
“Udah kamu buka aja, bukan hal istimewa tapi aku rasa ini sangat berguna. Jaga diri baik-baik Arsi, dan tolong datang nanti di hari pernikahanku ya.” Ucap Fatim memeluk erat tubuh sang mantan juragan, Ngarsinah pun membalas pelukannya. Rangga sudah berada di dalam mobil, dengan sabar pria tampan itu menunggu istrinya yang masih berbincang dengan sang sahabat.
Setelah bercakap sebentar Fatim pun pamit dengan senyum yang terkembang, mereka berdua saling melambaikan tangan sebagai salam perpisahan. Arsi memasuki mobil dan duduk di sebelah Rangga, Perbincangan di dalam mobil.
“Mas, nanti aku pake mobilnya ya, mau belanja beberapa barang. Mas di kantor aja kan?” tanya Ngarsinah.
“Iya aku nggak kemana-mana, kamu nggak pa-pa nyetir sendiri sayang?” Tanya Rangga. Sesekali pria tampan itu menoleh ke arah sang istri.
“Nggak pa-pa mas, lagian aku bosen juga di supirin kesana kemari. Alhamdulillah anak-anak nggak rewel,” jawab Arsi.
“Ya udah hati-hati di jalan nanti ya, belanja di supermarket aja yang nyaman. Aku khawatir sayang , gimana kalo ajak Yuni sayang?” Tanya rangga lagi.
“Hmmm … boleh deh, ntar aku suruh dia datang ke supermarket biar ketemu disana aja. Eh iya mas, kita mau kasih kado apa buat Fatim?” Tanya Ngarsinah lagi.
“Bagaimana kalau perhiasan, kalian kan tetangga dan Fatim juga sangat baik sama kamu sayang. Bagaimana menurutmu?”
“Iya mas, ide bagus itu. Nanti sekalian aku beli aja,” Sahut Ngarsinah dengan senyum terkembang. Wanita itu sangat bersyukur diberi suami seperti Rangga, sangat pengertian dan baik hati.
Obrolan mereka berdua terus berlanjut dan sampailah kini Ngarsinah di kantor sang suami. Sesuai rencana kini Arsin sudah di jalan menuju supermarket dan tidak lupa menghubungi sang sahabat untuk menemaninya berbelanja.
*****
Di sebuah apartemen milik Kaisar, Novi sudah berada disana. Wanita itu merasa bingung akan kemana hari ini, membawa rasa resah hati karena sebentar lagi akan menerima madunya di rumah mewah itu. Kini kedua manusia dewasa beda jenis itu sedang duduk di sebuah sofa besar, dan berbincang-bincang santai.
“Kenapa kamu tiba-tiba ingin ke apartemenku nyonya?” Tanya Kaisar dengan wajah datarnya. Tangan kekar pria itu sibuk membersihkan beberapa senjata tajam miliknya.
“Aku hanya merasa bosan dan tidak tau mau kemana. Aku pikir hari ini kamu sedang santai makanya aku datang kesini, Apakah kamu keberatan?” Tanya Novi dengan senyum yang mulai menggoda.
__ADS_1
“Jelas aku tidak keberatan selama kamu membayar jam bicara kita, nyonya. Hahahaa!” Kaisar tergelak, Novi sangat paham dengan pria seperti kaisar.
“Kamu sudah lama mengenalmu, tidak pernah aku membuang waktumu tanpa sebuah harga bung.” Sahut Novi dengan wajah kesal. Wanita itu menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
“Ada apa nyonya? kenapa anda seperti tidak tenang?” tanya Kaisar yang kini sudah menghentikan pekerjaannya membersihkan senjata. Pria berwajah tegas dan bertubuh sempurna itu menatap tajam kearah Novi yang sedang memejamkan matanya.
“David semakin dingin kepadaku, sejak dia dekat dengan si janda itu. Dia tidak lagi melihat ku walau aku sudah berusaha untuk menggodanya,” jawab Novi dengan posisi yang masih sama seperti tadi. Kaisar yang melihat hal itu tersenyum iblis, Pria mana yang tidak akan tertarik dengan kecantikan Novi.
Kaisar mendekatkan dirinya dan memberanikan diri untuk menyentuh wanita yang sudah membuat kesepakatan dengan dirinya itu.
“Jangan berani menyentuhku Kaisar, ingat aku bosmu sekarang. Singkirkan tanganmu!” Ucap Novi ketus penuh penekanan, matanya terbuka dan sedikit terkejut melihat Kaisar yang semakin mengikis jarak dengan dirinya.
