Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 158: Menegangkan


__ADS_3

Kita tinggalkan dulu Betty yang sedang menyusun rencana untuk menghancurkan Rangga dan Jack, wanita itu tidak tau kalau sekarang Jack sangat menyayangi Rangga dan akan selalu melindunginya.


Di kamar pengantin, tampak seorang gadis sedang gelisah. Dia sangat sadar sekali saat ini Suaminya sedang menunggu. Gadis itu berusaha menenangkan diri di dalam kamar mandi, berkali-kali dia mematut dirinya di depan cermin dengan baju dinas pemberian suaminya.


"Ngapain aja Sarah di dalam, lama sekali. Apa dia takut?" Tanya Jack pada dirinya sendiri. sebelumnya Jack sudah menghubungi Rangga, sebelum bertarung dia ingin sekali lagi mendapatkan pencerahan dari saudara angkatnya itu.


Nasib baik, Rangga sudah menyelesaikan misi panas nya bersama sang istri, apa jadinya saat dia sedang mendaki puncak kenikmatan, terus Jack ingin mendapatkan pencerahan. Haayooo gimana haayooo 😂.


"Sarah … apa kamu tidur di dalam sana?!" Teriak Jack menanyakan tentang istrinya yang tak kunjung keluar.


"I-iya bang, sebentar …." Sahut Sarah. Gadis itu memang tidak punya pilihan lain, selesai sudah status gadisnya malam ini. Itulah yang ada di pikirannya dan itulah yang diinginkan Jack.


Ceklek!


"Wooowww kamu lezat sekali Sarah … eh maksudku cantik dan menggairahkan." Ucap Jack terpesona. Cara Jack yang sungguh tidak ada romantis-romantisnya membuat Sarah bingung sendiri, ingin rasanya dia teriak karena kesal dengan reaksi suaminya. Tapi semua tidak bisa dia lakukan, kaki jenjangnya yang terekspos melangkah pelan menuju ranjang.


Jack tersadar dari kekagumannya, dengan cepat dia melangkah lalu menyambar tubuh ramping Sarah. Bisa dibayangkan bagaimana Jack menggendong Sarah?


Ya Jack menggendongnya bagai karung beras yang dipikul, pundak kekar itu tidak sedikitpun merasa terbebani.


"Aaaawww … abang! Kenapa–" ucap Sarah terputus.

__ADS_1


"Sarah, aku tidak bisa menahannya. Sungguh kamu membuatku gila," sambar Jack. Pria itu tidak lagi berpikir tentang malam pengantin impian Sarah, dia berlaku seperti yang diperintahkan otaknya.


Catet ya,


Yang diperintahkan otaknya, lalu dimana hati seorang Jack? Harusnya saat ini hati lah yang mengatur ritme permainan kan? Semua ilmu yang Rangga tumpahkan seakan tersimpan di perpustakaan.


Bruk!


"A-abang, jangan begini, saya takut bang." Cicit Sarah bergetar. Gadis itu seakan melupakan rasa nyeri yang menggigit di punggungnya, bayangan Betty yang dapur nya porak poranda pun kembali hadir dalam pikirannya.


"Sarah, aakkhh …." Jack teriak dan tubuhnya bergetar. Pria itu kini sudah polos saja, sungguh pemandangan yang membuat Sarah semakin ketakutan. Tanpa bisa di bendung air mata gadis itu meluncur dengan sendirinya.


Bibir mungil itu kini bergetar dan nampak pucat, Jack frustasi. Pria itu tersadar dengan kenyataan bahwa istrinya ketakutan, tapi pedang naga geni nya sudah siap bertarung. Bagaimana ini?


Tubuh gadis itu bergetar hebat, isakan tangisnya membuat Jack merasa nyeri di hatinya. Sejurus kemudian …


Celaasss!


Celaaass!


"Aaakkhhh … abang stop!" Sarah menghambur dalam pelukan Jack yang sedang memukul dirinya sendiri, pria itu masih terus memukul punggungnya, beberapa luka kini sudah menghiasi punggung kekar itu.

__ADS_1


Sarah melupakan keadaan Jack yang sudah polos, gadis itu memeluk Jack demi untuk menghentikan apa yang sedang pria itu lakukan. Benar saja, Jack berhenti. Pria itu menarik nafas sejenak dan kembali sebuah gerakan yang tidak diduga oleh Sarah pun terjadi.


Jack berubah menjadi lembut, dia menangkup wajah Sarah yang sudah bersimbah air mata. Tatapan tajam pria itu kini sudah berubah menjadi lembut. Ibu jari yang besar dan kokoh itu mengusap air mata yang menganak sungai di pipi mulus istrinya.


"Maafkan aku, sudah membuatmu takut Sarah. Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu." Ucap Jack lembut. Sarah terpaku menatap wajah tampan suaminya, otak cerdasnya langsung berpikir seperti inilah yang dilakukan Jack untuk melawan rasa buas di dalam hatinya.


Sarah menganggukkan kepalanya, bibir mungil gadis itu tersenyum tulus. Sarah berusaha menguatkan hatinya untuk percaya kepada pria yang sekarang menjadi suaminya. Malam pengantin yang berdarah, bukan Sarah yang saat ini perdarah, tapi punggung jack pun kini sudah mengeluarkan darah segar.


Sarah menyadari tangannya basah, langsung menurut pelukannya dan melihat tangannya yang terkena darah. Gadis itu sontak panik, dengan tergesa dia membuka travel bag nya dan mengambil kotak obat yang selalu dia bawa. Jack yang sudah bisa mengendalikan diri, mengambil handuk dan menutupi pedang Naga Geni nya dengan handuk yang dililitkan pada pinggang kekar itu.


“Abang duduklah, biar saya obati.” Ucap Sarah. Gadis itu menuntun Jack yang masih terus menatapnya dengan senyuman maut. Pria itu menuruti perintah sang istri imutnya, jangan di tanya tentang detak jantungnya. Detakan keras terus menghantam dinding dada kokoh pemiliknya.


Dengan sigap Sarah mengobati, gadis itu sesaat lupa dengan pakaian haram yang hemat bahan itu. Sementara Jack yang tadinya sudah mereda, jadi bangkit lagi hasratnya karena melihat Sarah yang sangat menggoda. Setelah Sarah selesai mengobati punggung suaminya, gadis itu melangkah ke arah nakas untuk mengambil air putih. Melihat gerak gerik sang istri pedang Naga Geni pun kembali ingin beraksi. Jack menerima gelas dengan mata yang masih terus menatap sang istri, Sarah tidak menyadari arti tatapan sang suami yang sudah sangat ingin menerkam dirinya. Jack memberikan gelasnya kembali dan Sarah pun meletakkannya di atas nakas.


“Sarah, bolehkan aku memintanya sekarang?” Tanya Jack yang kini sudah berada di belakang Sarah dengan tangan yang  sudah melingkar di pinggang ramping istrinya.


Glek!


❤️❤️❤️


Haduuuhhh Jack, ini kok jadi tegang ya suasananya 😅

__ADS_1


Yuuukk Like nya banyakin pemirsah, komennya di ramein, vote jangan ketinggalan, hadiahnya apalagi. Subscribe yaaa. tengkyuuhh pemirsaaaahh.


❤️❤️❤️  😅 😅 😅 ❤️❤️❤️


__ADS_2