Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 149: Mengunduh Ilmu


__ADS_3

Ngarsinah dan Rangga kini sudah berada di rumah sakit, mereka bertiga duduk di luar ruangan Sarah. Gadis itu kini sedang tidur efek obat yang diminumnya, Jack tidak ingin sedikitpun jauh dari Sarah. 


“Tuan, tolong ceritakan ada apa sebenarnya?” Tanya Rangga sopan. Pria itu berusaha menjaga mood Jack, pria yang sudah membantunya memulihkan perusahaan dan kini perusahaan Rangga sudah kembali berjalan normal. 


“Heem … Pak Rangga, sebaiknya anda jangan panggil tuan. Saya rasa sebaiknya kita berteman saja. Panggil dengan sebutan lainnya saja,” Ucap Jack kaku. Arsi yang melihat itu tersenyum senang, ada harapan Jack mau belajar untuk bisa menenangkan hatinya. 


“Owwh … sebuah kehormatan buat saya, baiklah saya dan istri akan memanggil anda Abang dan anda panggil kami Rangga dan istri saya, Arsi. Sekarang silahkan Abang cerita gimana awalnya,” Ucap Rangga senang. 


jack menceritakan dari awal sampai akhir kejadian saat dia bersama Sarah tadi. Rangga langsung menepuk jidatnya sendiri, bagaimana bisa pria hebat dan berkuasa itu melakukan hal yang konyol untuk sesuatu yang sakral. 


“Huufff … Begini Bang, biar Arsi yang membantu menjelaskan kepada Sarah. Untuk orang tuanya, seharusnya kita yang mendatangi orang tua Sarah dan memintanya secara baik-baik. Begini saja, nanti kita akan mendampingi abang kesana. Apalagi Arsi kan orang sekampung dengan Sarah, kali ini Abang harus sabar ya.” Ucap Rangga. Pria tampan itu berusaha menahan tawanya, walau sudah lebih akrab Rangga tidak berani terlalu bercanda dengan Jack. 


Setelah berdiskusi dan menenangkan hati Jack, yang sebenarnya ingin besok langsung melamar Sarah. Arsi masuk ke ruangan dan dilihatnya Sarah sudah bangun dari tidurnya, Wanita itu tersenyum ramah. 


Perbincangan antar wanita pun berlangsung aman dan nyaman, melihat lawan bicaranya sudah bisa dia kuasai secara emosional. Ngarsinah memulai pembicaraan pada intinya, dengan bahasa sederhana dan berusaha meyakinkan Sarah akan keseriusan Jack. 


“Sarah, tidak semua orang jahat itu akan menjadi jahat terus. Begitu juga sebaliknya, Mbak liat Jack ingin berubah menjadi orang yang lebih baik. Cobalah tanya pada hatimu sendiri, lalu kamu hitung berapa banyak kebaikan yang Jack punya dan seberapa banyak kejahatannya. Jika kamu pribadi merasakan lebih banyak kebaikannya dari pada keburukannya kenapa tidak untuk membuka hati.” 


Ngarsinah mencoba terus meyakinkan dan membuka pikiran Sarah mengenai sosok seorang Jack. Sesaat Sarah terdiam, pikirannya melayang ke belakang. Tidak sedikitpun Sarah mendapatkan perlakuan yang tidak baik selama dia bekerja sebagai dokter di klinik sang mafia, bahkan Sarah dan teman-temannya selalu dijaga dan diperhatikan. 


“Iya sih mbak, aku pribadi tidak pernah sedikitpun mendapatkan perlakuan buruk dari tuan Jack, walau sikapnya dingin dan irit bicara. Selama ini kami para medis yang bekerja di kliniknya selalu mendapatkan perlakuan yang baik, bahkan kalau kami pulang kampung bergantian tuan Jack selalu mengingatkan asisten pribadinya untuk membelikan oleh-oleh.” Ucap Sarah mengakui kebaikan Jack. 


“Jadi sebaiknya aku harus bagaimana mbak?” Tanya Sarah lagi. Gadis itu sangat bingung menentukan sikapnya, sebenarnya dia menginginkan menikah dengan pria yang mencintai dirinya dan dia pun mencintai pria yang akan menjadi suaminya. Tapi Kali ini jangankan cinta, yang ada malah rasa takut dan segan. Bagaimana cinta akan hadir kalau pria nya berwajah kaku bak kanebo kering, itulah yang ada di dalam pikiran gadis itu. 


“Menurutku, cobalah kamu minta petunjuk kepada Allah. Mbak yakin akan ada jawaban, tapi kamu juga berusaha untuk membuka hati dan menyingkirkan rasa takut yang nanti akan membuatmu takut mengambil keputusan.” Tutur Arsi dengan lembut. 

