Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 91: Kisah Fatim


__ADS_3

"Iya … dan sekarang aku sudah jadi janda, Yun," jawab Fatim sendu. Wanita cantik beranak satu yang selalu tersenyum di segala keadaan, kembali teringat dengan Almarhum suaminya.


"Loh kenapa Fat?" Tanya Yuni kaget dengan apa yang menimpa sang sahabat lama. Fatim menceritakan tentang perjalanan rumah tangganya, hingga suaminya meninggal tanpa ada sakit atau kecelakaan. Seperti itulah ketika ajal datang menjemput, tidak perlu alasan untuk mengambilnya dan kembali pada sang maha pencipta.  


Yuni menyimak cerita Fatim, gadis itu merasa terharu dengan perjuangan Fatim yang menjadi tulang punggung untuk keluarga kecilnya. 


"Aku salut sama kamu Fat, bener-bener perempuan yang luar biasa. Sekarang kamu jualan soto aja?" Tanya Yuni, gadis itu berusaha mengalihkan pembicaraan agar Fatim tidak larut dalam kisah masa lalu. 


"Iya, mampir dong say, biar bisa ngincipi masakanku," ajak Fatim dan kembali senyum manis menghiasi bibirnya. Mereka berdua kembali berbincang mengenai kegiatan sehari-hari. Hingga akhirnya Yuni mendapatkan waktu yang tepat untuk bertanya, drama tadi baginya sangat seru dan salah satu pemeran utama kini ada di hadapannya. 


"Fat, maaf aku mau tanya boleh?" Tanya Yuni hati-hati. Yuni tidak ingin apa yang ingin ditanyakan akan menyinggung perasaan sang sahabat, karena ini adalah masalah yang sangat pribadi. 


"Iya aku tau kok apa yang mau kamu tanyakan, tapi aku ingin langsung menjelaskan biar kamu nggak kelamaan penasarannya say." Jawab Fatim yakin, Yuni tersenyum lebar dan sedikit malu-malu, anggukan kepalanya menandakan kalau dirinya setuju.


"Yun, pertemuanku dengan mas David sebenarnya bukan hasil rekayasa, Allah mengatur semuanya dengan sangat sempurna. Dia terus mendekati aku dan aku berpikir, mungkin inilah cara Allah untuk membuka semua rahasia, yang selama ini mungkin hanya aku dan mbah Jebrak yang tau. David harus tau apa yang sebenarnya terjadi Yun, kalo aku langsung ngasih tau busuknya Novi, mana percaya dia. Dibalik sifat kerasnya David sebenarnya dia orang yang penyayang, sebelum kehadiran Novi kamu inget nggak kalo kehidupan Arsi sangat sempurna? Hadirnya Novi, semua jadi hancur, dan …" Novi terus bercerita segala hal yang dia ketahui. 


Yuni benar-benar terperangah dibuatnya, selama ini mereka bertiga bersahabat namun siapa yang bisa menebak dalamnya hati? jawabannya tentulah tidak ada yang tahu. Seperti itulah persahabatan mereka dan tidak menyadari kalau salah satu dari mereka ada yang berkhianat. 


“Kamu tau siapa mbah Jebrak kan Yun? sebelum ada bidan di puskesmas, Mbah ku itu yang jadi bidan kampung dan ramuan jamu racikan tangan beliau tidak ada yang meragukan. Suatu hari aku main ke rumah Simbah dan saat itu mbah lagi bikinin jamu pesanan Novi, karena penasaran aku tanya dan mbah ngasih tau kalau Novi nggak pengen punya anak dulu takut nanti badannya gembrot. Disaat itulah aku sadar kalau itu jamu bukan untuk Novi tapi buat Arsi, si mbah aku ceritain apa yang kemaren aku liat di rumah Arsi, dan tentu saja hal itu membuat si mbah marah. Pesanan jamu yang terakhir itu akhirnya di rubah sama si mbah, namun sayangnya rumah tangga Arsi sudah mulai panas karena hasutan dan godaan si ulet keket itu.” Sejenak Fatim berhenti cerita karena tenggorokannya terasa kering. Yuni masih seperti mimpi dengan fakta yang baru saja dia dengar, tidak menyangka begitu dahsyatnya pengaruh Novi terhadap David hingga membuat pria itu berpaling dari Istrinya. 

__ADS_1


“Ja-jadi mbah Jebrak itu nenekmu? ya Allah Fat, aku bener-bener nggak nyangka begitu jahatnya dia. Tapi kenapa kamu mau jadi istri kedua David? dan tadi aku dengar dia minta syarat kamu harus satu atap dengan wanita jahat itu. Fat kamu sadarkah kalau saat ini sedang masuk ke sarang mak lampir?” tanya Yuni yang beberapa kali tergagap saat bicara, Fatim tersenyum dan kembali menyeruput minumannya. 


