
Waktu berlalu begitu cepat, Fatim yang sudah membuat janji dengan Ngarsinah tetap wanita itu tidak memberinya kabar kalau bersama David dan Jay. Sesampai di rumah mewah Ngarsinah keluarga kecil itu pun disambut dengan ramah oleh tuan rumah. Ngarsinah memberikan pertanyaan lewat sorot mata kepada Fatim seakan bertanya, (Kenapa ni si bule ikutan?). Fatim hanya tersenyum sambil salaman cipika cipiki dengan Ngarsinah. Jay langsung bergabung dengan si kembar di teras belakang untuk bermain, mereka bertiga tampak akrab dan seperti teman lama yang bertemu lagi.
Pelayan memberikan air dan beberapa cemilan untuk tamunya. Setelah berbasa-basi sejenak David membuka pembicaraan mengenai maksudnya datang hari ini ke rumah Ngarsinah dan Rangga.
“Pak Rangga dan Arsi, saya ingin meminta maaf untuk semua perbuatan saya yang mungkin selama ini sudah membuat Arsi susah, sakit hati dan menderita. Arsi, saya ingin mengembalikan semua harta milik kamu yang pernah saya rampas.”
Jedeeeerrrr!
Arsi terkejut melihat David yang mengeluarkan satu tas dokumen harta peninggalan ayah dan ibunya. Wanita itu menggenggam tangan Rangga karena mendadak tangannya terasa dingin, karena terkejut. David menarik nafasnya dalam.
“Saya mohon Arsi mau memaafkan saya. Saya sadar mungkin kamu tidak akan bisa memaafkan dosa-dosa yang pernah saya buat kepadamu, tapi saya mohon Arsi, terimalah niat baik saya ini. Saya tidak bisa berkata-kata yang baik seperti orang lain, tapi ini semua tidak ada paksaan dari siapapun.” Ucap David tulus, pria itu tampak tegar dan mantap tanpa sedikitpun keraguan yang tersirat di wajahnya.
“Mas, gimana ini?” Tanya Arsi lirih kepada Rangga. Rangga mengangguk dan mengusap punggung istrinya lembut. Ada rasa haru dan syukur yang luar biasa di lubuk hati Arsi melihat perubahan David.
“David, aku terima apa yang ingin kamu kembalikan dan aku juga sudah memaafkan semua kesalahan kamu kepadaku. Aku pun juga minta maaf atas semua kesalahanku, dan aku berharap untuk kedepannya kita bisa menjaga silaturahmi ini sebagai saudara. Aku tidak mau melihat kebelakang, cukup itu semua menjadi pelajaran kita agar kedepannya lebih baik lagi.” Sahut Ngarsinah dengan senyum berkharisma-nya dan hal itu membuat David kembali meneteskan air mata haru sekaligus penyesalan yang dalam.
“Arsi, aku banyak belajar dari dirimu, kesalahan dan butanya aku oleh cinta novi ternyata membawa ku kepada Fatim. Kini aku mengerti tentang ketulusan dan cinta kasih, aku orang yang penuh dosa dan keserakahan Arsi.” Ucap David yang masih ingin menumpahkan semua isi hatinya.
“David, Allah itu maha pengampun, selama kamu merasa bersalah dan memohon ampunan lalu berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Sahabat Rasulullah SAW yang paling ditakuti musuhnya, Umar bin Khattab pernah berniat untuk membunuh Rasulullah. Tapi Allah berkehendak lain, Umar berbalik menjadi orang yang paling membela dan melindungi Rasulullah dan menjadi salah satu sahabat Rasulullah. Teruslah berjalan di jalan Allah, perbaiki ibadahmu maka Allah akan memperbaiki hidupmu.” Tutur Ngarsinah dengan lembut dan membuat hati David menghangat.
__ADS_1
Ngarsinah tidak pernah berubah, wanita yang selalu baik hati walau sudah disakiti bukan berarti dia mendendam. Hal ini membuat David menjadi segan dengan Ngarsinah.
“Terimakasih Arsi, aku akan belajar lebih keras lagi untuk memperbaiki diri. Maaf dari mu akan aku jadikan semangat ku dalam memperbaiki diri, aku juga akan meminta Fatim membimbingku dalam beribadah yang selama ini sudah lama aku tinggalkan.” Ucap David dengan senyum bahagianya dan tidak lupa tangannya menggamit tangan Fatim dan sesaat menatapnya dengan penuh cinta dan rasa bangga.
