
Pertanyaan Raziq membuat bocah kecil itu mengangguk pasti. Jay yang melihat itu ikut tersenyum, seperti itulah dunia anak-anak. Mereka tidak bisa memahami masalah orang dewasa, taunya senang saja. Jay dan Yash saling menatap dengan senyum yang sangat manis membuat wajah mereka berdua semakin tampan.
Jack hanya menyimak saja pembicaraan mereka tanpa ingin menyela, sesekali tatapannya saling bertemu dengan Fatim, di sini Fatim hanya bisa mengangguk kecil.
*****
Pagi hari ini Fatim sangat tergesa-gesa menuju kantor Jack, setelah dia mengantarkan Jay ke sekolah. Motor matic itu melaju dengan kecepatan sedang, walaupun sang abang angkat yang sudah seperti abang kandung baginya itu sudah uring-uringan dari tadi.
Sampai di kantor Jack, Fatim tidak di persulit oleh bagian resepsionis, karena Jack sudah menitipkan pesan pada yang bertugas. Di ruangan pria tampan berwajah bule itu sudah ada sang nyonya yang sedang ngemil, perut buncit dan pipi yang chubby membuat wanita itu semakin cantik saja.
Setelah cipika-cipiki dengan Sarah, Fatim pun duduk di sofa mahal milik Jack. Jack dengan wajah datarnya menatap tajam ke arah Fatim, pria itu nampak sangat berwibawa sekaligus menyeramkan. Duduk di sofa single dengan salah satu kaki yang menumpang pada kaki satunya.
“Fatim, ceritakan semuanya,” Titah Jack tanpa basa basi. Sarah yang sedang mengunyah makanan nya langsung memberikan tatapan tajam pada sang suami.
__ADS_1
“Abang jangan galak-galak gitu dong, kak Fatim jadi takut nanti. Yang sabar abang ….” Sarah memang selalu menjadi pawang paling handal untuk membuat Jack menurut. Fatim hanya mesem saja melihat interaksi manis antara suami istri itu.
“Abang, sebenarnya Jack sudah menjatuhkan talak ke aku. Hal ini sudah kami pikirkan baik-baik sebelumnya dan keputusan inilah yang terbaik. Mas David tidak bisa melanjutkan hubungan pernikahan ini karena –” ucapan Fatim terputus. Pandangannya mengarah ke ujung kakinya, sekuat tenaga wanita itu menahan rasa sesak di dadanya.
Jika tidak menceritakan semuanya sekarang, toh suatu hari nanti Jack akan tau juga, hal itu pasti akan membuat sang abang semakin kecewa. Dengan keberanian untuk bercerita dan berpikir bagaimana menata kalimat yang baik agar Jack tidak murka kepada David, itulah yang sekarang dipikirkan oleh Fatim.
“Teruskan Fatim, Jangan ada yang kamu sembunyikan. Apa dia menyakitimu?” Tanya Jack yang tidak sabar dengan Fatim yang memutus kalimatnya.
“Tidak bang, tapi aku yang sakit,” Jawab Fatim ambigu. Jack semakin tidak sabar. Pria itu ingin sekali mengeluarkan otak Fatim dan mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi, tapi sayangnya itu tidak mungkin dia lakukan.
Dengan perlahan dan berusaha menata kalimat sebaik mungkin, Fatim meceritakan semua yang sudah terjadi. Perubahan sikap David, masalah kemandulannya dan kehadiran Samira yang hadir tepat di saat rumah tangganya sedang goyah.
Jack mengepalkan kedua tangannya, tatapannya kini semakin tajam, terlihat sekali wajah pria tampan sedang menahan marah yang luar biasa. Ingin dia menyeret David saat ini juga, tapi sekilas dia melirik ke arah istrinya yang sedari tadi masih setia dengan cemilannya.
__ADS_1
“Fatim, aku akan bereskan David dan kau akan mendapatkan hak mu. Itu janjiku, dasar laki-laki kurang ajar! aku kira dia sudah benar-benar insyaf, ternyata kufur nikmat.”
Kekesalan Jack masih harus ditahan, karena ada ndoro putri yang masih tidak stabil moodnya. Dari pada nanti Sarah memintanya untuk memaafkan dan mengikhlaskan si David, lebih baik rencana itu dia simpan sendiri dan akan dia bahas bersama Rangga dan Bram.
“Abang, semua ini sudah menjadi suratan tanganku, tidak usah marah ataupun berbuat apa. Aku sadar bang, siapa laki-laki yang mau dengan wanita mandul? Sementara dia sangat menginginkan seorang anak. Aku sudah mengikhlaskannya bang, jadi aku mohon … cukup abang membantu ku dan menganggapku bagian dari keluarga abang, itu sudah sangat cukup bagi kami. David sudah mengambil keputusan itu, dan aku menghormatinya bang,” ucap Fatim panjang lebar. Wanita itu tidak ingin Jack mengambil langkah yang akan membuat kehidupan David sulit, Walaupun Jack sudah insaf, tapi jangan pernah membangunkan singa yang sedang tidur.
“Iya abang, kak Fatim benar. Biarlah si buaya buntung itu mengejar obsesinya. Kita lihat saja nanti, apakah dengan membuang Kak Fatim dia akan segera mendapatkan anak dari wanita yang sedang diincarnya? Jadi kalau menurut aku, ada baiknya abang tidak lagi bekerjasama dengan David. Tarik saja investasi abang di perusahaan dia, waahhh pasti ada pesta kembang api kalo sudah begitu, hehehe”
“Haaaahh” Sahut Fatim dan Jack bersamaan. Mereka berdua hanya bisa melongo mendengarkan pendapat Fatim yang WOOWW itu, lalu bagaimana tanggapan Fatim dan Jack?
GUBRAAAKK!
\~\~\~\~\~\~
__ADS_1
Sarah apa sudah ketularan sadis ya?? hehehe
Yuuukk komen yang rame, like yang buaanyaak, vote dooong pemirsaahh. subscribe dan hadiahnya ya pemirsaahh. Tengkyuuuh ….