
Waktu berlalu tanpa terasa satu bulan pernikahan Fatim dan David, Novi menjalani hidupnya dengan berbagai rencana dan sudah berkali-kali mencoba untuk mencelakai Fatim, namun tetap kecewa. Kini Novi ingin menyenangkan diri dengan menemui Kaisar, tidak masalah baginya Kaisar yang gagal menjalankan misi asalkan masih bisa membuat kebutuhan biologisnya terpenuhi.
Sebelumnya sampai ke apartemen Kaisar, Novi pergi ke supermarket untuk berbelanja. Saat memilih barang yang diinginkan Novi tanpa sadar melihat seseorang yang dia kenal, Dan saat benar-benar matanya memastikasn siapa yang sedang berjalan dengan perut besar dan seorang pria tampan yang selalu setia berada di sebelahnya.
“Arsi, itu beneran dia kan? apa bener dia bisa hamil?” Gumam Novi lirih dan menghentikan langkahnya dengan sepasang netra yang terkunci pada sepasang manusia yang tampak asyik berbelanja. Berbagai pertanyaan terus saja mengalir dan semuanya dia bisa jawab dengan mudah karena Arsi memang sedang hamil.
Ngarsinah yang merasa ada mata yang mengawasinya dengan cepat dia mengedarkan pandangan dan akhirnya wanita itu bisa menangkap orang yang sedang memperhatikannya dengan tatapan tak terbaca. Ngarsinah mendekati Novi yang masih setia dengan mematung di tempatnya.
“Novi … kamu belanja disini juga?” Sapa Ngarsinah dengan ramah, wanita itu tidak membahas atas kejadian sebulan yang lalu. Novi tersentak dengan sapaan ramah dari orang yang sempat ingin dia celakai, dengan kikuk Novi tersenyum.
“Iya, Arsi selamat ya kamu hamil.” Itulah kalimat yang berhasil lolos dari bibir Novi dan tatapannya kini sudah berpindah ke perut buncit Ngarsinah. Dengan pelan Arsi mengusap perutnya dan mengangguk.
“Iya … terima kasih Nov. Loh bukannya waktu itu kita bertemu di dokter kandungan yang sama ya?” Tanya Ngarsinah dengan kening yang berkerut. Novi sontak terkejut dengan apa yang ucapkan oleh wanita hamil yang berada di hadapannya saat ini.
“I-iya … aku tidak berhasil mempertahankan bayi ku Arsi,” Jawab Novi dengan wajah yang sudah di buat sedih. Tentu saja saat ini dia sedang berbohong, dalam hatinya wanita itu mengumpat sejadi-jadinya.
“Ohh … maaf Nov, semoga kamu sabar menerima ujian dari Allah, dan aku berdoa semoga kamu akan segera diberikan momongan. Aku permisi duluan ya Nov, maklum ini kaki sudah tidak terlalu kuat lama berjalan.” Pamit Ngarsinah setelah memberikan doa terbaik untuk orang yang pernah berbuat jahat kepadanya.
Di sudut lain seseorang tengah mengawasi gerak gerik Novi, Beberapa gambar sudah berhasil dia ambil. Novi tersenyum dan sesaat menyempatkan diri cipika cipiki sebelum benar-benar berpisah dari Arsi.
‘Mana bisa aku hamil, sudah lama David tidak menyentuhku. Suami macam apa dia itu, beristri lagi harusnya bisa adil juga kepadaku!’ Rutuk Novi dalam hati, rasa kesal kini memenuhi relung hatinya.
Dengan cepat wanita itu menyelesaikan belanjanya dan langsung menuju apartemen Kaisar. Sementara Ngarsinah juga sudah menyelesaikan belanjanya dan kini dia mengajak suaminya untuk makan, padahal baru beberapa jam yang lalu wanita itu makan, dan sekarang sudah merasa lapar lagi. Perbincangan suami istri itu pun terjadi.
“Mas, tadi liat nggak sikap Novi yang gelisah?” Tanya Ngarsinah. Mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.
“Iya sih … atau mungkin dia merasa kaget aja sayang, melihat kamu hamil. Apalagi sekarang kamu makin cantik,” Jawab Rangga yang tidak lupa untuk menggoda istrinya.
“Apaan sih mas … jangan modus deh. Mas aku serius nih, aku jadi inget sama siapa namanya yang kemaren sempat aku hajar itu?” Tanya Ngarsinah.
__ADS_1
“Kaisar ….” Jawab Rangga.
“Ya … bener, apa kabar itu orang mas?” Tanya Ngarsinah yang mulai menyeruput jus mangga pesanannya.
“Dia pergi seperti ditelan bumi, Tapi aku tidak mau mencarinya lagi sayang, entah kenapa aku melihatnya bukan orang yang berbahaya. Gimana menurut kamu sayang?” Tanya Rangga lagi.
