Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 64: Rencana Pernikahan


__ADS_3

Rangga dan Ngarsinah masih terus berdiskusi, keinginan Rangga untuk segera memboyong wanita yang sudah menguasai hatinya itu kerumah besar. Setelah lama mereka berbincang, akhirnya diputuskan bulan depan pernikahan sederhana akan dilaksanakan di kediaman Rangga. semua tamu undangan juga sudah di catat dan juga makan dan tidak lupa penghulu. 


Besok Rangga akan mengurus surat menyurat nya, Ngarsinah merasakan kebahagiaan yang luar biasa. ujian demi ujian untuk sebuah kemantapan hati sudah mereka lalui, tapi ada satu hal yang membuat Ngarsinah risau. 


Kemunculan David kembali, bukan soal Davidnya yang membuat wanita itu resah tapi cara David memandang Ngarsinah yang sulit untuk wanita itu ucapkan. Apakah hal ini harus dia utarakan kepada Rangga agar suatu hari nanti tidak ada kesalahpahaman diantara mereka. Ngarsinah belajar dari kisah Betty tempo hari, karena kurangnya komunikasi dan Ngarsinah yang terburu-buru membuat kesimpulan yang akhirnya membuat dirinya sakit fisik dan juga hati. 


‘Baiklah aku harus membicarakan semuanya dengan mas Rangga, Komunikasi yang baik akan mengurangi resiko salah paham di kemudian hari,’ gumam Arsi bersemangat. 


“Mas, aku mau cerita sesuatu, tapi mas jangan salah paham ya,” ucap Arsi memulai pembicaraan disaat Rangga sudah melipat kertas yang berisikan list undangan. Karena Ngarsinah orang baru di kota ini dia tidak punya banyak teman, baru teman di ruangan pawang uang saja yang sampai sekarang masih berhubungan baik sekaligus menjadi pelanggan di kedai rotinya. 


“Ceritalah sayang, memangnya apa yang akan membuat aku salah paham? tanya Rangga setelah mempersilahkan Ngarsinah untuk bercerita. 


“Mas, kemaren waktu aku makan sama anak-anak, ketemu dengan mantan suamiku si David itu, kamu masih ingatkan?” Tanya Ngarsinah, pembukaan awal di ceritanya sangat didengarkan oleh Rangga dengan serius. 


“Ya, aku ingat pria berwajah bule tapi kasar itu, Apakah dia berkata kasar lagi ke kamu sayang?” tanya Rangga yang masih mengingat sosok David namun melupakan nama pria itu. 


“Justru karena dia tidak berkata kasarlah yang membuat aku tidak nyaman mas, bla … bla … bla …” panjang lebar Ngarsinah menjelaskan semua yang terjadi, termasuk kedatangan David kemarin yang sedang bertemu dengan bram ke kedai roti. Tidak lupa Ngarsinah menceritakan bagaimana putra mereka Arya, menjaga Ngarsinah dari pandangan David yang meresahkan dirinya. 


Sesekali Rangga berkerut khawatir dan akhirnya tertawa terbahak-bahak dengan apa yang dilakukan oleh putranya. Hatinya sangat bangga dengan sang putra, tapi pujian itu hanya bisa dia ungkapkan dalam hatinya. ‘Arya memang bisa diandalkan, ayo nak jaga terus mama kamu.’ 

__ADS_1


Rangga masih tertawa terbahak-bahak membayangkan bagaimana tajamnya mata seorang Arya ketika tidak menyukai seseorang. 


Ngarsinah merasa lega setelah menceritakan semuanya, wanita itu senang karena Rangga menanggapinya dengan positif, tidak ada yang salah dengan semua yang Ngarsinah sampaikan. 


Sementara Rangga merasa panas di dadanya, sebagai seorang pria dewasa yang sudah memiliki dua orang anak, sangat paham dengan kode yang diberikan David. Rangga mendapatkan ide untuk memajukan tanggal pernikahan mereka, David orang yang berpotensi merusak kedamaian hubungan nya dengan Ngarsinah, itulah saat ini yang duda tampan itu pikirkan. 


