
Rangga dan Tomy saling memandang satu sama lain. Setelah beberapa saat mereka berdua pun mengangguk, Kini mereka bertiga sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Sudah hampir empat jam mereka berkutat dengan pekerjaan yang sangat menegangkan itu. Beberapa kali raut wajah mereka berubah-ubah terkadang khawatir, terkadang senang dan beberapa kali Rangga dan Arsi tampak sedih.
Hingga sore beberapa orang partner kerja pun menyatakan bersedia hadir dan akan membahas apa yang membuat mereka mundur. Rangga merasa puas dengan hasil kerja sang istri, Saat ini Arsi terlihat berbeda, ibu rumah tangga itu seakan berubah menjadi wanita karir yang cemerlang.
“Jika para partner bersedia untuk kembali bergabung, itu sudah langkah penyelamat bagi kita dari kehancuran. Jika para pemegang saham yang mundur menarik modal mereka semua, apakah mas ada solusinya?” Tanya Arsi.
Ceklek!
“Apakah aku terlambat?” Tiba-tiba Bram muncul di ruangan dengan aura menegangkan itu.
“Hey penganten baru, ngapain lo kesini?” Tanya Rangga yang sedikit terkejut dengan kehadiran Bram secara tiba-tiba.
“Yeee … Gue kesini mau bantu lo pada Serangga, Gue nggak mau liat perusahaan lo terjun bebas.” Sahut Bram dengan bersungut-sungut. Rangga tersenyum, dia sangat bersyukur telah dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik.
Kini mereka berempat sudah sibuk dengan diskusi untuk mencari solusi. tim IT yang juga bekerja di ruangan itu tidak sedikitpun terlibat pembicaraan.
“Aku rasa ada baiknya melakukan negosiasi dengan Jack,” Ucap Arsi tiba-tiba. Wanita itu memiliki pemikiran sendiri, baginya berperang secara fisik jelas mereka kalah jumlah dan Jack juga penguasa dunia bawah tanah. Hal itu tentu saja akan membuat mereka gulung tikar bahkan celaka.
“Sayang, apa maksudmu?” Tanya Rangga bingung.
“Arsi itu sangat berbahaya, Jack bukan orang sembarangan.” Sahut Tomy.
“Aku rasa Arsi ada benarnya, Jack orang yang oportunis. Aku setuju dengan pemikiran Arsi,” Ucap Bram.
Rangga menatap Bram dengan tajam, entah bagaimana pria yang sudah menjadi sahabatnya lama itu berpikiran sama dengan istrinya. Arsi tersenyum senang, dia sudah mengira akan terjadi perdebatan ketika dia mengutarakan hasil pemikirannya.
__ADS_1
“Jack itu ada yang mengendalikannya saat ini mas, karena saat aku mempelajari berita-berita tentang dirinya, bisa aku simpulkan bahwa dia akan berpihak pada uang. Keuntungan berupa materi mampu membuatnya melakukan hal gila bahkan menghilangkan nyawa orang lain. Apa yang dia lakukan saat ini, itu tidak normal, selama ini kita tidak pernah bersinggungan dengan dirinya. Jadi sudah jelas dia menerima keuntungan, dari sebuah kesepakatan dari orang yang tidak suka dengan mas Rangga.” Ucap Ngarsinah menjelaskan analisanya.
Rangga dan yang lainnya menyimak analisa wanita cantik itu, Rangga mulai paham dengan apa yang dibicarakan oleh Ngarsinah.
“Apa yang bisa kita tawarkan kepadanya untuk membuat dia menarik serangannya?” Tanya Rangga yang masih buntu ide. Arsi berdiri dan mengambil posisi di sebelah suaminya.
“Kita akan memberikan saham untuknya dalam perusahaan kita. Musuh bayaran itu tidak bisa perangi, tapi sebaiknya kita merangkulnya.” Ucap Arsi dengan mantap. Rangga dan yang lainnya saling pandang.
“Sayang apakah itu tidak berbahaya? Dia bisa menjadi duri dalam daging, suatu hari jika dia di bayar orang untuk menghabisi kita pasti dia akan menghancurkan kita. Apakah kamu sudah memikirkannya?” Tanya Rangga dengan wajah yang sangat khawatir.
Saran istrinya sangat beresiko tinggi menurutnya, apalagi dengan karakter Jack yang seperti itu, siapapun akan takut mendekatinya.
