
Suasana di ruangan kerja Jack tiba-tiba menjadi senyap, pria berwajah bule itu tadinya mengira kalau Sarah akan menganjurkan untuk memaafkan David. Tapi semua tidak sesuai dengan perkiraan, Sarah pun kini satu frekuensi dengannya.
“Sayang, kamu yakin dengan apa yang kamu ucapkan?” Tanya Jack ingin memastikan. Fatim pun hanya menyimak, saat ini dia tidak ingin salah bicara.
“Iya abang, aku rasa David sudah bisa mandiri, kan sudah gede.” Jawaban Sarah yang nyeleneh sungguh membuat rahang Jack ingin copot. Fatim berusaha menahan tawanya, sementara Sarah masih tetap setia dengan cemilannya dan ekspresi wajah bumil itu tidak berubah. Tidak ada riak emosi sama sekali, Jack hanya diam sesaat sambil memperhatikan istrinya.
“Baiklah Sayang, aku setuju dengan apa yang kamu katakan. Fatim … aku akan menyelesaikan semuanya, lalu bagaimana rencanamu ke depan?” Tanya Jack dengan tatapan yang masih sama.
“Aku tetap dengan usaha ku bang, sekarang aku dan Jay sudah tinggal di rumah ku dulu. Aku akan baik-baik saja bang, jangan khawatir.”
__ADS_1
Jawaban Fatim di sertai senyum manisnya, wanita itu tidak terlihat susah sama sekali, kesedihan pun tidak lagi menggantung di wajahnya. Hal ini juga sedikit mengusik Jack.
“Hem … baguslah, lalu bagaimana dengan Raziq?” Tanya Jack to the point. Pria itu sebenarnya kepo, tapi tidak ingin menampakkan. Gengsi lah, mana ada cowok garang berhati kepo, ya kan?
“Raziq orang yang baik bang, putranya sedari kami pertama bertemu sudah memanggil aku mama. Sebenarnya aku tidak nyaman, karena takut dibilang ambil kesempatan, tapi namanya anak-anak kita juga tidak bisa mengabaikan kebahagiaan mereka.”
Kembali Fatim menjawab pertanyaan Jack dengan santai, Sarah sudah menghentikan kunyahannya, wanita cantik itu mengambil air mineral yang sudah di bukakan tutupnya oleh sang suami. Sungguh pemandangan yang manis sekali di mata Fatim, seorang pria berhati singa namun bisa lembut dan sweet terhadap istrinya. Andai aku mendapatkan pria yang seperti itu, begitulah pikiran Fatim melihat keromantisan sepasang suami istri itu.
“Ehem, aku merasa senang jika memang tuan Raziq adalah orang yang baik bang. Tapi … saat ini urusanku saja belum selesai, lagi pula siapa yang mau dengan ku bang? aku sudah berkali-kali gagal berumah tangga. Mana ada orang yang mau dengan seorang janda mandul,” Sahut Fatim dengan nada lesu.
__ADS_1
Tadi wanita itu terlihat biasa-biasa saja, tapi di saat pertanyaan Jack kali ini, membuat wajah Fatim diselimuti mendung. Wanita itu sangat siap jika harus hidup hanya berdua dengan Jay, tapi jika sudah membahas tentang pria, berumah tangga ataupun tentang Jay. Maka hati Fatim akan mendung semendung-mendungnya, kondisinya yang membuat dirinya tidak mampu untuk hanya sekedar berkhayal.
“Fatim, jangan pernah membatasi diri. Serahkan semuanya pada Tuhan, jika Tuhan mau, dalam waktu hitungan detik sangat mudah bagi Allah untuk memberikanmu jodoh. Serahkan saja semuanya pada Allah, jangan pernah membuat batasan apapun pada kisah hidupmu. Tetaplah berjalan tegak dan yakin semua akan indah pada waktunya,” Ucap Jack panjang lebar.
“Iya kak, aku setuju dengan abang. Kakak berhak untuk bahagia, David akan menemukan jodoh yang sesuai dengan dirinya. Kak Fatim itu orang baik, tulus dan sangat baik membesarkan Jay. Jangan pernah kakak berpikir bahwa diri kakak tidak sempurna, karena masih banyak orang di luar sana yang juga tidak sempurna, namun mencari pasangan yang akan menyempurnakan kekurangannya. Walau bagaimanapun Jay sangat membutuhkan seorang ayah kak,” sahut Sarah dengan lembut dan kali ini dia sudah berhenti mengunyah cemilannya. Satu gelas teh manis hangat pun sudah habis bersih dia minum, sungguh Sarah tidak ingin melihat Fatim bersedih dan terkurung dalam ketakutan yang seharusnya tidak dia takuti.
Semua yang dipertemukan, maka akan ada perpisahan.
\~\~\~\~\~
__ADS_1
Aku jadi ikutan mellow. Yuuukkk gaeeess, like, komen, vote dan subscribe ya sayaaang …. jangan lupa hadiahnya ya pemirsaahh yang aku cintaaahh. Tengkyuuhh pemirsaahh.