
Jack menyeringai, pria dengan kepribadian ganda itu menjadikan Betty sebagai hadiah untuk apa yang sudah dilakukannya. Dalam waktu singkat Jack membuat Betty kembali memulihkan perusahaannya, tapi Betty yang serakah mulai merayu Jack untuk menghancurkan perusahaannya Rangga, ketika nilai saham perusahaan itu turun maka dengan cepat akan dirampas oleh Betty.
Jack memiliki kemampuan untuk hal itu, selama ini Betty melayani Jack normal-normal saja, tapi ada apa dengan pria yang menjelang tua namun masih tampak bugar itu? Hari ini Jack sangat berbeda dari hari biasanya.
Betty ketakutan, ada penyesalan yang menggerogoti hatinyanya tapi sepertinya semua sudah terlambat. Kaki Betty sengaja tidak di ikat, karena jack akan lebih leluasa untuk berlaku sesukanya.
“Kau akan mendapatkan suasana yang berbeda cantik, hari ini aku meminta upahku. Jangan takut ya,” Betty langsung merinding, air mata sudah tidak karuan lagi keluar dari kedua kelopak matanya.
“Jangan Jack, kau mau apa? Tolong jangan seperti ini ….” Ucap Betty bergetar. Walau kakinya tidak diikat tapi Betty yang sudah lelah berontak akhirnya memilih diam.
Seeett!
“Aaaaaawwww! Apa yang kau lakukan Jack, sakiitt!” Teriak Betty yang terkejut dengan Jack yang melukai kulit pahanya yang mulus dengan belati.
“Ini sangat manis sayang, aku menyukai jeritanmu, dan darah ini wooww nikmat sekali. menjeritlah cantik ….” Racau jack yang nampak sudah sangat bergairah, jeritan Betty ternyata membangkitkan singa yang ada di dalam dirinya.
Plak!
“Aaaaakkhh! ampuun Jack!” Teriak Betty dan entah sudah berapa banyak teriakan Betty yang membuat Jack semakin menggila. Pria itu seperti singa yang menghabisi mangsanya, Luka sayatan dan bibir Betty yang berdarah semakin membuat jack senang. Kini permainan pun berganti dengan sesuatu yang semakin mengerikan.
Celaaassss!
Celaaassss!
“Aaaaakkkhhh Berhenti iblis, aku tidak kuat lagi, hentikan!” Teriakan Betty semakin menyayat hati, cambukan itu mendarat di punggungnya yang langsung merobek pakaiannya. Darah mengalir dari kulit yang selalu dirawat oleh wanita itu, Dengan cepat Jack menyesapnya. Betty tidak bisa membayangkan ini akan sampai kapan dia rasakan.
Tubuhnya terasa hancur berkeping-keping tapi Jack semakin tidak peduli, pria itu semakin brutal dan seperti sudah kehilangan kemanusiaannya.
Permainan panas pun baru dimulai sementara Betty sudah hampir tidak sadarkan diri. Sampai beberapa puluh menit semua berlalu seperti sedang berada di neraka, Betty yang semakin berteriak semakin membuat Jack menggila. Hingga di akhir permainan, Jack terkulai lemas sementara Betty sudah tidak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka dan dan lebam.
__ADS_1
“Bawa perempuan ini ke ruang perawatan dan suruh dokter mengobatinya. Jangan biarkan dia mati karena aku menyukai permainannya,” Titah Jack pada anak buah yang berjaga di depan pintu kamarnya.
“Baik tuan ….” Sahut pengawal yang ditugaskan. Tubuh Betty sudah di tutup dengan selimut dan kini sang pengawal membawa tubuh Betty yang mengenaskan.
Jack tersenyum puas dengan apa yang dia dapatkan, sudah lama dia menginginkan ini. Jack memang memiliki kebiasaan akan memberikan hadiah besar untuk dirinya saat pekerjaan yang diinginkannya selesai dengan hasil yang baik.
Pria yang kini sudah terlihat segar itu duduk di belakang meja kerjanya. Dengan cepat dia menyalakan komputer dan tangan satunya sedang mencari nama seseorang yang sedang dia tugaskan.
“Bagaimana tugasmu?” Tanya Jack dengan datar.
“Sejauh ini nilai saham perusahaan Rangga semakin menurun tuan, dan para investor yang juga terkait dengan kita sudah mundur. Tunggulah hari ini Tuan, semua akan aku bereskan sesuai dengan permintaan anda.” Ucap orang yang bicara dengan Jack di seberang sana.
“Hem .. lakukan dengan baik dan aku tidak menerima kegagalan.” Ucap Jack dengan datar. Pembicaraan pun terputus, kini Jack sibuk dengan urusannya, baginya menghancurkan perusahaan Rangga bukanlah hal berat.