“Jika itu terjadi, Jack tidak akan menghancurkan perusahaannya sendiri. Pria itu sangat mencintai uang dan kekuasaan, jadi aku masih yakin dengan cara ini akan mengikat dia dan tidak akan menjual dirinya pada orang yang membayar dengan menghancurkan dirinya sendiri.” Ucap Ngarsinah kembali mengutarakan pendapatnya.
Pembicaraan di telepon dan membuat janji temu sudah dilakukan Rangga, rencananya mereka akan bertemu di salah satu restoran mewah yang terkenal besok dan Rangga sudah membooking ruangan VVIP untuk mereka. Bram dan Tomy juga berjaga-jaga dari kejauhan jangan sampai mereka lengah, Arsi dan Rangga menyiapkan diri untuk pertemuan besok dengan Jack.
Sesuai janji yang sudah dibuat oleh sekretarisnya untuk beberapa rekanan bisnis mereka, yang akan melakukan rapat di sore ini juga sudah disiapkan. Kali ini Ngarsinah akan mengambil peran dalam bernegosiasi, Rangga yang melihat sisi lain dari istrinya kali ini tampak takjub.
Hanya dengan satu kali penjelasan dari Rangga mengenai perusahaan dan bisnisnya, Arsi langsung bisa memahami. Selama ini cukup sudah wanita itu menyembunyikan potensi dirinya dengan berpenampilan sederhana dan bersikap kalem bahkan sekilas orang akan melihat Ngarsinah adalah wanita lemah dan hanya pebisnis di bidang kuliner saja. Tapi jangan pernah lupakan kalau wanita itu membangun usahanya sendiri dan tanpa ada campur tangan sang suami apalagi menumpang nama besar Rangga.
Kini mereka sudah berkumpul di ruang meeting, Rangga dan Tomy sudah duduk di kursinya masing-masing. Seperti biasa Tomy membuka rapat dan menjelaskan alasan mengapa mereka diundang secara mendadak. Para partner bisnis Rangga yang berjumlah total 15 orang itu sudah menduga kalau pihak Rangga pasti akan meminta penjelasan dari mereka.
Tidak lama Arsi masuk kedalam ruangan dengan langkah anggun dan aura kecantikan wanita 4 orang anak itu, mampu menghipnotis para pria yang berada di ruangan itu.
“Maaf tuan-tuan, saya terlambat.” Ucap Ngarsinah dengan senyum sempurna.
__ADS_1
Bisik-bisik di antara mereka pun terjadi.
“Siapa dia? ya Tuhan cantik banget ….” Ucap A.
“Mau nggak ya dia kerja di perusahaan ku?” Sahut B.
“Waah selama ini pak Rangga menyimpan seseorang yang luar biasa,” ujar C.
“Yang begini mah jangan di suruh kerja, mending aku jadiin ratu aja di rumah ku.” Sahut D.
“Tapi bukannya itu istrinya pak Rangga sendiri ya? Wah anda akan patah hati sebelum menjadikannya ratu, hehehe.” Ucap E.
Seperti itulah geremengan para peserta rapat hari ini saat Ngarsinah masuk dalam ruangan. Rangga yang memperhatikan tatapan para tamunya merasa tidak senang dan ingin segera mengusir mereka dari ruangan itu.
Rapat Pun dibuka, Ngarsinah yang memaparkan apa yang sekarang mereka hadapi, dan beberapa dari mereka pun dengan senang hati memberi tahu kenapa mereka menarik diri secara tiba-tiba. Nama Jack pun terlontar dengan manisnya dan hal itu membuat Rangga, Arsi dan Tomy merasa bahagia. Itu artinya pertemuan mereka besok dengan raja Bisnis itu bukan langkah yang salah.
“Saya berharap, anda semua masih mau melanjutkan kerja sama kita. Selama ini kita tidak pernah ada masalah kan? Saya dan suami besok akan bertemu dengan tuan Jack, kami berdua berharap akan menemukan jalan tengah tanpa ada satupun pihak yang dirugikan.” Ucap Ngarsinah.
❤️❤️❤️
Saatnya Arsi turun gunung, setelah hari raya idul fitri, semangaat ya Arsi dan Rangga. 🥰🥰
Pemirsaaah yuukk ramaikan jempolnya, komennya, vote nya dan hadiah juga. jangan lupa subscribe yaaa.. tengkyuuhh pemirsaaahh.
❤️❤️❤️🥰🥰🌹🌹🌹
__ADS_1