Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 52: Curiga


__ADS_3

"Sayaang ... syukurlah kamu udah pulang, kenapa lama banget sih keluar kotanya?" tiba-tiba Betty masuk ke ruang makan dimana Rangga dan Arsi sedang duduk berdua membahas tentang hubungan mereka.  


Ngarsinah sedikit terkejut mendengar panggilan Yang di teriakkan Betty kepada pria tampan yang baru saja memintanya untuk menikah.


"Betty, maaf bisakah kamu tinggalkan kami? ada yang perlu aku bicarakan dengan Arsi," ucap Rangga dingin dan penuh penekanan, pria itu merasa tidak senang dengan kehadiran Betty.


"Sayang, aku buatin kamu makanan nih, aku bikin sendiri loh, cobain deh." pintanya tanpa peduli dengan ucapan Rangga yang baru saja mengusirnya secara terang-terangan. Ngarsinah merasakan ada hal aneh yang tiba-tiba hadir, desiran angin dingin Yang melintas di leher belakangnya, wanita itu menatap nanar kearah box yang di surung oleh Betty. 


'Ada apa dengan makanan ini? kenapa wanita itu berteriak saat aku mengambil box ini, aku harus memancingnya. Mana bisa dapat tangkapan besar tanpa umpan yang sepadan,' Ngarsinah bermonolog dengan dirinya sendiri. Wanita itu memilih diam dan memperhatikan tanpa berniat menginterupsi sedikitpun.


Betty melirik kearah Ngarsinah, feelingnya mengatakan bahwa Rangga memiliki hubungan dengan wanita yang berdandan kampungan itu. Betty bertekad untuk tetap mengejar dan mendapatkan Rangga, seperti yang ibunya katakan kemaren bahwa Rangga pria yang berhasil mengembangkan bisnisnya dan perusahaan ayah Betty saat ini sedang diambang kehancuran, mengingat Betty yang suka dengan gaya hidup gemerlap dan lingkungan pergaulan sosialita.


"Aku tidak ingin memakannya, bawalah kembali dan terimakasih sudah mau repot-repot membuatkan aku makanan." Rangga kembali secara terang menolak apapun yang bersangkutan dengan wanita itu.


Bukannya pergi, Betty masih menunggu Rangga mencicipi masakannya. Rangga yang menjadi risih dengan keberadaan Betty kembali menoleh kepada wanita itu, ada rasa kesal berkelebat di matanya. Tapi wanita itu harus menahan amarah, jangan sampai orang mengetahui apa yang dia rasakan saat ini.


"Cicipilah dulu, aku menunggu testimoni darimu." Ucap Betty dengan senyum lebar semanis mungkin. Rangga ingin meraih box tersebut, tapi langsung di cegah oleh Arsi. Kebereanian ngarsinah tiba-tiba saja muncul, wanita itu sebenarnya tidak ingin ribut-ribut, tapi entah kenap dia merasa ada sesuatu dengan diri Betty.


"Mas, biar saya yang makan?" Dengan sigap wanita cantik itu membuka boxnya.


Kreek!

__ADS_1


Dengan gerakan Lincah tangan Arsi memilin mie spageti yang sudah menari-nari ingin segera di makan oleh Arsi si gadis kampong. Betty yang mengetahui hal itu langsung berteriak.


"Jangan dibuka!" Teriakan wanita itu namun terlambat sudah, tangan Ngarsinah terlalu cepat melakukan tugasnya yaitu membuka tutup box a


spagetty, hal itu membuat Ngarsinah berhenti untuk tidak melanjutkan memasukkan makanan itu kedalam mulutnya. Kedua netranya menghunus kearah sepasang mata indah milik Betty.


"Kenapa anda teriak mbak? Apa ada sesuatu yang ingin anda sampaikan?" Tanya Ngarsinah pelan, tatapannya penuh selidik, entah kenapa hatinya merasa geram dengan wanita yang selalu saja ingin menggoda pria yang pelan-pelan mulai mengisi hatinya. 


"Ti-tidak, maksudku, itu aku buatkan untuk Rangga, bukan untukmu, kenapa kau mengambil yang bukan milikmu?!" Tanya Betty dengan nada tinggi dan sedikit tergagap saat menjawab pertanyaan Arsi. Rangga melihat kearah Betty karena sudah meninggikan suaranya kepada wanita yang baru saja dimintanya untuk menjadi istri dan ibu untuk si kembar.  