*****
Arsi yang melihat ketegangan di wajah suaminya sebenarnya ingin membantu, tapi keadaan anak-anaknya membuat dirinya tidak bisa berbuat banyak. Dengan berat hati wanita cantik itu melepaskan suaminya untuk ke kantor dan berjuang mempertahankan perusahaannya.
Sesampai di kantor, Rangga langsung ke ruangannya dan menemui Tomy yang sudah tidak karuan wajahnya. Rangga bisa melihat keadaan ini parah dan ingin sekali segera menyelesaikannya.
“Bagaimana Tom?” Tanya Rangga yang kini duduk di kursi kebesarannya.
“Lo kenal atau tau sama orang yang bernama Jack?” Tanya Tomy.
“Heem … ia penguasa yang di takuti oleh para pengusaha, gue pribadi nggak mau berhubungan dengan orang itu. jack menguasai dua dunia, hitam dan putih dia garap dengan rapi dan … eh kenapa lo nanya dia?” Tanya Rangga yang tiba-tiba sadar.
“Tim kita menyelidiki sumber dari penarikan massal ini, dan sumbernya adalah Jack. Apa lo pernah bersinggungan dengan bisnisnya?” Tanya Tomy setelah menjelaskan apa yang terjadi.
Rangga terkejut dengan penjelasan Tomy, seingat Rangga, dia tidak pernah bersinggungan dengan manusia bernama Jack. Lalu apa yang menyebabkan pria itu mengusiknya?.
__ADS_1
“Tom, selidiki terus apa motif jack mengusik kedamaian kita, aku akan berusaha untuk bicara dengan para pemegang saham dan partner kita yang proyeknya sedang berjalan saat ini.” Ucap Rangga dengan wajah yang tegang. Tomy mengangguk dan kini mereka bekerja di ruangan Rangga. agar komunikasinya lebih mudah. Tomy juga memboyong tim IT untuk bekerja di ruangan yang luas itu.
Rangga dan Tomy bekerja dengan tugasnya masing-masing. Beberapa partner sudah mau untuk melakukan rapat sore ini dan hal ini membuat Rangga sedikit lega. Rangga memberikan kabar kepada Arsi sekaligus menanyakan bagaimana kabar anak-anaknya.
Arsi yang mengetahui keadaan suaminya berniat untuk membantu, wanita itu pun meminta mertuanya untuk mau membantunya menjaga anak-anaknya, Boby yang saat ini pun bergerak membantu sang putra melalui rekanan bisnisnya tidak bisa menemani sang cucu di rumah sakit.
Boby akan melobi beberapa rekanannya, yang ada di luar negeri untuk mau berinvestasi di perusahaan sang putra. Ningsih menjaga si kembar bersama para suster pengasuh anaknya. Sementara pengantin baru itu pun tidak bisa tenang menjalankan acara mereka, Yuni dan Bram memutuskan untuk ke rumah sakit untuk membantu keluarga Rangga.
Bram melakukan panggilan telepon dengan Rangga, kedua sahabat itu pun saling bicara. Rangga menceritakan semua yang dia alami dan Bram pun dengan suka rela membantu Rangga, sementara Arsi sudah lebih dulu sampai di perusahaan suaminya.
Sampai di perusahaan semua karyawan menunduk hormat kepada Arsi, wanita yang dulu pernah bekerja di perusahaan itu kini sudah menjadi nyonya pemilik perusahaan itu. Tidak butuh waktu yang lama Arsi sampai di ruangan Rangga dan mereka bertiga pun kini terlibat diskusi.
“Mas, aku akan membantumu untuk menarik kembali para partner. Sementara Mas Rangga yang mengatasi para pemegang saham. Tomy bantu mas Rangga. Kita harus bagi tugas sebelum semuanya terjun bebas. Tolong berikan kepercayaan padaku mas, untuk membantumu saat ini.”
❤️❤️❤️
Ringan sama di jinjing, berat sama di pikul. Semangat terus Rangga dan Arsi. kalian tim yang hebat. 🥰
Dear pemirsaah.
taqobalallahu minna wa mingkum, taqobal ya Kariim. Author dan keluarga mohin maaf lahir dan batin, jika ada salah-salah kata mohon dimaafkan. semoga amal ibadah kita di terima Allah SWT.
selamat hari raya idul fitri pemirsaah.
mohon ramaikan like, komen, vote, hadiah dan subscribe nya ya.
tengkyuuh pemirsaahh.
❤️❤️❤️🥰🥰🥰🌹🌹🌹
__ADS_1