“Nyonya, aku tau kamu sedang kesepian, aku tidak meminta bayaran untuk membuatmu senang. Hey … tatapanmu bisa menjatuhkan hatiku nyonya,” sahut Kaisar dengan tatapan yang semakin mendamba.
“Kaisar, tolong jaga sikapmu, permisi aku mau pergi saja dan jangan lupa dengan tugasmu!” Ucap Novi dengan cepat menghempas tangan Kaisar yang sudah mengusap pelan punggung tangannya. Wanita itu langsung berdiri dan menyambar tas yang berada di atas meja.
“Aaakkhh!” jerit Novi dan tubuhnya limbung karena tarikan tangan kokoh Kaisar di pinggang rampingnya.
“Diamlah nyonya, mari kita mengisi waktu luang ini. Aku menginginkanmu ….”
Plak!
“Isshh, jangan memukulku, karena pukulanmu membuat sesuatu di tubuhku merasa tertantang nyonya.” Ucap Kaisar dengan wajah yang sudah memerah menahan gejolak dirinya.
“Lepaskan aku Kaisar! jangan … Akkhh!” Teriak Novi yang sangat terkejut saat blus nya di robek dengan mudah oleh Kaisar. Terpampang indah tubuh mulus milik Novi yang membuat Kaisar semakin kehilangan kendali.
Kraaakk!
__ADS_1
“Sungguh indah, aahh nyonya, aku sangat menginginkan mu,” Ucap Kaisar dengan tidak membuang waktu, serangan pertama pun dia lakukan dengan membungkam mulut Novi dengan bibirnya. Wanita itu sibuk meminta untuk dilepaskan. Namun kini tidak bisa berbuat apa-apa.
Kaisar berhasil mengukung Novi dalam pelukannya, tubuh Novi yang sudah lama tidak mendapatkan kehangatan dari sang suami pun kini merespon pergerakan yang dilakukan oleh Kaisar.
Kaisar melihat tidak ada lagi pemberontakan dari Novi, dengan cepat menyentuh titik-titik rawan milik wanita yang notabene sudah membayarnya untuk mencelakai Ngarsinah.
“Nikmati saja nyonya, yaahh … begini lebih bagus. Kau cantik sekali nyonya ….” bisikan lembut di telinga Novi membuat wanita itu semakin kehilangan kendali. Bibir seksinya kini sudah sedikit bengkak akibat serangan dari Kaisar yang hanya sebentar saja memberikan waktu untuk Novi mengambil nafas.
Novi menerima semua permainan panas Kaisar yang membuat dirinya kini sudah melayang. Sore yang panas untuk kedua manusia tanpa status sah itu pun terjadi, pergulatan itu terlihat sengit. Novi yang sudah lama tidak dimanjakan oleh David seperti menemukan oase di tengah gurun pasir, Kini Novi sudah kehilangan akal.
Dengan lincah dirinya mengendalikan permainan dan entah sudah berapa kali ledakan kenikmatan itu dia rasakan, suara-suara erotis memenuhi ruangan di apartemen yang hanya ada mereka berdua.
Semua berlalu hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Novi yang sudah ambruk dalam pelukan kaisar merasa sedikit kesulitan untuk bangun, Kaisar tersenyum iblis melihat ke arah wanita yang baru saja dia hempaskan.
‘Nyonya, anda sangat pandai memuaskan ku. Aku tidak akan melepaskanmu,’ Gumam Kaisar dalam hati, pria itu terus menatap wajah Novi yang terlelap dengan tenang.
“Nyonya, bangunlah ini sudah sore.” Ucap Kaisar dengan mengusap pipi Novi dengan lembut. Novi menggeliat karena merasa ada sentuhan di pipinya, matanya terbuka dan melihat kaisar yang terlihat tampan di sepasang netranya.
“Pelukanmu membuatku nyaman. Apakah ini sudah berakhir?” Tanya Novi ambigu. Wanita itu merasa enggan untuk pulang karena merasa masih ingin bersama Kaisar dan mengulangi apa yang tadi terjadi. Novi merasa kini dirinya mendapatkan lawan yang seimbang dalam kepuasan.
“Pulanglah, kita bisa melakukannya lagi setelah aku menyelesaikan urusanku. Kau suka nyonya?”
❤️❤️❤️
Waahhh kelakuan si Nopiii 😡😤🤬
Yuukk like, komen,hadiah dan vote ya pemirsaaaahh.
__ADS_1
❤️❤️❤️🤬😤😡🌹🌹🌹