
Rangga dan Arsi yang sedari tadi dengan setia mendampingi Jack saling pandang dengan ucapan mafia insyaf itu, Sesaat Rangga berusaha menguasai dirinya dari rasa geli ingin tertawa. Jangan sampai dia salah tertawa yang berujung dengan petaka.
“Abang, mohon sabar, hanya beberapa menit lagi, abang akan sah menjadi suami dari sarah. Sabar abang dia tidak kemana,” Bisik Rangga. Pria empat anak itu berjalan mendekati Jack, dengan senyum untuk meneduhkan hati pria matang, yang ternyata sudah tidak tahan lagi untuk segera sah. Penghulu yang akan menikahkan tersenyum ramah, melihat tingkah Jack yang ingin buru-buru itu membuat penghulu ingin menggodanya.
“Nak Jack sudah tidak tahan lagi ya untuk segera halal, jangan khawatir nak Sarah sudah siap kok.” Goda penghulu dengan ramah. Para tamu pun senyum-senyum dan ikut memberikan candaan menggoda pengantin pria. Raut wajah Jack tiba-tiba mengetat, tatapan nya tajam ke arah penghulu, Rangga yang melihat hal itu segera mengamankan singa yang bersiap menerkam mangsa itu.
“Kenapa anda menertawai saya? apakah ada yang lucu jika saya ingin segera menjadikan Sarah istri saya saat ini?” Tanya Jack tajam. Mendadak semua yang hadir disana terdiam, penghulu yang tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini pun tiba-tiba menciut nyalinya.
“Ma-maaf nak, bapak hanya bermaksud bercanda saja, jangan diambil hati. Hanya ingin membuat nak Jack tidak tegang saja.” Jawab penghulu yang sudah berusia paruh baya itu tergagap.” Rangga mengangguk dan melempar senyum pada penghulu, pria itu berusaha mengusap punggung Jack agar bisa lebih tenang. Sarah yang melihat tingkah Jack hanya bisa tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya pelan, Gadis itu berpikir setelah ini tugasnya sangatlah berat.
“Anda salah pak, sedari melihat Sarah adik saya sudah tegang dari tadi. Makanya nikahkan saya sekarang!” Ucap Jack tanpa saringan dan penuh tekanan. Sontak penghulu dan kedua orang tua Sarah membulatkan matanya. mereka yang tidak pernah mendengarkan kalimat vulgar itu di depan orang banyak pun menjadi malu dan senyum-senyum kecil. Rangga dan Arsi pun sontak menepuk jidatnya, ini bahaya kalau waktu terus diulur.
“Pak Mijo, pak penghulu, maaf saya rasa sekarang sudah tepat waktunya untuk akad nikah. Ucap Rangga dengan sedikit gugup, Pria itu tidak mungkin lagi menasehati Jack yang saat ini sudah kebelet. Bisa-bisa dirinya yang akan mendapatkan amukan dari sang mafia, Dengan kecerdasan dan kesiapan Jack semuanya berjalan lancar.
Sebutan mahar yang terucap, terdengar fantastis di telinga para tamu undangan. Orang tua Sarah hanya pasrah saja, mereka terima jadi. Memiliki menantu kaya raya dan berkuasa tapi menyeramkan cukup membuat kedua orang tua Sarah berhati-hati dalam bicara.
SAAAHHH!
__ADS_1
kalimat yang diucapkan oleh para saksi dan para tamu membuat senyum jack terkembang sempurna. Sepertinya pria itu sudah lega dengan urusannya, Sarah diantar oleh Sumi dan Arsi menuju kursi yang ada di sebelah Jack. Jack berdiri dan menyambut tangan sarah, setelah mendapatkan penjelasan dari penghulu tentang bagaimana kewajiban suami dan juga haknya membuat Jack tidak sabar untuk membuat sang penghulu menyelesaikan pidatonya.
“Sarah kamu cantik sekali,” Ucap Jack jujur. Sarah yang mendapatkan pujian itu pun tersipu-sipu lalu menundukkan wajahnya. Gadis itu merasa sungkan karena Jack tidak melepaskan tangannya sama sekali. Penghulu yang melihat kalau pengantinnya kali ini adalah orang yang berbeda, langsung meminta jack untuk memasangkan cincin pernikahan ke jari sang istri.
Setelah selesai memasangkan cincin, Sarah mengambil tangan Jack lalu mencium punggung tangan pria itu dengan takzim. Jack yang baru saja mendapatkan perlakuan seperti itu merasa senang. Sesuai arahan penghulu, pria itu mencium kening Sarah dengan lembut dan sedikit lama. Jack menangkup wajah cantik Sarah dengan kedua tangan besarnya, sesaat tatapan meraka bertemu, semburat merah kini menghiasi wajah Sarah yang tidak terlalu tebal di hias make up.
Jack berdecak kagum dengan wajah cantik istrinya, Para tamu undangan menatap tegang ke arah pengantin. Mereka saling bertanya, kenapa Jack menatap wajah Sarah lama sekali. Tapi tidak ada satu pun yang berani bersuara, bahkan bernafas pun mereka sangat hati-hati. Tiba-tiba, tidak ada satupun yang menduganya Jack melakukan hal yang tidak pernah terjadi di kampung itu.
Cup!
Pria itu menyambar bibir mungil Sarah, sontak Sarah membulatkan kedua matanya dan tubuhnya diam mematung. Jack tidak langsung melepas, bertahan sedikit lama, sampai dia merasakan Sarah yang kesulitan bernafas.
Arsi langsung kalang kabut menutup kedua mata anak-anaknya. Arista dan Arya bingung dengan apa yang dialkukan mamanya.
“Mama kenapa mata kakak di tutup?” Tanya Arya polos.
“Mata kak Ita juga ditutup, lepas ma. Kak Ita mau liat Om dan tante,” Ucap putrinya dengan kesal.
__ADS_1
“Ssstt kak, nanti dulu. Jangan lepas tangan mama,” Ucap Arsi tertahan. Ibu empat anak itu ingin sekali rasanya memarahi abang angkatnya yang benar-benar aneh itu. Tapi hal itu tidak mungkin dia lakukan, riuh para tamu undangan tidak membuat Jack malu atau risih, dia seakan tidak peduli dengan semua orang yang blingsatan dengan aksinya.
“Jack memang tidak biasa,” Ucap Bram yang terkagum-kagum dengan aksinya. Sementara Yuni sudah menatapnya horor, Wanita itu tidak menyangka dengan reaksi suaminya.
“Mas, kok malah tepuk tangan sih, malu tau!” Ucap yuni pelan namun terlihat sekali penekanan di suaranya. Semantara Bram menoleh ke arah istrinya.
“Tenang sayang, nanti aku juga akan membuatmu melayang. Kita juga bulan madu, jangan kalah sama pengantin baru.” Sahut Bram. Beda dengan David, pria itu langsung menggenggam erat tangan Fatim. Pria itu pun ikut mencium puncak kepala istrinya.
“Ihh mas David apaan sih, malu tau!” Ucap Fatim yang bersungut-sungut dengan ulah suaminya. David hanya terkekeh melihat kekesalan istrinya.
“Jack belum mahir sayang, dia harus belajar dari aku sepertinya.”
❤️ ❤️ ❤️
Ampuuuun deh Jack, asli tepok jidat di buatnya 🤦
Hayuuuukkk Like, komen, vote dan hadiah juga subscribe ya pemirsaaah. Dukung terus karya ku ya, tengkyuuuhh pemirsah.
__ADS_1
❤️ ❤️ ❤️ 🤦 🤦 🤦 ❤️ ❤️ ❤️