Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 118: Novi Pindahan


__ADS_3

Novi Pindahan


Novi tidak menyangka Kaisar akan berkata seperti itu kepadanya, Wanita itu terdiam untuk beberapa saat demi mengembalikan kesadarannya. Ada rasa sakit yang Novi rasakan dihatinya, dia tidak menyangka kalau Kaisar mengatakan itu disaat kondisi keuangannya semakin menipis. 


‘Kaisar berubah? apakah dia tidak tulus selama ini kepadaku? apakah aku yang terlalu bodoh untuk cepat menyadari hal ini? Sial!’ Gerutu Novi dalam hatinya. Tatapan matanya tidak sedikitpun beralih dari Kaisar yang duduk berseberangan dengannya. 


“Aku berangkat sekarang Nov, jaga dirimu baik-baik.” Ucap Kaisar yang sedari tadi sudah ingin cepat-cepat pergi dari hadapan wanita yang kini sudah tidak berguna lagi baginya. Dengan membawa koper berukuran sedang Kaisar keluar dari apartemennya. Sengaja dia meletakkan invoice sewa apartemen di meja rias Novi agar dengan mudah Novi membacanya. 


Sepeninggal Kaisar Novi masih termenung dengan pikirannya, apa yang harus dia lakukan, uang di rekeningnya tinggal 50 juta, dan hal ini tidak akan cukup bertahan selama satu bulan. Uang Arisan kemarin digunakannya untuk berfoya-foya dan habis begitu saja, Novi sedang berpikir untuk menghubungi teman-teman sosialitanya. 


Kembali kekecewaan yang Novi dapatkan. 10 orang teman sosialitanya mendadak menjadi super sibuk dan tidak punya waktu untuk sekedar minum teh di cafe bersama Novi. 


“Siaaall! ini semua gara-gara perempuan sok alim yang ternyata berhasil membuat David ku berpaling. Bede*ah kau Fatim! aku menerima mu agar kau tau diri dan berbakti kepadaku sebagai istri tua David, tapi sekarang kau berhasil membuat aku menjadi orang asing bagi David! Tunggu saja pembalasanku Fatim!” Teriakan Novi memenuhi ruangan itu. 


Entah apa yang dia pikirkan hingga dengan amarah yang memenuhi dada, wanita itu memaki-maki Fatim dan memikirkan untuk membuat pembalasan.  Novi melangkah ke kamarnya dan berniat untuk berdandan dan keluar untuk membeli bahan makanan. 


“Apa ini … invoice sewa apartemen?” Gumam Novi dengan mengerutkan dahinya, seketika matanya terbelalak dengan angka yang tertera dan yang membuat Novi kesal ternyata Kaisar pergi karena tidak mau membayar uang sewa apartemennya. 


Novi tidak sanggup lagi berkata apa-apa. sempat terpikir untuk kembali ke kampungnya tapi sungguh dia tidak punya nyali sedikitpun dengan statusnya yang sekarang. Pasti orang kampung sudah pada tau kalau David kini sudah berganti nyonya. Novi memutuskan untuk mencari rumah kontrakan yang lebih sederhana agar uangnya cukup. 

__ADS_1


Putusan sidang cerai Novi sudah selesai,  namun putusan harta gono gini masih menunggu waktu satu bulan lagi. Novi benar-benar sebatang kara kini, teman yang selama ini tertawa bersama secara serentak menjauh darinya dan tidak satupun yang mau menanyakan kabarnya. 


Hidup serba ada dan bergelimang harta membuat Novi tidak bisa bekerja dan ijazah yang dia miliki juga sebatas SMK tata busana. Kemana dia harus mencari pekerjaan, semua seakan buntu di kepala Novi. Seharian penuh Novi keliling mencari rumah yang sesuai dengan anggarannya, dan akhirnya dapat juga. 


Beruntung kali ini dia bisa memaksakan diri untuk prihatin, Sewa rumah seharga 12 juta setahun dia bayar lunas dan dengan cepat memindahkan barang-barangnya dari apartemen ke rumah kontrakannya. Sesaat Novi berpikir untuk membeli perabotan rumah tangga agar bisa masak sendiri, karena kalau beli maka uangnya tidak akan bertahan lama. 


“Setelah ini semua, apa yang harus aku lakukan? mencari pekerjaan … tapi kemana?” Tanya Novi pada dirinya sendiri dan sudah tentu akan menjawabnya sendiri. Lelah menyiapkan rumah barunya yang kecil, Novi pun tertidur lelap, berharap esok akan lebih baik dari hari ini. 


