Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 139: Sang Mafia


__ADS_3

Sarah memutar tubuhnya agar bisa melihat kearah bos yang kini sedang tiduran di brankar pasien klinik pribadinya. Jack menatap sekilas Sarah, dan memutuskan pandangannya. 


“Baik tuan, saya akan ke kedai yang anda inginkan. Tuliskan saja pesan yang anda inginkan. Tapi saya akan melihat dulu bagaimana kondisi kesehatan anda, setelah hasil lab keluar.” Jawab Sarah dengan senyum manis walaupun hatinya kebingungan. 


‘Biasanya asisten rumah tangga yang membeli semua kebutuhan si bos, tapi ada apa dengan dirinya pagi ini? Dia terlihat aneh, ngasih bunga dan sekarang minta dibelikan kue. Ya Allah … apakah permintaannya kemarin untuk punya anak benar-benar akan dilakukannya?’ Gumam Sarah dalam hati. Otak cerdasnya mengaitkan dengan peristiwa kemarin. 


Setelah hasil lab diterima oleh oleh Sarah, gadis itu membaca dengan teliti. Dahinya berkerut melihat catatan kesehatan jack. Semuanya bisa dibilang aman dan baik-baik saja, Sarah melaporkannya kepada sang bos mafia yang memang terlihat bugar karena selalu berolahraga dan berlatih bela diri. 


Jack mencatat pesanan kue yang akan dibeli besok pagi. Karena jarak dari villa ke kota tempat kedai kue Arsi berada cukup jauh, jadi Sarah pun meminta temannya yang juga dokter di klinik itu, untuk menggantikan tugasnya. Klinik milik Jack lumayan lengkap karena semua anak buah dan karyawan yang bekerja dengan jack akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Kecuali jika klinik tidak bisa mengatasi maka akan dirujuk kerumah sakit yang ada di kota. 


*****


Waktu berlalu dan sore pun tiba. Di salah satu ruangan yang di tempati Betty, tampak wanita itu sudah bisa berjalan dan selang infus juga sudah terlepas dari tangannya. Betty berjalan menuju balkon ruangan itu, dan menatap keluar, sepi dan angin yang lumayan kencang menyapu kulitnya yang masih belum sempurna. Apalagi luka bekas cambukan yang ada di punggungnya. 


“Isshhh … kenapa lama sekali luka-luka ini sembuh. Dasar laki-laki sialan, dia sudah seperti binatang yang haus darah,” Ucap Betty lirih, wanita itu belum tau bagaimana perkembangan perusahaan Rangga. Rasa sakit yang mendera tubuhnya, membuat wanita itu ingin Rangga pun merasakan sakit yang sama dengan kehilangan perusahaannya. 


Seulas senyum tergores di bibir Betty yang lukanya mulai mengering. Beberapa hari ini wanita berhati iblis itu tidak bertemu dengan Jack, beberapa hari ini wanita tidak mendengar kabar apapun dari rekan kerjanya itu. 


“Kemana saja Jack tidak kelihatan batang hidungnya, aawww! sakit sekali …” Jerit betty tertahan dan kini dia memilih untuk masuk ke ruangannya untuk kembali beristirahat. Pikirannya masih menerawang dan sibuk menebak bagaimana keadaan Rangga yang sudah dibuat hancur oleh Jack.   


Ceklek!

__ADS_1


Sepertinya pria itu merasakan kalau Betty sedang menyebut namanya. betty menoleh ke arah pintu yang terbuka lebar. Jack masuk dan langsung menghempaskan tubuhnya di sofa. Sekilas pria itu menatap ke arah Betty yang terduduk di tempat tidurnya. 


“Syukurlah kau datang Jack,” Ucap Betty dengan tersenyum miring, karena memang bibirnya masih terluka. Jack berdiri dan mendekat ke arah Betty. 


“Aku sudah menyelesaikan kerjasama kita, tapi ada satu hal yang kamu harus tau. Aku sekarang sedang melakukan kerjasama baru dengan Rangga,” Ucap Jack santai. 


Betty terkejut mendengarnya, kedua mata wanita itu langsung membulat rasa tidak percaya. Kedua tangannya mencengkram pinggiran kasur dengan kuat karena menahan emosi yang mulai memuncak.