“Yun, aku melakukan ini untuk membalas kebaikan kedua orang tua Arsi, dulu beliau membebaskan kami dari hutang rentenir yang tidak berkesudahan. Kedua orang tuanya Arsi tidak meminjamkan, tapi beliau memberikan uang sebesar itu dengan sukarela. Beliau mengajarkan kepada kami untuk membantu sesama dengan tidak memberikan beban yang baru. Membebaskan hutang sesama itu adalah hal yang paling disukai Allah, ini kesempatan baik untuk aku melakukan suatu kebaikan Yun. Aku harus mengungkap kebusukan Novi,” jawab Fatim dengan mata berkaca-kaca saat mengingat kedua orang tua Ngarsinah datang ke rumahnya dengan membawa sejumlah uang sesuai yang ayah Fatim sebutkan di hari sebelumnya. 


Kedua orang tua Ngarsinah bisa saja memanggil ayahnya Fatim untuk mengambil uang itu, namun dengan adab yang mulia, beliau yang datang ke rumah keluarga Fatim dan memberikannya dengan wajah berseri-seri. Melepaskan uang sebanyak itu seakan tanpa beban, bahkan beliau sempat bilang, tidak usah diceritakan kepada anak-anak tentang ini. Jika ada yang tanya katakan saja dari hamba Allah. Saat itu fatim mencuri dengar tanpa sengaja dari balik dinding pembatas. 


“Yun, Aku dengar Arsi sudah menikah lagi sama orang kaya raya ya?” tanya Fatim yang kini mengalihkan pembicaraan agar dirinya tidak larut dalam kenangan haru dimasa lalu. 


“Iya Fat, loh kamu nggak tau ya? Kedai roti ini punya Arsi loh, dan aku orang yang paling beruntung karena dia menjadikan aku partnernya. Eh iya, kamu jangan kasih tau Novi ya, karena kemarin ada cerita lucu, si Novi kan langganan disini, nah pas waktu itu ada Arsi. Dia nyangkanya Arsi karyawan sini, yaa seperti biasalah mulut beracunnya itu menjatuhkan ownernya Why A. Aku yang gemes liatnya, tapi Arsi tetap santuy tau gak. hahaha”  Derai tawa Yuni diikuti oleh Fatim dan kembali ada ide di kepalanya untuk memberikan pelajaran kepada mak lampir itu. 


Beberapa jam kedua wanita itu menghabiskan waktu dengan banyak cerita, tanpa terasa waktu sudah semakin malam. Jay datang menghampiri mamanya dan merengek minta pulang, sepertinya bocah itu sudah mengantuk. 


“Duuh jagoan mama udah ngantuk ya? sini salim tante dulu,” ucap Yuni ramah dan di turuti oleh Jay, Yuni berinisiatif untuk mengantarkan Fatim pulang, dengan begitu dia akan mengetahui rumah Fatim. Tepat disaat dia ingin mengatakan itu kepada Fatim, Bram pun masuk ke kedai. 


“Fat aku anterin kamu pulang ya, biar sekalian tau rumah ku, dan kenalin nih calon imam …” ucap Yuni dengan senyum sumringah menyambut kedatangan Bram. Mereka saling berkenalan dan Yuni tidak mau membuang waktu. 


“Mas, aku minta tolong boleh ya, kita anterin Fatim pulang yuk. Sekalian aku biar tau rumahnya mas,” ajak Yuni yang sebenarnya lebih tepatnya perintah. Bram yang tadinya lapar, tidak bisa mengelak dari permintaan calon istri, dengan langkah gontai karena perut lapar akhirnya pria itu pun mengangguk. 


“Duuh calon imamku, baik banget deehh …” ucap Yuni dengan manjanya, Fatim yang melihat hal itu hanya senyum-senyum saja. Bram tetap menampilkan senyum iklan odol dan langsung melangkah keluar menuju parkiran. 

__ADS_1


❤️❤️❤️


Makin geregetan ya sama si Novi ini 🤨😤


Cuuss Jempolnya pemirsaah, jgn lupa komen yg buanyaak, vote dan hadiaah ya.


Hari ini othor mau ngajakin temen-temen mampir ke karya sahabat othor namanya Putri Tanjung.



Nadia terpaksa pindah sekolah dan tinggal di Jakarta bersama Bagas --- adik kandung ibunya, setelah gadis itu jadi yatim piatu. Ternyata takdir masih saja belum puas membuatnya bersedih hingga sang paman pun meninggal saat mengalami kecelakaan dinas luar kota.


Gadis itu dititipkan sang paman pada temannya yang merupakan seorang CEO Singgalang Jaya untuk selalu memjaganya. Namun, ternyata CEO itu sangat arogan dan otoriter. Mampukah Nadia menjalani hidup di bawah kekuasaan orang asing yang bukan pamannya lagi? Ataukah gadis itu menyerah dan kembali ke desa?


❤️❤️❤️


Tengkyuuhhh pemirsaaahh


❤️❤️❤️🥰🥰🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2