Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 163: Simon Black Dragon.


__ADS_3

Martha membulatkan matanya, dalam pikirannya saat ini, bagaimana bisa orang baik-baik seperti Rangga bisa punya sepupu seperti itu. Sungguh dunia ini penuh misteri, sekali lagi Martha memastikan pada Rangga, apa yang barusan dia dengar tadi tidak salah. 


Rangga pun menceritakan bagaimana Betty dulu yang sempat akan menikah dengannya dan terakhir Rangga ketahui kalau Betty pun tidak segan untuk meminta bantuan iblis demi obsesinya. 


Martha dibuatnya pusing tujuh keliling, sementara yang ada dalam pikirannya saat ini adalah ibu dan anak itu akan segera menuju alam baka. 


"Aku akan membuatnya mati tanpa sempat dia berpikir sebelumnya, apakah kamu tidak keberatan Rangga?" Tanya Martha. Wanita paruh baya lebih itu menatap tajam ke arah Rangga. Dia melakukan itu agar nanti tidak menjadi masalah untuk persaudaraan yang baru saja dijalin putranya. 


Martha bisa melihat kalau Rangga tidak terbiasa dengan dunia bawah tanah, hal itu bisa dilihat oleh Martha dari bahasa tubuh Rangga dan Arsi. 


"Saya tidak pernah ikut campur urusan siapapun nyonya, lagipula Betty dan tante Monic memang tidak pernah bisa sejalan dengan keluarga saya. Silahkan nyonya ambil keputusan yang terbaik," jawab Rangga dengan tegas. Tidak ingin bertele-tele, Rangga membuat keputusan seperti itu. Rangga yang masih kikuk harus memanggil Martha dengan sebutan apa, karena tadi dia sempat memanggil Mom. 


Hal itu, spontan dia lakukan. Tetapi ketika menyadari siapa wanita yang ada di hadapannya dan takut membuat kesalahan, akhirnya Rangga memutuskan untuk kembali membuat jarak. 


Arsi menggenggam tangan Rangga, hal itu dia lakukan untuk memberikan kekuatan dan membuat suaminya merasa tenang saat mengambil keputusan itu. 


"Nyonya, sebenarnya kami hanya ingin kedamaian. Apa yang dilakukan Betty dan tante Monic jelas membuat kami pun diliputi keresahan. Nyonya saya dan keluarga besar kita sebenarnya menginginkan penyelesaian yang damai, tapi jika itu tidak bisa maka kami menyerahkan semua keputusan ditangan anda." Ucap Ngarsinah lembut. Wanita itu selalu saja bisa tenang walau hatinya sangat gelisah, hal ini membuat hati Martha tiba-tiba menghangat. 

__ADS_1


"Aahhh kau manis sekali nak, aaaa … jangan lagi kau memanggilku nyonya. Aku ini ibumu, apa kau mau menjadi anak durhaka, hah?!" Ucap Martha kesal. Wanita itu kini memijit kepalanya yang mulai tegang, Rangga saling tatap dengan istrinya.


Jack hanya bisa menggaruk kepala nya yang mendadak gatal, Rangga dan Arsi tersenyum senang dengan sambutan dari ibu angkat mereka. 


"Ampun mom, mana mau kami jadi anak durhaka. Terimakasih mommy sudah mau menjadi orang tua kami," ucap Rangga dan disambut tawa riang semuanya. Diskusi pun dilanjutkan sebentar dan akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkannya di esok hari. 


Jack dan Sarah pun pindah kamar, Rian dan Lia sudah membereskan semuanya dengan pihak management hotel. Malam semakin larut, mangantarkan tubuh-tubuh lelah itu pada mimpi indah mereka masing-masing. 


*****


"Katakan Monic, apa yang membuatmu datang malam-malam begini." Ucap Simon dengan suara beratnya. Asap v1dari tembakau mahal itu keluar dari mulutnya dan hal itu semakin membuat kesan macho pada pria yang tidak lagi muda iti. 


"Simon, aku dalam kesulitan. Bukan soal uang, tapi putriku sekarang sedang menjadi buruan. Kau tau Jack putra nya Martha? Dialah yang memburu anak ku," sahut Monic. Wanita itu tidak ingin bertele-tele, karena saat ini Betty sangat membutuhkan pertolongannya. 


Simon mengerutkan alisnya, dia sangat tau wanita tua bar-bar pimpinan white demon itu sulit untuk dikalahkan. Ada rasa kesal yang menyeruak dihatinya, kenapa Monic berhubungan dengan wanita itu. 


"Black dragon tidak bisa sembarangan bergerak Monic, apalagi melawan Martha. White demon itu kelompok yang unik, mereka tidak selalu tertarik dengan kemilau harta. Aakkhh kau ini bikin susah saja," ucap Simon yang memijit pelan kedua alisnya. 

__ADS_1


"Simon, tolonglah aku. Apa kau mau aku bersedih jika putri ku dalam kesulitan? Dia hanya sedang khilaf kemarin, tapi percayalah Betty sebenarnya anak yang baik dan manis." Ucap Monic menghiba. Wanita itu mulai menggunakan jurus rayuannya, Simon yang memang sayang dengan selir nya itu sampai tidak bisa lagi menolak. 


Monic terus merengek demi bisa mendapatkan dukungan dari orang yang selama ini menjadi suami gelapnya, rayuan Monic tidak hanya sampai disitu. Berawal dari duduknya yang kini sudah pindah ke pangkuan pria paruh baya namun sangat tampan itu dan kini mereka sudah pindah ke sebuah ruangan yang biasa digunakan Simon untuk istirahat. 


Hal inilah yang Simon suka dari Monic, wanita yang masih tampak muda itu selalu bisa membuatnya puas. Permainan Monic memang lebih berani dari permaisurinya, jadi wajarlah Monic menjadi selir kesayangan pria berhati iblis itu. 


Entah sudah berapa ronde mereka lakukan, hingga kini Simon pun tumbang dengan senyum bahagia menandakan kepuasan yang dia rasakan. Pria itu menatap Monic dan mengusap lembut wajah cantik itu. 


"Kita akan perang dengan white demon, bersiaplah." 


❤️❤️❤️


Waduuuhh gawat ini, rayuan wanita memang bisa melumpuhkan logika. Waspadalah … waspadalah 😠


Haayuukkk like, komen, vote dan hadiaah ya pemirsaah. Jangan lupa subscribe dan bintang 5 nya. Bintang 5 dari kakak semua, itu membuat diriku semangaatt. Tengkyuuhh pemirsaah.


❤️❤️❤️😠😠😠🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2