Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 124: persiapan pernikahan Yuni dan Bram


__ADS_3

Keceriaan Keluarga itu sungguh membuat siapapun yang melihatnya akan ikut merasa bahagia. Baby kembar junior sudah terlelap tidur setelah kenyang minum ASI, dan kini si kembar Senior sedang menonton televisi dengan acara kesayangan mereka. 


Arsi dan Yuni kini duduk berhadapan, dan siap untuk berdiskusi. 


“Si, karena kamu lahirannya lebih awal dari yang kita perkirakan, jadi aku nikahnya juga maju. Kemarin mas Bram udah masukin berkas dan pernikahan kami dijadwalkan akhir bulan ini, Aku butuh bantuanmu Arsi untuk semuanya.” Ucap Yuni dengan wajah yang berseri-seri. 


“Duuuh yang udah mau jadi pengantin …” Goda Ngarsinah. 


“Ishh … apaan sih, seriuus ni!” Seru Yuni dengan wajah yang bersemu. 


“Kamu nikah ya tinggal nikah aja, sebenarnya aku sudah nyiapin semuanya, mulai dari hotel, butik dan ***** bengek yang lainnya. Kalo memang sudah terjadwal, gasss laah ….” Ucap Ngarsinah dengan senyum terkembang. 


“Looh sejak kapan kamu nyiapin semuanya?” Tanya Yuni bingung. 


“Ya ampuun dek bos, sejak kalian sudah merencanakan pernikahan, aku dan mas Rangga langsuung nyiapin itu semua. Dan kamu nggak usah nolak apa yang aku siapin ini,” Ucap Ngarsinah tanpa ragu. 


“Arsi … tadinya aku bukan mau minta tolong soal itu, tapi aku mau minta tolong untuk handle kedai dulu selama aku nggak bisa dan persiapan pernikahanku. Tapi kamu malah udah nyiapin semuanya ….” Tutur Yuni dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan cairan bening itu dengan santun meluncur di kedua pipi mulus gadis itu. 


“Udah nggak usah mewek, ntar luntur tu maskara nya, hahaha ….” Ucap Ngarsinah dengan langsung memeluk saudara angkatnya itu. 


“Makasih banyak ya Arsi, aku nggak tau harus membalas kebaikan mu dengan apa,” Ucap Yuni dengan senyum yang terkembang. Pelukan kedua wanita beda status itu terlerai dan Dengan senyum yang tulus Arsi pun mengangguk menanggapi kalimat sang sahabat. 


“Kamu, bawa ibu dan bapak kesini, jangan lupa adikmu juga. Tinggal saja dirumah sini, dan lagian kan karyawan sudah pada di mess semua. Untuk pengganti kamu nanti aku siapkan, karena aku nggak bisa sembarangan mempercayakan kepada orang lain. Kamu tau sendiri kan Yun, saat ini aku bener-bener belum bisa mikir kerjaan karena 4 anak dengan perhatian ekstra semua.” Ucap Ngarsinah. Wanita cantik itu memang sudah memilih seseorang untuk bekerja di kedainya sebagai manajer, dan orang itu berasal dari kantornya Rangga. Tidak usah diragukan lagi kemampuannya, harapan Ngarsinah orang itu akan setia dan jujur seperti saat dia bekerja di perusahaan milik sang suami. 

__ADS_1


“Siapa orang yang akan menempati kursi manajer disini Si?” Tanya Yui penasaran.


“Namanya Eva, dia orang yang ditunjuk mas Rangga untuk menggantikanmu sementara kamu sibuk Yun. Dan untuk cuti setelah menikah kamu hanya bisa cuti selama 7 hari ya, Cukupkan buat bulan madu?” Tanya Arsi dengan alis yang di naik turunkan serta senyum menggoda. Yuni merasa gemas dengan temannya yang sekarang berubah jadi mesum itu. 


“Huuh … dasar mesum,” Gerutu Yuni dan di sahuti tawa bahagia Arsi yang berhasil membuat sahabatnya bersemu. 


