Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 140: Bertemu Kaisar


__ADS_3

Di Sebuah desa, seorang wanita tampak sedang muntah-muntah di kamar mandi rumah kontrakan yang tidak terlalu besar itu. Novi kini benar-benar menjauh dari kehidupan kota, entah apa yang membuat wanita itu menyerah untuk berbuat kejahatan. Sesuatu telah terjadi dengan dirinya, wanita yang mendapatkan uang lumayan banyak dari Novi itu kini memulai hidup baru dengan berjualan mie ayam dan bakso di halaman rumah kontrakannya. 


Huweeek … hueekkk!


Novi sudah mengeluarkan semua yang ada dalam perutnya sampai terasa lemas. Sri yang membantunya berjualan pun di buat bingung dengan apa yang terjadi dengan bos rasa teman itu. 


“Nov, kamu kenapa to ini? Salah makan apa? Ayo kita ke puskesmas aja atau mau kerumah sakit sekalian?” Tanya Sri yang sangat bingung melihat apa yang terjadi pada Novi. Gadis itu bersyukur tadi dia sudah menyiapkan semua perlengkapan jualan hari ini. Bakso dan mie ayam Novi sangat laris karena di desa itu hanya ada 3 orang yang berjualan menu tersebut. 


Banyak orang yang bilang kalau bakso Novi sangat enak dan pelayanannya pun sangat ramah, tapi hari ini sepertinya Novi betul-betul dibuat tidak berdaya. 


“Nggak usah Sri, aku masih bisa kok. Kamu bisa ngerokin nggak? Siapa tau kalau di kerokin aku bisa enakan,” pinta Novi. Wanita itu memang sangat bingung pada dirinya yang beberapa hari terakhir ini sering sekali merasa mual dan pusing. 


“Ya sudah, sini aku kerokin. Tidak lama Sri sudah menyiapkan minyak dan koin untuk menggores punggung temannya itu. Tidak butuh waktu lama, kini punggung Novi sudah seperti macan kumbang dengan loreng berwarna merah. 


“Merah semua Nov, kamu masuk angin ini. Aku buatin air jahe ya,” Ucap Sri yang kini sudah selesai kerokan. Kini gadis itu sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan air jahe dan merebusnya. Novi memijat pelan kepalanya yang terasa sakit. Sesaat dia teringat akan sesuatu, kalau dia sudah tidak datang bulan. Novi berencana akan ke apotek untuk membeli alat tes kehamilan yang bisa digunakan secara mandiri. 


Setelah meminum air rebusan jahe dari Sri, beberapa menit kemudian Novi merasa enakan dan dia pun pamit kepada temannya untuk ke apotek. Sri mengangguk dan bersiap untuk membuka warung. 


Novi dengan cepat melajukan sepeda motor yang dia beli dari uang yang Betty berikan. Sesampainya di apotek wanita itu membeli apa yang dia butuhkan termasuk obat anti mual. Setelah selesai, karena langkahnya tergesa-gesa, Novi menabrak seorang pria yang mau masuk ke dalam apotek itu. 


Bruk!

__ADS_1


“Aawww … aduh  maaf mas, saya terburu-buru tadi.” Ucap Novi. Wanita itu membungkuk untuk mengambil kantong plastik yang terjatuh. Pria itu ingin membantu tapi Novi sudah duluan berdiri tegak. 


“Novi,” 


“Kaisar,” 


Ucap mereka berdua bersamaan. Sesaat Novi merasa ada sesuatu yang membuat dadanya sesak, melihat orang yang selama ini sudah meninggalkannya begitu saja. 


“Kamu kemana aja Nov? Aku mencari mu,” Ucap kaisar yang kini tangannya sudah menggandeng tangan Novi. Wanita itu hanya menurut saja, entah kenapa Novi merasa tiba-tiba sedih dan ingin menangis. Kaisar segera membeli obat yang dia butuhkan, lalu membawa Novi keluar dari apotek itu. 


Kini mereka berdua berada di sebuah bangku yang disediakan oleh pemerintah, Keduanya menghadap ke taman yang tertata rapi. Novi tidak bisa menahan air matanya dan dengan cepat Kaisar memeluk tubuh wanita yang sudah dicarinya beberapa lama ini. Tidak lama Novi pun berhenti menangis. 


“Kamu kemana aja Kai? aku nggak bisa hubungi kamu. Aku bingung, karena aku nggak punya siapa-siapa. Mau pulang ke kampung nggak mungkin dengan kondisiku kayak gini.” Ucap Novi dengan rasa sesak di dadanya. Tapi entah kenapa saat bertemu Kaisar Novi tidak bisa marah, padahal sudah lama wanita itu ingin menumpahkan semua amarahnya kepada laki-laki itu. 


