim, membuat mereka semua berdebar. Rasa takut menguasai hati masing-masing orang.
"Sayang, kenapa kita seperti sedang ngeronda ya? Hehehe," ucap Rangga.
"Tapi kita bisa dong curi start sayang," lanjutnya lagi. Rangga tidak ingin misi nya gagal, urusan ngeronda bisa dia lakukan setelah urusanny dengan sang istri selesai.
"Iya … iya …." Jawab Arsi dengan tersenyum pasrah. Rangga yang mendapatkan lampu hijau, langsung cerah wajahnya. Semangat menginjak gas dan tidak sabar rasanya ingin segera sampai.
__ADS_1
*****
Di tempat lain, Betty merasa kesal. Amarahnya membuat wanita itu membanting apapun yang ada di hadapannya,rencananya akan menghilang dari bumi pertiwi ini gagal. Negara yang dituju kini sudah tidak mungkin dia gapai, Monic yang melihat putrinya seperti itu ikut pusing.
"Aaarrgghhh … kenapa semuanya jadi gagal ma! Jack dan Rangga kini berada di atas angin. Mereka semua laki-laki tidak berguna!" Teriak Betty. Penampilannya sangat kusut, tempat persembunyiannya selalu bisa di temukan oleh orang-orang Jack.
"Tenang sayang, sementara ini kamu disini aja dulu. Jangan menghubungi siapapun, dan ganti nomor ponselmu. Mereka bisa melacak keberadaan mu sayang," tutur Monic. Wanita itu merasa iba dengan keadaan putri satu-satunya yang kini hancur.
"Aku akan habisi mereka berdua ma, aku tidak akan biarkan perempuan-perempuan kampung itu menari diatas penderitaanku!" Teriak Betty histeris. Wanita itu meraung seperti macan betina patah hati.
Monic meraih tubuh putrinya yang kini sudah terbaring di lantai, jangan ditanya lagi bagaimana penampakan wanita berhati iblis itu. Sangat kacau dan mengerikan, rambut acak-acakan yang membuat kecantikan yang selama ini dia banggakan luntur sudah.
"Jika memang cara kasar tidak bisa, cara halus akan aku lakukan ma. Mereka tidak akan lolos lagi kali ini!"
❤️❤️❤️
Disaat ada yang bahagia, akan ada juga yang berduka. Itulah dunia, semoga kita selalu di jagakan hati ini untuk selalu berada di jalan-Nya. Aamiin.
Yuukk like, komen, vote, hadiah dan subscribe ya pemirsaaahh. Tengkyuuuhh love selautan untuk kalian semua.
❤️❤️❤️😱🥺😱❤️❤️❤️
__ADS_1