"Sayang, kita majukan saja tanggal pernikahannya ya?" Tanya Rangga, Arsi kaget mendengar apa yang Rangga ucapkan.


"Kenapa mas? Tadi kan udah mateng rencananya satu bulan lagi, laah kok sekarang malah di majuin," ucap Arsi yang menanyakan kenapa Rangga tiba-tiba berubah pikiran. 


"Aku tidak mau lama-lama, dan setelah aku pikir, satu bulan itu lama banget sayang," kilah Rangga berucap dengan tidak menunjukkan rasa cemburunya. Biarlah dia dibilang kegatelan karena sudah tidak tahan berlama-lama dekat janda cantik, daripada nanti melihat Ngarsinah digoda mantan suaminya yang tidak dipungkiri tampan dan mapan.  


‘Kayaknya santai tadi, laah ternyata jadi begini, mas Rangga kamu itu tetep aja gengsian,’ batin Arsi dalam hati, bibir gadis itu mengulas senyum, kepalanya mengangguk tanda setuju dengan apa yang direncanakan oleh rangga. 


*****


Malam berlalu dan dengan cepat digantikan oleh pagi begitu juga dengan hari, seperti biasanya semua orang kembali bergelut dalam kegiatan dan kesibukannya masing-masing. Tibalah hari ini waktu dimana David dan Novi kembali ke tempat praktek dokter Leo, untuk menerima hasil lab yang sudah mereka lakukan kemarin. 


Novi berusaha untuk tenang, wanita itu sudah tampak cantik dengan setelan berwarna cerah dengan motif bunga-bunga yang membuat penampilannya menjadi segar. Make up tipis sengaja dia poleskan agar David memberikannya pujian bahwa dia hari ini tampak lebih muda dari usianya.

__ADS_1


Entahlah apa yang terjadi dengan Novi saat ini, terlihat sekali dia berusaha mencari perhatian David yang menurutnya sekarang semakin cuek dengan dirinya dan selalu sibuk tenggelam dalam pekerjaannya. 


“Sayang kok kamu kayak nggak semangat gitu sih?” Tanya Novi cemberut, wanita itu melihat David yang tidak antusias seperti biasa dan lebih banyak diam.


“Aku semangat kok, jangan khawatir aku hanya lelah aja.”


David dan Novi pun akhirnya bergerak menuju tempat praktek dokter Leo, karena sudah janjian mereka dengan cepat mendapatkan urutan yang tidak jauh. Setelah berbasa basi sejenak mereka pun mendengarkan dengan seksama apa yang diutarakan oleh sang dokter. 


“Seperti itu lah hasil Lab nya, anda berdua sehat tidak ada penyakit atau ketidaksuburan. Usaha dan doa lah sekarang yang berperan, dan tidak usah terlalu dipikirkan, karena itu semua kita kembalikan lagi kepada sang penguasa alam semesta. Banyak pasangan yang sudah berusaha kemana-mana tapi masih belum dikaruniai anak, padahal di deteksi mereka sangat sehat. Pak David, cobalah untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat dan hindari merokok, alkohol dan begadang malam.” 


Dokter Leo terus saja memberikan motivasi untuk pasangan suami istri itu, dia tidak ingin menyarankan untuk melakukan inseminasi buatan, dokter senior itu seorang yang religius, jadi dia lebih senang menyarankan pasiennya untuk banyak bersabar dan terus meminta untuk di percaya oleh sang penguasa semesta. 


“Dokter, jika menggunakan cara inseminasi buatan gimana?” tanya Novi tidak sabaran, dan dia pun mendapatkan tatapan tajam dari David, Entah apa yang ada dalam pikiran David saat ini, kenapa dia tidak ingin berjuang lebih keras untuk mendapatkan keinginannya. Padahal sebelumnya David selalu bersemangat untuk mencari cara agar Novi hamil, tapi sekarang dia tampak tidak begitu berselera.


❤️❤️❤️


Siapa yang menabur maka akan menuai, seperti itulah kata pepatah.


Yuuuk pemirsa tercintaah banjiri dengan like, komen,vote dan hadiahnya yaaa, tengkyuuh pemirsa ❤️❤️❤️😘🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2