"Betty, aku tidak mau memakan apa yang kamu berikan, daripada terbuang, Arsi memilih untuk memakannya, kenapa kamu berlaku seperti ini?" Tanya Rangga dingin, ada ketidak sukaan pada nada suara pria itu. Betty sedikit kebingungan menghadapi dua orang yang memojokkannya, wanita itu sedang berpikir keras bagaimana caranya mengambil kembali box yang ada di tangan wanita itu. 


Tidak penting menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Ngarsinah dan Rangga, box itu lebih penting baginya, jangan sampai orang lain memakan apa yang sudah dibuatnya. 


"Hmm, biarkan aku mencicipinya, anda sudah membuatnya dengan kerja keras yang luar biasa mbak, jadi aku tidak ingin melewatkannya," 


Kreek!


Tutup makanan itu sudah terbuka lagi setelah tadi sempat di tutup Ngarsinah sebelum sempat memasukkan spagetty itu kedalam mulutnya, aroma lezat langsung menguar dan membuat Ngarsinah ingin segera mencicipi, gadis itu tidak ingin gagal untuk kedua kalinya setelah tadi dia gagal memasukkan mie spagetty kedalam mulutnya. apa yang sudah Betty buat? 


"Berikan padaku perempuan kampung!" Betty kalap, dia tidak bisa menguasai dirinya dan dengan sekali hentakan tangannya berhasil menjangkau box yang sudah terbuka itu. Rangga mulai curiga dengan cepat tangannya mencekal pergelangan tangan gadis yang kini berubah marah itu.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu rahasiakan Betty?" Tanya rangga tajam, pria itu sudah tidak sanggup lagi menahan rasa ingin tahunya. Betty gelagapan, pikirannya hanya satu saat ini, bagaimana bisa lolos dari cengkraman Rangga dan membawa box makanan itu. 


"Bukan urusanmu, berikan box itu dan aku akan pergi sekarang juga," jawab Betty tak kalah tajam. Wanita itu biasanya manja dan selalu meminta perhatian Rangga, tapi entah iblis mana yang merasukinya, tatapan matanya menggelap, rahangnya mengetat. Betty kehilangan topeng yang selama ini digunakannya untuk mendapatkan duda ganteng itu.


"Jawab aku atau aku akan melupakan bahwa kamu dan aku masih dalam ikatan persaudaraan," ucap Rangga mengancam. Rangga membuat kesimpulan bahwa Betty sedang merencanakan sesuatu pada dirinya, tidak mungkin seseorang akan ketakutan seperti itu jika dia tidak ada maksud jahat sedikitpun. 


"Mas, jangan sakiti dia, tolong lepasin tangannya mas demi aku," ucap Ngarsinah lembut, wanita itu mengusap pelan pundak Rangga, sekilas wanita itu mencuri pandang ke arah Betty untuk melihat reaksinya. Seperti yang diduga oleh Arsi, wanita itu masuk dalam perangkapnya, wajah Betty mengisyaratkan dia tidak baik-baik saja. 


"Dia milikku, bukan milikmu!" Ucap Betty geram, jelas tatapan permusuhan dia pancarkan pada sorot matanya. Ngarsinah tersenyum kecil, umpannya dimakan oleh Betty.


'Aku mendapatkanmu Betty, apa yang sedang kau lakukan terhadap mas Rangga? Aku tidak boleh membiarkan mas Rangga masuk ke dalam permainannya. Tapi bagaimana aku akan menyelesaikannya, Betty aku tidak akan melepaskanmu!' monolog Arsi yang tidak sama sekali mampu diucapkan dengan bibirnya. 


"Hey perempuan kampong, kamu sudah membuat permusuhan dengan dirimu, aku bersumpah akan membuatmu mandul seumur hidup!" Hardik Betty kepada Ngarsinah. Wanita itu berdiri mendekat dengan langkah pasti.


"Ma, bawa Arsi untuk bisa menjadi ratunya,"


❤️❤️❤️


Rangga mulai tegas, seneng deh liat nya ☺️


yuukk like, komen dan vote, tengkyuh pemirsa ❤️❤️😘🌹🌹

__ADS_1


   


  


__ADS_2