Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 107: Sebuah Maaf Yang Manis


__ADS_3

“Saya sudah memaafkan apa yang anda lakukan pak John. Tapi saya ingin pembuktian dari penyesalan anda,” Ucap Fatim dengan senyum berwibawa. David menatap kearah sang calon istri, ada rasa khawatir yang menggerogoti hatinya. David takut kalau jika Fatim membalas dendam kepada Novi, walau bagaimanapun Novi masih istrinya saat ini dan tidak ada kepikiran untuk menceraikannya. 


“Ma-maksud mbak Fatim apa?” Tanya John tergugup dan menatap bergantian antara David dan Novi. Pria itu takut dengan dendam seorang wanita, bisa lebih kejam dari apa yang dia pikirkan.


“Pertama, Kembalikan uangnya kepada Novi dan katakan padanya, kalau anda tidak mau lagi bekerjasama dalam hal kesesatan. Kedua, Berhentilah bekerja dengan cara yang tidak baik seperti ini. Carilah rezeki dengan cara yang halal, biar sedikit tetapi kita mulia dihadapan sang maha pencipta. Apakah sampean sanggup?.”


Jleb!


Jantung John terasa berhenti sejenak, tidak ada kata yang bisa dia ucapkan selain air mata yang jatuh berderai membasahi pipinya yang babak belur. David pun tidak kalah terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Fatim, dalam hatinya pria itu sangat bersyukur telah dipertemukan dengan wanita sederhana dengan keyakinan yang luar biasa kepada sang pencipta. 


David merasa malu dengan dirinya sendiri, sekelebat bayangan perbuatan jahatnya kepada Ngarsinah tempo dulu kembali memenuhi ruang pikirannya. Perselingkuhan dengan wanita yang ternyata hari ini dia ketahui sangatlah jahat dan munafik. 


Bruk!


John menjatuhkan dirinya di hadapan Fatim, hati nuraninya bergetar ketika mendengarkan ucapan janda satu anak itu. Mendapatkan maaf dan masih menganggapnya manusia yang bisa mendapatkan kesempatan menjadi orang baik. Itu adalah sesuatu yang luar biasa, John berjanji pada dirinya sendiri akan menjadi manusia lebih baik dan mencari pekerjaan yang baik. 


“Terima kasih mbak Fatim, saya akan mengembalikan uang mbak Novi dan saya berjanji untuk menjadi manusia yang lebih baik. Terima kasih mbak Fatim memberikan nasehat kepada saya, maafkan saya mbak–maafkan saya ….” 


David memegang kedua bahu John dan membantunya berdiri. John dan David sebenarnya sama-sama merasakan sesuatu yang menyejukkan hati sekaligus penyesalan atas keburukan yang selama ini mereka lakukan. 

__ADS_1


“Sudah jangan berlebihan, aku juga manusia biasa dan tidak lepas dari salah dan dosa. Hanya rasa malu dan menyesal atas kesalahan yang pernah kita lakukanlah, bisa membuat kita memperbaiki diri untuk menjadi manusia lebih baik. Sampean itu ganteng, pinter jadi jangan mau jadi budak iblis. Jadi orang baik itu enak, nggak ada beban.”


Nasehat Fatim dengan wajah yang sangat teduh, David tidak menyela sama sekali. Saat ini dia merasa sang calon istri justru sedang menasehatinya, tiap kata yang keluar dari bibir tipis Fatim mampu menggetarkan hatinya. 


“Iya mbak, saya janji … tapi apa ada orang yang mau nerima saya sebagai pekerjanya mbak?” Tanya John dengan wajah polos. Saat ini dia tidak punya wawasan untuk pekerjaan halal. Fatim melirik ke arah David yang masih merenung. 


“Minta saja pekerjaan ke pak David, dia pengusaha dan kaya raya, untuk menggaji sampean nggak akan bikin dia miskin. Ya kan mas David?” Tanya Fatim dengan senyum semanis madu. David yang di todong seperti itu langsung gelagapan, menolak titah Fatim jelas hal yang tidak mungkin, tapi menerima John dengan tidak mengetahui latar belakangnya juga bukan hal yang mudah. 


“Loh kok aku Fat? A–aku akan usahakan ya ….” Jawab David tergagap dengan wajah kebingungan tanda tidak siap menerima sebuah perintah. Fatim tidak mau kehilangan kesempatan, dia ingin sebuah kepastian. 