“Kenapa kau berkhianat jack?!” ucap Betty geram. 


“Aku tidak berkhianat, Betty dengar … aku melakukan kerjasama baru dengan Rangga setelah menyelesaikan pekerjaan dengan mu. Bahkan sekarang pun kau ada disini dan menikmati makan serta pengobatan gratis karena kebaikanku. Jadi kau tidak bisa mengatakan hal itu,” Ucap Jack tanpa emosi sedikitpun.


“Jangan khawatir, setelah ini aku akan keluar dari tempatmu Jack.” Ucap Betty dengan kesal. Tiba-tiba dia teringat dengan dokter Sarah yang diminta Jack untuk menjadi istrinya atau lebih tepatnya menjadi wanita yang bersedia mengandung benihnya. 


“Apakah kau sudah yakin untuk memiliki anak Jack?” Tanya Betty yang tidak bisa menahan rasa penasarannya. Dengan kalimat yang to the point wanita itu tanpa malu menanyakannya. 


“Hem … tentu saja, dan jika nanti aku menikah dengan dokter Sarah aku akan mengundangmu.” Jawab Jack dengan segaris senyuman tipis di bibirnya. Pria itu tidak menunggu komentar Betty selanjutnya dan langsung melangkah keluar ruangan dengan menutup pintu dengan sedikit kasar. 


*****


Di tempat lain, Arsi dan Rangga kini bernafas lega, tidak menyangka sama sekali masalah mereka bisa selesai dalam waktu yang sangat singkat. Kini sekesapakatn baru dengan Jack membuat sepasang suami istri itu kembali di buat bigung. Arsi yang sudah meninggalkan anak-anaknya beberapa hari ini merasa rindu dengan perannya sebagai ibu. 

__ADS_1


“Mas, aku mau ke kedai ya sebentar.” Ucap Arsi meminta ijin karena dilihatnya sang suami masih sibuk padahal hari sudah sore. Arsi mengemas barangnya, dia tidak membawa mobil sendiri, karena beberapa hari ini dia ikut ke kantor sang suami untuk menyelesaikan masalah perusahaannya. 


“Oke, kamu sudah kangen ya sama istana mu itu,” Sahut Rangga dengan senyum tampannya. Pria itu langsung menyambar pinggang ramping sang istri dan mendudukkannya di paha kokonya.


“Iya mas, Yuni dan Bram sudah selesai bulan madu, mereka tidak bisa seminggu penuh. Kata Yuni, suaminya itu ada kerjaan yang tidak bisa ditunda.” Ucap Arsi setelah meng-iya kan tebakan suaminya. 


“Oke deh, kamu juga persiapkan diri karena besok dokter Sarah akan menjadi tamu istimewamu. Aku berharap kita bisa membantu Jack dan aku pun berdoa semoga ini menjadi jalan hidayah untuk pria baik itu sayang.” ucap Rangga sendu. Pria itu bisa melihat sisi lain seorang Jack setelah mereka beberapa kali berinteraksi. 


“Iya mas, aku tidak memikirkan janji hadiah yang dia ucapkan, tapi aku melihat sebuah peluang untuk membantu nya menuju jalan yang benar. Semoga Allah memudahkan urusan kita dalam kebaikan ya mas,” Ucap Arsi mengusap lembut punggung suaminya. Suami istri ini memang sungguh ideal dan mampu membuat orang iri melihat keromantisan dan kekompakan mereka.


“Aamiin, Jack sebenarnya orang baik, mungkin selama ini tidak ada yang bisa membuatnya mengenal kelembuatan. Kerasnya kehidupan yang dia jalani membuat hatinya dingin dan buas, Heemm sayang, kita harus berusaha maksimal membantunya. Seperti yang dibilang Arista, paman Jack sparrow, bajak laut yang baik hati. Hahahaha ….” Tawa Rangga dan Arsi pun membuat obrolan mereka berakhir.


“Mafia berhati singa kini berubah menjadi mafia berhati ubur-ubur ….”


❤️❤️❤️


Kesimpulan Arsi sungguh bikin senyum lebaaarr 😆😆😆.


Mariii jempoolll nya pemirsaaah, komen, vote dan subscribe ya. hadiaah jgn ketinggalan pemirsaaahh, tengkyuuuhh.


❤️❤️❤️😆😆😆🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2