Janda Mandul

Janda Mandul
S2 Bab 19: Permintaan Yash


__ADS_3

“Maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menjemput Samira.” Sahut David kaku. Pria itu sampai lupa untuk bertegur sapa dengan Jack, hal ini tentu saja membuat Jack menautkan kedua alisnya.


“David, apa kau sudah tidak ingat siapa aku?!” Tanya Jack dengan penuh penekanan. David yang sungguh gugup di situasi itu, membuat dia hanya bisa tersenyum kecut.


“A-abang, maaf a-aku tentu sangat ingat. Maaf bang, aku sangat terburu-buru, ayo Samira.”


Jack masih menautkan kedua alisnya tanda bingung dengan perubahan sikap David, parahnya lagi pria itu sama sekali tidak melihat ke arah Fatim. Fix ini sudah tidak beres, seperti itulah yang ada di pikiran Jack. Samira yang sedikit bingung hanya menurut apa yang diminta David, pria itu sudah menenteng tas yang berisikan perlengkapan Viona. Bayi itu tidak merengek sama sekali, dia tidur dengan antengnya, Fatim hanya bisa menatap dengan tatapan tak terbaca dengan sikap David yang seperti itu.


‘Aneh sekali mereka, tapi sudahlah semua sudah bukan menjadi urusan ku lagi. Besok aku harus menjelaskan semuanya kepada bang Jack, huufff abang ku yang satu ini memang yang terbaik.’ Fatim hanya bisa bersuara dalam hatinya saja.


Wanita itu sesekali melihat ke arah Jack yang masih setia menatap kepergian David, dia tidak akan merusak suasana makan bersama kali ini. Besok dia akan meminta penjelasan dari Fatim, apa yang sudah terjadi pada rumah tangga adik angkatnya itu.

__ADS_1


Sarah merasakan perubahan sikap Jack setelah kepergian David, wanita hamil itu mengusap lembut paha David. Senyum manis nya yang kelewat manis itu seketika mampu membuat panas hati Jack mendingin.


“Abang, kalau penasaran ada apa dengan mereka, sebaiknya besok saja tanya ke kak Fatim. Jangan sekarang ya, eemm abang … aku mau udang asam manis ….” Ucap Sarah manja. Wanita itu memang paling tahu harus bagaimana ketika jagoannya itu sedang tidak enak hati.


“Sayang, besok kau harus ikut ke kantor ya, agar Fatim merasa nyaman. Panggil semuanya juga, aku tidak mau melihat salah satu keluargaku susah sementara yang lainnya tidak tahu. Oya … jangan banyak-banyak makan udang sayang, itu ti –” belum selesai Jack mengeluarkan peraturannya, tiba-tiba Sarah sudah meneteskan air mata.


Ibu hamil yang satu itu memang persis seperti anak kecil, ketika keinginannya tidak dituruti apalagi soal makanan maka dengan cepat air matanya akan mengalir deras. Hal itu tentu saja membuat Jack langsung panik, dengan cepat pria itu mengambilkan udang yang diinginkan sang istri.


“Itu Sarah lagi kepengen udang, tapi abang kasih peringatan. Jadilah hujan air mata hehe, Tu – eh Mas mau udang juga?” Tanya Fatim dengan rasa sungkan dan terlihat kikuk. Raziq yang mendapatkan panggilan baru itu sontak tersenyum sumringah. Dengan cepat pria itu mengangguk tanda mau, dan dengan cepat Fatim menghidangkan udang berukuran besar itu ke piring Raziq.


Yash yang melihat hal itu tersenyum senang, tiba-tiba bocah itu memiliki pertanyaan yang diharapkan akan mendapatkan jawaban dari kedua orang dewasa itu.

__ADS_1


“Papa, kapan Mama Fatim akan resmi menjadi mama-nya Yash?” Tanya Yash polos. Hal itu sontak membuat Raziq lupa mengunyah dengan baik dan akhirnya udang itu pun lolos, ke tenggorokan tanpa dikunyah terlebih dahulu.


Uhuk … uhuk!


“Mas pelan-pelan,” Ucap Fatim berbisik dan memberikan air mineral ke tangan Raziq. Semua itu menjadi perhatian yang mendalam bagi Jack. Kini pria itu sudah bisa menyimpulkan apa yang sedang terjadi pada rumah tangga adik angkatnya itu, tapi walau bagaimanapun Jack tidak ingin menyimpulkan apa yang belum pasti.


“Yash suka dengan mama Fatim?”


\~\~\~\~\~


Ahaaaiiii gimana iniiiii

__ADS_1


__ADS_2