Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 102: Rencana Novi


__ADS_3

“Iyaaa si David bule, idola semua gadis di kampung kita … Nah misinya Fatim pengen bikin David melek dengan kesalahannya udah bikin kamu jadi janda. Lagian kalo emang Fatim ternyata emang jodoh nya David, bagus kok. Secara kan Novi nikah ama David karena racunnya si ulet keket itu,” Ucap Yuni berapi-api.


“Loh kan sekarang aku dah gak janda lagi Yun,” Sahut Arsi polos dan dengan mulut yang terus saja mengunyah buah. 


“Ishh orang ini, iya nyonya Rangga … ente sekarang udah gak jande, tapi no si Nopi bisa-bisa berubah status ntar kalo si Patimeh jadi madunye!” Seru Yuni sewot. Gadis itu merasa gemas dengan tanggapan Ngarsinah dan akhirnya mereka berdua pun tertawa bersama. 


Obrolan kedua wanita beda status pernikahan itu pun terus berlangsung, Arsi sudah menyiapkan diri jika bertemu dengan Novi dan wanita itu menyerangnya seperti  seperti biasa. 


Tok!


Tok!


Tok!


“Masuk!” Teriak Arsi dari dalam. 


“Buk Yuni, ada yang cari namanya bu Novi,” Ucap Yanti karyawan yang bertugas di depan. 


“Iya, bilang tunggu sebentar nanti saya keluar.” jawab Yuni. Yanti hanya mengangguk dan langsung keluar lagi dengan menutup pintu ruangan owner kedai Why A. 


“Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Arsi kamu mau ikut keluar?” tanya Yuni dengan senyum penuh arti. Untuk sesaat Ngarsinah terdiam, wanita itu sedang berpikir. 


“Nanti aku akan keluar, kamu saja dulu temui dia.” Tidak menjawab dengan ucapan, Yuni hanya mengangguk dan langsung melesat menemui tamu agung yang barusan tadi mereka jadikan topik pembicaraan. 


"Hai Yun, aku mau pesan kue dan snack box." Ucap Novi tanpa basa basi saat Yuni sudah duduk di hadapannya. 


"Boleh banget, mau buat acara siapa bu Novi?" Jawab Yuni formal. Gadis itu tidak ingin membuat kesalahan pada tamunya apalagi wanita sekelas Novi. 


"Buatkan wedding cake yang terbaik ya, dan aku pesan paket A untuk snack boxnya." Alih-alih menjawab pertanyaan Yuni, Novi langsung mengutarakan pesanannya. 


'Sepertinya mak lampir ini gak mau dikomentari atau di tanya apa-apa, okay aku akan diam." Gerutu Yuni sedikit kesal dengan sikap Novi, tapi wanita itu tidak mau memanjangkan masalah. 

__ADS_1


Setelah memesan semua yang diinginkan, Novi pun memesan pancake dan coklat panas untuk dinikmati sambil menyusun rencana. 


"Selamat pagi menjelang siang bu Novi, apa kabar?" Tanya Ngarsinah ramah, Novi yang sedari tadi asyik dengan ponselnya tidak menyadari akan kehadiran seseorang. 


"Hai Arsi, aku baik. Apa kabar kamu?" Tanya Novi setelah menjawab pertanyaan Ngarsinah.


"Aku baik, seperti yang kamu lihat. Ok aku permisi dulu ya dan terimakasih sudah belanja disini," Ucap Ngarsinah ramah dan berniat untuk berlalu. 


"Eehh … tunggu Arsi!" Panggil Novi. Ngarsinah menghentikan langkahnya dan berbalik badan. 


"Ya  bu Novi, ada yang bisa aku bantu?" Tanya Ngarsinah sopan dan ramah. 


"Aku mengundangmu ke pernikahan David dan Fatim di rumah kami, datanglah bersama keluargamu." Ucap Novi lirih. Wanita itu mengeluarkan undangan dari dalam tasnya dan menyerahkan kepada Ngarsinah. 


Ngarsinah pura-pura tidak mengetahui hal itu, dia pun tidak ingin bertanya apa-apa. Novi terlihat sedih namun berusaha tegar. 


"Terimakasih Nov, in shaa Allah aku akan datang. Eemm apakah kamu dilayani dengan baik disini?" Tanya Ngarsinah untuk mengalihkan rasa sedih Novi. 


"Ya, pelayanan disini selalu buat aku senang, dan aku memesan. Kue-kue dari Why A untuk acara hari minggu besok, apa kamu sudah ganti shift?" Tanya Novi. 