*****


Urusan semua berkas yang David serahkan kepada Ngarsinah sudah selesai di balik nama. David merasa sangat lega dan ingin memulai hidup baru. Hari ini dia dan Fatim akan berangkat ke desa untuk menyerahkan uang para pekerja yang terhitung sejak dia masih berumah tangga dengan Ngarsinah. Jika pekerjanya sudah pensiun maka tetap berhak menerima uang itu.


Fatim dan Jay ikut bersama David dan dalam hati Fatim tidak pernah berhenti untuk bersyukur, dengan perubahan sang suami yang kini tidak pernah meninggalkan ibadah sholat walau sekali. Accountingnya sudah menghitung semua kewajiban David termasuk pajak yang selama ini dia permainkan, kali ini David menyelesaikan dengan jujur. Beberapa asset David di jual untuk membayar hutang perusahaan dan kewajiban-kewajibannya dengan para karyawan atau masyarakat yang pernah dia dzolimi. 


“Pak Sore nanti pas waktunya para pekerja gajian, jadi bisa sekalian di berikan hak mereka selama ini.” Ucap Tarjo. David yang mendengar itu langsung mengangguk sambil tersenyum sementara tangannya tidak berhenti menari di atas keyboard laptopnya. 


“Pastikan semuanya tidak ada yang ketinggalan Tarjo, dan jangan lupa untuk karyawan yang sudah berhenti juga kamu atur untuk pertemuan besok ya. Untuk pekerja yang mengelola kebun milik bu Arsi sudah kamu pisahkan?” Tanya David. Pria itu tidak ingin nanti kedepannya akan menjadi masalah. 


“Sudah pak, kepala cabang perusahaan pak Rangga yang ada di desa sudah saya hubungi dan akan diambil alih oleh mereka pak.” Jawab Tarjo. David tersenyum senang mendengar hal itu. 

__ADS_1


Waktu berjalan dengan cepat, Fatim juga ikut membantu keriwehan yang terjadi. Karena semua pekerja harus memiliki rekening jadi Fatim yang melakukan transaksi transfer online. 


Kini para pekerja sudah mengantri mengular sesuai dengan nomor antrian yang sudah mereka terima seperti biasa di masa gajian. David sibuk dengan urusannya sendiri, dan yang menghadapi karyawan Fatim dan Tarjo. 


“Ibu Juminten, ini gaji ibu bulan ini dan ini ada uang yang dulu pernah dipakai pak David mungkin tanpa sepengetahuan ibu. atas nama Pak David dan perusahaan kami mohon maaf ya bu, dan tolong tanda tangan disini bu. Setelah ini silahkan ibu cek di rekening ibu,” Ucap Fatim dengan ramah, dan tetap tersenyum. 


“Ya Allah, mbak Fatim to ini? Iya mbak, saya juga mohon maaf kalau selama saya kerja ada yang salah atau nggak berkenan. Waah pak David sudah jadi orang baik ya sekarang, waah kami bakalan tambah betah mbak kerja disini.” Ucap Juminten yang awalnya kaget melihat Fatim yang duduk di loket gaji. 


Tarjo juga melakukan hal yang sama, permintaan maaf satu persatu dan meminta keikhlasan untuk memaafkan pun terjadi satu persatu. Meminta maaf kepada Allah sangatlah mudah, karena Allah maha pemaaf dan pengampun, tapi meminta maaf kepada manusia bukan hal yang mudah. 


“Sumirah ….” Panggil Fatim dan yang di panggilpun mendekat ke loket, Fatim tidak bosan meminta maaf dengan redaksi yang sama seperti urutan nomor pertama tadi. 


“Saya juga minta maaf loh mbak Fatim, karena selama ini sudah sering ngerumpiin pak Dapit yang kejam dan suka ngambil hak pekerja, hehehe … kita saling memaafkan ya mbak, salam buat pak Dapit. Kalo jadi orang soleh, makin ganteeeeng deh ….” Ucap Sumirah yang dengan genit mengakhiri kalimatnya.


“Huusss … Ganteng dengkul mu itu!”


❤️❤️❤️


Hmmm ... inilah hidup, yang berduka dan ada yang ceria. Hidup seperti roda yang berputar, kadnag di bawah dan kadang diatas. 🥰

__ADS_1


Yuuukkk like, vote, komen dan hadiaahhnya ya pemirsaaahh. tengkyuuuhh.


❤️❤️❤️🥰🥰🌹🌹🌹


__ADS_2