“Entahlah mas, aku masih bingung apa sih motif dia mencelakai aku. Kalau benar itu orang suruhan Novi pastinya Novi membayar mahal untuk tindakan kriminal seperti itu, ya kan?” Tanya Ngarsinah setelah menjawab pertanyaan Rangga.
“Yaa … itulah hati wanita sayang, susah di tebak. Kadang baik dan dalam waktu cepat akan berubah buruk, Sebaiknya kamu menjauh saja dari Novi, bisa jadi ada rasa iri di hatinya yang memicu untuk dia berbuat jahat kepadamu, tanpa berpikir lagi tentang resiko dan biaya yang dikeluarkan. Kasihan David ya sayang,” Jawaban Rangga membuat Ngarsinah berpikir jauh. Ternyata kata IRI itu bisa membuat manusia baik berubah menjadi buruk. Untuk sesaat Ngarsinah melamun dan kembali teringat masa-masa dimana dia masih bermain dan bercanda bersama Novi.
*****
“Kamu lama sekali, sedari tadi aku menunggumu.” Ucap Kaisar saat membukakan pintu apartemennya dan tampaklah wajah yang beberapa hari ini dia rindukan. Novi tersenyum manis melihat wajah Kaisar yang merajuk.
“Ish … kamu ini … jangan merajuk gitu, tadi aku bertemu dengan teman lama, jadi karena itulah aku terlambat sampai disini. Kamu sudah makan siang Kaisar?” Tanya Novi yang dengan cepat membongkar semua belanjaannya.
“Mana bisa aku makan duluan, kalau kamu belum sampai disini sayang. tapi … Sepertinya aku lebih ingin makan kamu siang ini.” Jawab Kaisar yang sudah berada di belakang tubuh Novi, tangannya kini sibuk beraksi menyentuh kedua buah kenyal kesukaannya.
Rasa lapar membuat kedua manusia yang kini sudah terkulai lemas di ranjang king size itu saling menatap dan tertawa bersama, dengan cepat Kaisar mengambil ponselnya dan memesan makanan lewat layanan online. Novi membersihkan diri dan memakai pakaian tidur dengan bahan super tipis, tampak sekali semua lekukan tubuhnya membayang dengan sangat menggoda.
Ting tong!
Dengan cepat Kaisar membuka pintu, pria itu hanya menggunakan bathrobe untuk mengambil pesanan yang diantar oleh kurir. Sementara itu di salah satu lorong, seseorang terus mengamati pergerakan dan kini bibirnya mengulas senyum kemenangan. Dengan cepat pria itu menghubungi seseorang yang sudah bersiap sedari tadi.
“Pak David segera kesini, aku akan memberikan hadiah besar untuk anda.” Ucap Bagas dengan suara yang sedikit di pelankan.
“Ok Bagas, share lokasinya sekarang.” Sahut David dengan langkah lebar meninggalkan ruang kantornya. Setelah mendapatkan lokasi yang akan dituju, mobil mewah milik pria tampan blasteran belanda itu melesat dengan kecepatan diatas rata-rata.
Sesampai di lantai yang tadi diinformasikan oleh Bagas, David segera masuk ke dalam lift dan menyiapkan sebuah kamera yang kini melekat pada bajunya. Kamera ponsel juga dia siapkan untuk back up, Bagas menunjukkan pintu unit apartemen milik kaisar dan sejurus kemudian–
__ADS_1
Ting tong!
Ting tong!
“Siapa sih? kan aku cuma pesen ini aja, kamu ada pesen sesuatu lewat ponselmu sayang?” Tanya Kaisar kepada Novi yang masih asik menikmati makan siangnya.
“Nggak ada, coba aja dibuka dulu sayang, siapa tau penting.” Jawab Novi tanpa sedikitpun curiga.
Ceklek!
“Hei siapa kau?! jangan mengambil foto orang sembarangan!”
❤️❤️❤️
Gubraaakk... kena looo Nopiiii 🤬
Yuukk like yang banyaaakk, komen, vote dan hadiah ya pemirsaaah ... tengkyuuuhhh.
❤️❤️❤️🤬🤬🌹🌹🌹
Dear pemirsaahh. Author mau promo novel othor yang lain ya. Mari mampir.
PASHMINA UNTUK KUPU-KUPU.
menceritakan tentang kisah wanita yatim piatu yang melakukan dosa besar dengan berselingkuh. Sonia yang sudah bersuamikan Kabir, berselingkuh dengan Zaki.
Disuatu waktu, saat Sonia hamil anak Zaki dan di usir dari keluarga suaminya, Sonia di tabrak oleh truck yang melaju kencang.
Sebuah keajaiban terjadi, sonia melewati portal waktu dan bagaimanakah kisah Sonia berikutnya? Yuk mari mampir pemirsaaah.
__ADS_1