Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 133: Pertemuan dengan Jack


__ADS_3

Jangan ditanya bagaimana para peserta itu menanggapi ucapan penutup dari Ngarsinah. Kemampuan diplomasi wanita itu tidak bisa di pandang sebelah mata, mereka saja sudah bisa merasakan bagaimana pamor Arsi mampu membuat semuanya mengangguk setuju. 


Rangga merasa lega, sekarang tinggal satu langkah lagi yaitu bertemu dengan Jack. Tidak ada kesulitan saat rapat tadi, semua nya kooperatif dalam berkomunikasi. Pada dasarnya mereka tidak ada masalah dengan Rangga, tapi karena perintah Jack dengan embel-embel perusahaan mereka terancam di gulung oleh sang raja mafia. Mau tidak mau keinginan Jack pun dituruti. 


*****


Di tempat yang jauh dari kantor Rangga. Jack yang tadi menerima undangan dari Rangga tersenyum iblis, Pria itu merasa akan ada mangsa baru yang dengan sukarela masuk dalam piringnya dan siap untuk dimakan.


“Mereka menyerahkan diri sendiri, bernyali besar mereka untuk bertemu dengan ku. Belajarlah dulu kids, jangan sampai kalian harus pulang dengan kekecewaan. Ahh aku berharap Betty akan segera sembuh, aku sudah tidak sabar mendengarkan jeritannya yang merdu.” Gumam Jack pada dirinya sendiri. Pria itu melangkah keluar ruangan kerjanya untuk menemui seseorang yang menjadi rekanan bisnisnya. 


Tanpa terasa waktu yang ditentukan pun kini sudah tiba, Arsi, Rangga dan Jack kini sudah berada di sebuah restoran mewah. Ruangan VVIP itu juga sudah dijaga oleh anak buah Jack. Sekilas Ngarsinah tersenyum tipis, wanita itu bisa merasakan seberapa besar pengaruh seorang Jack sehingga membuat dirinya harus dikawal ketat oleh orang-orang terpilih.


Pelayan masuk dan membawa semua pesanan dan menghidangkannya diatas meja. Rangga melirik sekilas ke arah istrinya dan diam-diam hatinya memuji akan ketenangan sang istri, Sementara Ngarsinah menguatkan hatinya dan terus berdoa memohon Allah mudahkan segala urusannya. 


Sementara Jack terlihat santai, sekilas terlihat pria yang sudah tidak muda lagi itu memang penuh wibawa dan sangat berkharisma. Tidak tampak sedikitpun aura kejam di wajahnya, Jack tampil seperti layaknya pengusaha sukses biasa. 


Arsi menghirup udara sebanyak-banyaknya dan memenuhi paru-parunya lalu menghembuskan nafasnya lalu wanita itu melantunkan doa dengan sangat khusyuk sebelum pembicaraan di mulai. Wanita itu seakan sedang berhadapan dengan seorang Firaun dan dia tidak bisa menghadapinya tanpa pertolongan dari Allah. 

__ADS_1


 “Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.”


Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha ayat 25-28).


Setelah doa itu di lantunkan Rangga memulai pembicaraan, Berawal dari pembicaraan ringan, karena saat ini mereka sedang makan bersama. Acara makan selesai dan Jack membuka pembicaraan karena sudah tidak sabar. 


“Apakah undangan makan kalian mengandung sebuah maksud?” Tanya Jack to the point. Rangga melirik ke arah Ngarsinah yang langsung tersenyum mendapati pertanyaan dari orang yang duduk di hadapannya. 


“Ya jelas tuan, kami tidak berani mengganggu waktu berharga anda jika tidak ada keperluan,” Ucap Ngarsinah merendah. Rangga sedikit mengerutkan dahinya melihat apa yang dilakukan sang istri. 


‘Kenapa Arsi malah seakan merendahkan diri di hadapan iblis ini?’ Batin Rangga. Pria itu ingin menyela tapi entah kenapa dia sendiri yang menahan niatnya. Jack juga sedikit terkejut dengan kalimat Arsi, tapi dia merasa senang. Itu artinya orang yang ada di hadapannya tau diri dengan posisinya. 