“Namanya Eva, dia sudah bekerja di perusahaan mas Rangga selama 4 tahun. Dan selama ini dia sangat setia, semoga nanti saat bergabung dengan kita dia tetap jujur dan setia Yun. Besok pagi dia akan datang dan mulai bekerja disini. Kamu bisa berbagi tugas dengan dia Yun,” jelas Arsi panjang lebar.


Yuni menganggukkan kepalanya tanda mengerti. meeting non formal itu akhirnya selesai juga dan Arsi pamit pulang. Sebelum pulang wanita itu menyempatkan diri untuk mampir ke pantry yang di bangunnya tidak jauh dari kedai. Disana karyawan khusus membuat kue dan kini mereka sudah mulai ekspansi untuk penjualan keluar dan produk Why A pun dengan cepat tersebar di supermarket, minimarket dan beberapa toko besar yang khusus menjual makanan.


***** 


Di sudut kota, seorang wanita sedang makan disebuah restoran. Novi sedang menikmati makan siangnya seorang diri, beberapa hari yang lalu dia sangat menginginkan nasi padang dan entah sejak kapan wanita cantik itu sekarang jadi sering merasa lapar dan ingin makan ini itu secara mendadak. 


Novi terus saja melahap makanannya dengan rakus, tubuhnya yang dulu proporsional, sekarang terlihat mulai berisi. Sekilas dia melirik seorang wanita yang terlihat seperti orang kaya, dengan sedikit sombong duduk dekat dengan meja Novi. 


Entah kenapa Novi mengagumi wanita itu, padahal di mata orang normal wanita cantik itu terlihat angkuh dan tidak memancarkan aura persahabatan. 


“Kamu pesan apa? dan setelah ini cepat carikan saya orang yang bersedia bekerja untuk saya.” Ucap Wanita itu dingin. Pria bertubuh kurus yang ada di seberangnya mengangguk tanda paham dan segera memilih menu makanan dan setelah itu segera menatap si wanita cantik. 


“Nona Betty jangan khawatir, besok akan saya bawakan ke kantor anda beberapa calon wanita yang bersedia bekerja dengan anda. Pilih yang anda suka,” Ucap pria kurus dengan jas hitam yang tampak sedikit kebesaran di tubuhnya yang kerempeng.


Betty tersenyum dan mengaduk minumannya. Sesaat wanita itu terdiam tampak sedang berpikir. Wajahnya memang cantik, tapi aura yang dipancarkan seperti horor di mata Novi. Sesaat Novi berpikir untuk melamar pekerjaan kepada wanita yang sekarang berada di meja depannya. 

__ADS_1


“Oke Gareng, setelah makan ini, kamu bisa pergi dan besok pagi datang ke kantorku. Ingat aku ingin yang setia dan bersedia memberikan nyawanya untuk menjaga ku.” Ucap Betty dingin. Sesaat Novi merasa merinding mendengar apa yang diucapkan oleh wanita yang bernama Betty.  


“Baik Nona Betty, Jangan ragukan kemampuan saya.” Sahut Gareng percaya diri. 


“Hem, makanlah.” Ucap Betty masih dengan nada yang dingin. 


Selesai makan, Novi melihat peluang itu dan dia pun dengan berani melangkah mendekati Betty. 


“Selamat siang Nona, maaf saya mendengar anda sedang mencari orang yang bersedia untuk bekerja pada anda. Saya sedang membutuhkan pekerjaan Nona, bisakah saya bekerja pada anda?” Tanya Novi hati-hati. 


Wanita itu nekat untuk bekerja dan menghilangkan gengsinya. Kini tidak ada yang akan menanggung biaya hidupnya, jadi dirinya mau tidak mau harus tetap survive. 


“Siapa namamu?” Tanya Betty singkat dengan tatapan tajam dan mampu membuat bulu-bulu halus di tangan Novi berdiri saking horornya. 


“Kenalkan saya Novi Nona, Maaf bisakah anda menerima saya Nona?” Tanya Novi untuk kesekian kalinya setelah tadi menjawab pertanyaan Betty. 


“Sanggupkah kamu menjadi pelayanku?”


❤️❤️❤️


Waduuhh si Betty kembali ya? 😱😱


cuuusss like, like, like ... komen yang banyak, vote dan hadiahnya ya gengs...

__ADS_1


__ADS_2