“Telepon bagian HRD sampean mas David, terima John sebagai karyawan di sana, nggak ada pekerjaan yang tidak bisa di kerjakan, selama orang itu mau belajar dan diberi kesempatan untuk belajar. Sampean itu pengusaha kaya raya bukan hal sulit untuk memberikan kesempatan bekerja untuk orang yang benar-benar mau berubah baik dan membutuhkan. Yang mampu harus membantu yang tidak mampu, jangan mau enak sendiri sementara ada saudara kita yang masih kesulitan. Cuuss mas David, telpon HRD nya dan aku mau dengar,” Titah Fatim tidak bisa lagi di hindari oleh David, dengan wajah yang masih bingung bos besar di bidang pertanian itu pun melakukan apa yang dikatakan oleh sang calon istri. 


“Gimana John, apa kamu bersedia ditempatkan di desa?” Tanya David kepada John, wajah John langsung sumringah. Pria itu tidak menyangka saat ini Tuhan mempertemukan dirinya dengan orang-orang baik.


“Mau pak, terima kasih pak, terima kasih mbak. Saya akan memulai hidup baru dan saya berjanji untuk menjadi orang yang lebih baik dan berguna. Betewe saya di tempatkan di bagian apa pak?” Tanya John yang tiba-tiba teringat akan tugasnya. 


“Di bagian mesin, Disana kamu akan bekerja di bawah kepemimpinan pak Warno dan bagian kepala bagian mesin bernama Madi. Bekerjalah dengan baik dan jujur, disana juga ada mess untuk karyawan yang dari luar daerah.” Jawab David dengan tenang, dan lega karena dia bisa menyelesaikan tugas dari calon istrinya. 


John diberikan uang untuk berobat dan keberangkatannya besok ke desa. Tetapi dia minta waktu untuk menyelesaikan urusannya dengan Novi malam ini juga. 

__ADS_1


“Jangan katakan kepada Novi kalau aku sudah mengetahui semuanya, aku mempercayaimu John. Oya lusa aku akan menikah dengan Fatimah, dia sebagai istri kedua ku, kami menikah tidak banyak mengundang orang, dan akan melakukan selamatan di desa, jadi kalian bisa hadir di saat kami mengadakan syukuran di desa.” Ucap David panjang lebar, pria itu tersenyum dan sekilas memandang ke arah Fatim.  


John terkejut dan bingung, kenapa wanita sebaik Fatim dan saleha mau menjadi istri kedua dan itu akan membahayakan nyawanya. John ingin bertanya tapi ragu, tidak tahan menahan rasa keponya, akhirnya John pun bertanya. 


“Ma-maaf mbak Fatim, pak David. Saya kok bingung ya, kenapa mbak Fatim mau menjadi istri kedua pak David?” Tanya John dengan wajah bingung sekaligus ingin tahunya. Novi tersenyum manis mendengarkan pertanyaan itu, menurutnya penting untuk memberitahu John apa alasannya. 


“Fatim wanita yang saleha, dan dia janda. Dalam agama kami diperbolehkan menikahi wanita lebih dari satu dengan tujuan kebaikan dan semata-mata hanya ibadah kepada Allah. Saya banyak belajar dari perjalanan Fatim, dan saya ingin menjadi ayah bagi Jay, putra dari Fatim.” Jawab David sambil tersenyum berwibawa. 


“Kalo aku sendiri, kenapa mau dijadikan istri kedua sama mas David itu sederhana aja John. Aku menilai mas David itu orang baik sebenarnya, hanya saja mungkin bawaan oroknya dia kaku dan keras. Soal kekurangan, yang namanya manusia semuanya kurang, tapi aku berusaha untuk menjadi pelengkapnya. Ibadah kepada Allah itu tujuan utamanya John,” Sahut fatim dengan senyum yang membuat wibawanya menguar. 


John mengangguk dan merenungkan semua kata-kata kedua manusia yang sudah berbaik hati kepadanya. 


“Kamu kerja yang bener, hidup yang bener dan berpikirlah untuk berkeluarga John. Lakukan semuanya hanya untuk ibadah kepada sang maha pencipta,”


❤️❤️❤️


Maasya Allah adem banget ya dengernya... Selamat menunaikan ibadah puasa ya pemirsaaahh, semoga di tahun ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan banyak menebar kebaikan. Stop ujaran kebencian dan memperbesar perbedaan.


Like yang buanyaaakk ya pemirsaahh, komen, vote dan hadiah...

__ADS_1


❤️❤️❤️🥰🥰🥰🌹🌹🌹


__ADS_2