“Terimakasih untuk pujiannya tuan, Begini tuan Jack … Kami sangat tau pengaruh anda sangat luar biasa di dunia bisnis, sehingga sangat mudah membuat kami yang hanya seperti semut ini menjadi hancur. Saya dan suami saya bukanlah apa-apa dibandingkan dengan anda tuan dan kami akan sangat mengenang jasa serta kebaikan anda jika apa yang anda lakukan pada usaha kecil-kecilan kami ini segera anda lepaskan. Bukankah itu akan menjatuhkan harga diri anda sendiri? Karena sudah membuat sebuah usaha kecil gulung tikar.” Ucap Ngarsinah dengan berani. Wanita itu tetap tenang dan tidak melepaskan wajah ramahnya sama sekali walaupun di hatinya tengah emosi saat ini. 


Jack menatap Ngarsinah dengan penuh selidik, apa yang sedang terjadi saat ini? Hatinya menghangat mendengar pujian dan sanjungan dari wanita yang berpenampilan sopan namun memiliki kekuatan tersembunyi pada karakternya. Jack sesaat terpana dengan hatinya yang berbunga-bunga dan seakan terbang di awang-awang. Sesaat dia kembali sadar dan –


“Apa yang sudah aku lakukan tidak akan aku tarik kembali, bu Arsi dan pak Rangga harus tau bahwa sudah menjadi hukum alam, yang lemah akan menjadi mangsa bagi yang kuat. Itulah bisnis, kalian harus berusaha lagi untuk mengetahui hal itu.” Sahutnya datar. Jack sedang menyembunyikan raut senang akan pujian Ngarsinah barusan demi menjaga image seorang pengusaha sekaligus mafia yang sangat disegani. 

__ADS_1


Ngarsinah meneguk minuman yang ada di gelasnya agar bisa membasahi tenggorokannya. Sejurus kemudian Ngarsinah pun sudah dengan posisi siap untuk mengeluarkan kalimatnya. 


“Anda sangat benar sekali tuan Jack, dan terimakasih kami yang bukan apa-apa ini mendapatkan ilmu berharga dari seorang pebisnis besar seperti anda. Hukum alam memang seperti itu, tetapi saya yakin orang seperti anda pastinya menginginkan dan mengutamakan sebuah kekuasaan sekaligus kehormatan. Bukan begitu tuan?” Ucap Arsi masih dengan mode merendah. 


Jack tidak bisa membantah ucapan wanita yang ada di hadapannya, Siapa yang tidak mau dengan itu semua. Selama ini dia terkenal dengan tangan besinya dan membuat semua orang takut bersinggungan dengannya. Apapun titahnya tidak akan ada yang berani menolak, itulah yang dilakukan partner Rangga kemarin.   


“Heem … aku setuju dengan mu, dan ternyata kau sangat cerdas bu Arsi. Aku menyukai wanita-wanita cerdas sepertimu,” Ucap Jack. Pria itu tidak peduli dengan pria yang sedari tadi sudah meradang, Rangga sibuk menguasai hatinya yang kini tengah terbakar, namun sentuhan tangan Arsi di pahanya membuat nya sedikit tenang. 


“Anda sangat pandai memuji tuan, tapi saya yakin Nyonya Jack pastilah orang yang seperti anda sebutkan tadi. Jadi begini tuan, saya rasa kita sudah satu pemahaman sekarang. Bagaimana kalau anda bergabung dengan kami, sebagai orang yang bisa mengayomi para pengusaha kecil ini. Kami harus banyak belajar dalam hal bisnis dari anda tuan,” Ucap Ngarsinah dengan lancar. 


Jack mengerutkan keningnya, sungguh hatinya kini sangat bangga dan pria itu pun melupakan sisi sadisnya saat ini. Jack yang tadinya seperti harimau kini berubah menjadi kucing manis dengan hati yang lembut, Pria itu tersenyum dan mengusap pelan jenggot keren yang menghiasi dagunya.


‘Siapa wanita ini? Kenapa dia bisa membuatku bahagia seperti ini?’  


❤️❤️❤️


Ketika Allah menghendaki, sangat mudah bagi NYA mengabulkan doa seorang hamba. 🤲 

__ADS_1


Yuukkk jempoooll nya banyakiiin, komen yg seru bikin othor semangat,vote dan hadiah. subscribe jgn lupa yaaa.


❤️❤️❤️🤲🤲🤲🌹🌹🌹


__ADS_2