Gadis yang dipanggil dengan nama Yanti mengangguk hormat kepada Ngarsinah. 


"Siap bu, saya akan lakukan perintah ibu." Jawab Yanti sopan dan hormat, Novi sedikit bingung dengan apa yang dia lihat saat ini. Perlakuan Yanti tidak seperti sesama karyawan dengan Ngarsinah. 


"Nov aku pamit ya," Ucap Ngarsinah dengan ramah dan berlalu pergi. Novi yang kepo langsung bertanya kepada gadis yang bernama Yanti. 


"Yanti, sini kamu," ucap Novi sedikit berbisik namun masih bisa didengar oleh Yanti. Pengunjung lumayan rame jadi Novi harus hati-hati menjaga sikapnya, dia tidak berkata pedas kepada Ngarsinah seperti biasanya mereka bertemu karena orang sedang ramai. 


"Emang Arsi sebagai apa sih di kedai kecil ini? Kok kamu kayak hormat gitu sama dia." Tanya Novi penasaran. Yanti tersenyum ramah, wanita itu mengedarkan pandangannya sesaat untuk memastikan tidak ada yang mendengar.


"Bu Arsi pemilik kedai ini bu, bahkan sebelum menikah dengan pak Rangga, usaha beliau sudah besar. Kenapa bu?" Tanya Yanti setelah menjawab pertanyaan Novi.

__ADS_1


Jleebbb!


Jantung Novi seakan melambat saat berdetak, wanita itu memberikan kodenya dengan tangan yang mengipas. Yanti paham maksudnya, gadis itu mengangguk hormat dan berlalu dari meja Novi. 


"Huufftt kabar apa ini?! Sial, aku sudah salah bersikap kepada Arsi. Aku pikir dia kacung di kedai ini, ternyata owner. Aku harus bagaimana sekarang, jangan sampai dia mengadukan ke suaminya  apa yang aku lakukan tempo hari. *****! " Geram Novi yang merasa sudah salah melangkah dengan selalu merendahkan Ngarsinah. 


Kegundahan Novi membuncah, pikirannya kacau. Padahal Novi sangat berambisi David bisa mendekati Rangga, karena berada di circle kaum jetset itu akan berpengaruh pada bisnis mereka. 


‘Apa aku harus berbalik arah dan mendekati Ngarsianah si wanita kampungan itu? Huuff harus memulai dari mana, sementara Arsi tau aku sangat membencinya. Aku harus cari cara Arsi berubah pikiran tentang aku, gimana caranya?’ Tanya jawab pada diri sendiri pun terjadi riuh dalam pikiran Novi.   


"Oh aku lupa bagaimana dengan si John, kenapa tidak ada kabar, sementara pernikahan Fatim hari minggu. Coba aku telepon," Dengan cepat Novi melakukan panggilan ke nomor John dan ternyata tidak aktif. Novi gelisah karena John tidak bisa dihubungi.


“Jooohhn … kenapa kamu tidak angkat telepon ku? apa aku minta bantuan Kaisar?” Novi terus saja bergumam dengan suara pelan dan menahan kesal. Dengan cepat Novi melakukan panggilan kepada seseorang yang bernama Kaisar. 


Percakapan di sambungan telepon. 


“Hallo bang Kaisar, aku butuh bantuanmu,” ucap Novi.


“Katakan apa yang kau mau,” jawab Kaisar to the point.


“Aku ingin kau mencelakai wanita bernama Ngarsinah, fotonya akan aku kirimkan. Tapi jangan sakiti dia karena aku akan datang sebagai penolongnya, ini proyek kecil bang … hanya pencitraan saja,” Jelas Novi. Wanita itu mengatakan rencananya dan dipahami oleh Kaisar. 


“Setelah ini, akan ada tugas selanjutnya untuk perempuan calon madu ku. Berapa bayaran yang abang mau?” Sambung Novi setelah beberapa saat mengambil nafas. 


“Oke akan aku lakukan, kapan kau menginginkannya?” tanya Kaisar singkat. 


“Awasi dia hari ini dan kita akan lakukan besok, apa abang siap?” 


❤️❤️❤️


Novi ... semoga kamu insyaf ya, kasian kamu Vi ...

__ADS_1


Yuuukk Like, komen yang banyak, vote dan hadiah ya pemirsaaaa. Tengkyuuuhh pemirsaah.


❤️❤️❤️😱😱🌹🌹🌹


__ADS_2