__ADS_1


Disaat Arsi dan Sarah berbincang, jack sibuk mengunduh ilmu memperlakukan wanita dan tatacara menikah. Pria yang selama ini hanya tau berfikir, memerintah dan memperlakukan wanita tanpa menikah. Kini pria itu tampak khusyuk mempelajari apapun itu tentang pernikahan. Setelah puas mendengarkan ceramah Rangga yang sangat membuatnya nyaman dalam belajar, kini pria itu ingin menemui Sarah. Arsi mengirim pesan kepada Rangga, bahwa Sarah sudah bisa menerima Jack walau tanpa rasa cinta. 


Tidak lupa Arsi mengatakan apa yang Sarah inginkan dalam pernikahan, yaitu saling berusaha untuk mencintai dan dicintai. Hal ini sangat penting untuk tumbuh kembang keturunan mereka nanti. 


Rangga Pun memberikan pengertian kepada Jack mengenai hal itu, beberapa kali Jack menanyakan bagaimana cara melakukan apa yang Rangga ajarkan. Tidak jarang Rangga harus menahan tawa karena sikap kaku Jack yang sedang latihan bicara manis kepada wanita.


Setelah merasa siap, Jack yang tidak mau kehilangan banyak waktu dan akhirnya nanti keduluan sama orang yang akan melamar Sarah. Pria itu ingin menuntaskan kesepakatannya hari ini dengan Sarah, Jack juga ingin langsung meluncur ke kampung Sarah untuk bertemu dengan orang tuanya. 


Ceklek!


Jack dan Rangga masuk kedalam ruangan, Sarah yang melihat Jack berjalan mendekat ke arahnya mendadak jantungnya tidak baik-baik saja. Sarah gugup tidak kepalang, gadis cerdas itu sudah mengetahui maksud kedatangan pria berwajah datar itu.


Sesaat Sarah melihat ke arah Ngarsinah dan wanita itu pun mengangguk serta tersenyum. Bukan tanpa alasan Ngarsinah membantu Jack, bukan hanya karena urusan bisnis suaminya yang kembali pulih akibat ulah Betty. tapi sepasang suami istri itu melihat ketulusan dan niat baik Jack untuk berubah.


“Sarah, bagaimana rasanya lukamu?” Tanya Jack berusaha semanis mungkin walau masih terkesan kaku. Padahal Jack sangat tau kondisi Sarah, tapi pria itu tidak menemukan kalimat yang pas untuk memulai pembicaraan. Sarah tersenyum, Jack yang melihat senyum Sarah langsung merasa berbunga-bunga.


“Baik tuan, Alhamdulillah sudah tidak terlalu sakit. Terimakasih sudah memberikan pengobatan terbaik untuk saya,” ucap Sarah sopan. Gadis itu seakan lupa dengan perdebatan yang terjadi beberapa jam yang lalu.


“Sarah, aku ingin melamar kamu kepada orang tuamu. Menikahi kamu dan kamu bersedia mengandung anak-anak kita,” ucap Jack to the point. Ajaran Rangga yang tadi dipelajari dan dilatihnya mendadak hilang, Rangga yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum dan pemijat pelan dahinya. 


“Tuan, saya sangat berterima kasih anda sudah memilih saya untuk menjadi istri anda, tapi saya mohon maaf tuan ….” Ucap Sarah menjeda. Sontak tatapan teduh Jack berubah menjadi tatapan panik tapi tajam, jantungnya berdetak dengan irama yang berantakan. 


“Kenapa kamu tidak bisa memberikan jawaban yang menyenangkan untukku Sarah?” tanya Jack penuh penekanan. Sarah tersenyum, gadis itu merasa pria yang ada di hadapannya ini benar-benar tidak sabaran. 


“Tuan mohon sabar, saya ingin meminta anda berjanji kalau pernikahan ini bukan untuk permainan dan hanya karena anda ingin memiliki anak. Saya ingin pernikahan ini sekali seumur hidup dan kita bisa memberikan cinta dan kasih sayang kepada anak keturunan kita.” Ucap Sarah tenang. 

__ADS_1


“Aku akan melakukannya, tidak ada wanita lain selain dirimu dan tidak ada juga pria lain yang bisa mengambil mu dari ku. Aku berjanji Sarah,” Ucap Jack kaku. Sarah mengangguk


“Apa mahar yang kau inginkan Sarah?”    


❤️❤️❤️


Babaang Jack tetep aja nggak ada manis-manisnya, padahal udah diajarin 🤦


Haayuukk like, komen, vote dan hadiahnyaa ya pemirsaaahh...


Dear pemirsaah,


menjelang akhir kisah JANDA MANDUL, author ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pemirsa. sejauh ini kebersamaan kita membuat author jadi banyak belajar dari kekurangan yang ada.


dari sekian banyak kekurangan dan kesalahan yang pernah author lakukan, hal yang paling author inginkan adalah kebersamaan pemirsah semua untuk karya2 author berikutnya.


Author sudah menyiapkan buku berikutnya.


Kisahnya seru dan sekali lagi, kisah ini terinspirasi dari sebuah kisah nyata.


semoga pemirsah akan menyukai kisahnya. In shaa Allah akan Author rilis dalam beberapa hari kedepan.


tengkyuuhh pemirsaahh.


❤️❤️❤️🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2