Kaisar menarik nafasnya dalam, pria itu tertunduk dan wajahnya mendadak sendu. Ada rasa menyesal karena dia pernah berniat untuk meninggalkan wanita yang pernah mengisi hari-harinya. Kaisar merubah posisi duduknya, pria itu tidak ingin lagi menunda apa yang sudah dia pendam selama ini. 


“Novi, aku minta maaf, aku berharap setelah kamu mendengarkan cerita ku ini, kamu tidak membenciku. Aku sungguh ingin berubah Nov,” Ucap Kaisar lembut. Tangannya meraih tangan Novi dan menggenggamnya erat, Novi diam dan mengangguk kecil, matanya terus saja menatap ke arah sepasang netra milik Kaisar. Wanita itu seakan ingin mengetahui isi hati pria itu melalui tatapan matanya, seperti yang pepatah bilang kalau Mata itu jendela hati. 


“Ceritalah Kai, aku akan mendengarkannya.” Ucap Novi yang kini mulai tenang.


“Novi, pada saat itu memang aku berniat untuk menghilang darimu. Aku sudah berniat untuk tidak akan pernah menemuimu lagi, tapi suatu hari aku bermimpi dan itu tidak hanya sekali sampai membuat aku takut Nov. Seorang anak kecil selalu memanggilku ayah dan dia berlumuran darah, aku takut sampai beberapa kali aku melihat penampakannya saat aku sedang di jalan. Aku merasa ada yang aneh dengan hidupku, entah kenapa aku teringat terus padamu Nov, aku pun kembali mencarimu. Tapi ternyata kamu sudah pindah dan itu artinya kamu tidak meneruskan kontrakan apartemen itu. Nov bisakah kita memulai hubungan kita dari awal?” Tanya Kaisar setelah bercerita apa yang terjadi padanya. 

__ADS_1


Novi yang mendengarkan hal itu merasa ada rasa hangat dan bahagia menyeruak di hatinya, Wanita itu kembali meneteskan air matanya. Sejak dirinya memberikan racun pada anak Ngarsinah, wanita itu selalu merasa tidak tenang. 


“Tunggu dulu, tadi kamu cerita tentang mimpi itu? kai kenapa aku juga bermimpi hal yang sama beberapa hari ini?” Tanya Novi kepada Kaisar. Ingatannya kembali teringat dengan bayi mungil tak berdosa yang sudah dia celakai. 


“Apa yang sudah kamu lakukan Nov?” Tanya Kaisar gusar. Novi pun menceritakan apa yang sudah dia lakukan, karena demi bertahan hidup dan mendapatkan uang, dia pun melakukan itu kepada seorang bayi tak berdosa. Sejak pindah ke desa, Novi memang bertekad untuk bertobat dan memulai hidup baru dan mencari rezeki yang halal.


Kaisar paham dan tidak menyalahkan Novi, Pria itu pun merasa menyesal karena sudah meninggalkan wanita itu dan akhirnya dia pun nekat memilih jalan yang salah dan bisa menghilangkan nyawa seseorang. Setelah berbincang sebentar, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali kerumah. Kaisar mengikuti motor Novi dari belakang, sesampainya di rumah Novi, Kaisar Pun ikut masuk kedalam rumah. 


Sri yang melihat seorang pria ikut masuk ke rumah temannya itu merasa penasaran. Setelah pelanggan membayar bakso nya dan pergi, Sri bergegas masuk kedalam kamar Novi. Kaisar kini duduk di ruang tamu, pandangannya mengedar dan dalam hatinya pria itu memuji kesungguhan Novi untuk berubah menjadi baik. Hidup sederhana dan berjualan untuk membiayai hidup, itu adalah langkah besar yang sudah dilakukan wanita yang selama ini taunya enak saja karena semuanya sudah di penuhi oleh David. 


Novi yang keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke kamarnya, terkejut melihat Sri ada di dalam sana dengan tatapan menuntut sebuah jawaban. Novi menyembunyikan alat periksa kehamilan itu dalam saku bajunya. 


“Siapa pria itu Nov?”


❤️❤️❤️


Waaahhh seruuu nih ...selonjor yuk sambil ngemil bacanya. 🤭


Yuukk like yang banyak, komen yang rame, vote dan hadiahnya ya pemirsaaahh. tengkyuuhh.


❤️❤️❤️🤭🤭🤭🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2