Suasana haru memenuhi ruangan tamu rumah Rangga dan Ngarsinah. Kini mereka berempat ngobrol santai dan dengan tanpa beban David mengutarakan rencana untuk mengembalikan uang para pekerja yang mungkin pernah dia ambil atau membayar mereka dengan upah yang tidak sesuai dengan hak nya.
Ngarsinah dan Fatim kini pindah tempat menuju ruang makan, karena Ngarsinah sudah menyiapkan makan malam untuk mereka. Sementara Rangga dan David berbincang mengenai bisnis. Rangga menyatakan siap membantu jika David mengalami kesulitan saat nanti dibutuhkan, Mereka berdua seperti sahabat lama yang lama tidak jumpa dan Rangga pun menaruh kepercayaan kepada David.
Acara makan malam berjalan dengan hangat dan seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka. David mengutarakan besok akan memproses balik nama semua dokumen yang sudah dipegang oleh Ngarsnah. Biaya balik nama akan di tanggung David secara keseluruhan, tanda tangan Ngarsinah akan diperlukan oleh karena itu David meminta waktu Ngarsinah dan Rangga untuk waktu mereka.
Mereka bertiga kini pamit untuk pulang dan Rangga memberikan pelukan hangat seorang sahabat kepada David, begitu juga dengan Ngarsinah dan Fatim. Ketiga bocil itu pun saling bersalaman, hanya Arya yang berpelukan dengan Jay, sementara si centil Arista bersalaman sambil tersipu malu. Hadeeeh ini bocil kok udah genit aja yak, pusing author, hehehe.
Beberapa hari berlalu begitu cepat, di apartemen Kaisar. Pria itu tampak gelisah dan sesekali menerima panggilan telepon dari ponselnya. Novi sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan siang mereka. Wanita itu sebenarnya tidak tahan hidup tanpa pelayan dan sudah berapa hari dia tidak keluar rumah demi bisa menghemat uang yang ada. Kaisar sendiri tidak memberikannya uang dengan alasan tidak punya uang, Novi ingin marah tapi takut kalau nanti Kaisar mengusirnya.
Invoice kontrakan apartemen sudah di terima oleh Kaisar dan hal ini membuat pria itu gelisah. Sebuah rencana sudah dia susun, malam ini dia akan kabur meninggalkan Novi yang sudah jatuh miskin itu sendirian dan membiarkan Novi membayar kontrakan apartemen itu.
“Kaisar ayo makan,” Ajak Novi dari arah ruang makan. Kaisar yang memang sudah lapar langsung mendekat. Sesaat mereka makan dengan tenang.
“Novi, nanti malam aku akan pergi keluar kota.” Ucap Kaisar yang mengganti rencananya. Novi mengangkat wajahnya dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
“Mau ke kota mana? Kaisar bahan makanan sudah mau habis, besok kita harus belanja. Aku minta uang untuk belanja ya,” Ucap Novi. Wanita itu sudah seperti istri Kaisar saja saat ini.
‘Enak saja kamu minta uang belanja sama aku, uang ku yang ada sekarang ini hanya untukku. Dasar perempuan bodoh!’ Gerutu Kaisar dalam hatinya. Pria itu mengangguk-angguk sesaat.
“Nov, sementara kamu pakai saja uang mu dulu, aku akan menjalankan pekerjaanku untuk mendapatkan uang dan aku akan segera pulang kesini.” Jawab Kaisar. Novi memijit pelipisnya. Kali ini Novi merasa hidupnya semakin sulit, Kaisar sepertinya bergantung hidup kepadanya.
Kebodohan Novi ketika di buai dengan rayuan Kaisar, dia akan lupa segalanya dan sibuk dengan kehangatan semu yang memabukkan. Novi merasa kesal dengan kaisar yang tidak mau memikirkan sedikitpun dengan mengenai urusan perut mereka.
“Kaisar aku tidak mau kamu tinggalkan tanpa ada uang belanja,” Ucap Novi dengan tatapan yang tidak bisa terbaca. Sementara Kaisar dengan santai menatap balik Novi.
“Novi … kamu bertindak seperti istriku saja, jangan lupa Nov, saat ini kamu bukan milik siapa-siapa dan tidak ada yang punya kewajiban untuk menafkahimu,”
❤️❤️❤️
Jedeeeerrrr !!! skak mat ini si Nopi 😱😱🤭
Yuukk like, komen, vote dan hadiaaahh ya pemirsaahh. tengkyuuhh pemirsaahh
❤️❤️❤️😱😱🌹🌹🌹
__ADS_1