Janda Mandul

Janda Mandul
S2 Bab 7: Yash


__ADS_3

Fatim yang di tabrak bocah kecil itu dengan gerakan reflek menangkap sang balita, tubuh montok berwajah tampan menggemaskan itu akhirnya selamat dari jatuh ke lantai rumah sakit. Babysitter yang berlari mengejar pun terlihat khawatir melihat bocah lucu itu, tetapi langsung lega karena sang bos kecil nya itu baik-baik saja. 


"Yash … tolong jangan lari-lari begini, Nany susah mengejar kamu. Ma-maaf, Terima Kasih … nyonya sudah menyelamatkan bos kecil saya," ucap sang babysitter dengan senyum yang tulus. 


"Nggak papa mbak, maasya Allah lucunya. Mau kemana sayang?" Tanya Fatim. Wanita itu sudah berjongkok mensejajarkan dirinya dengan bocah bernama Yash tersebut.  


“Ma … mau Papa di tana,” Ucap balita itu dengan bahasa cadelnya. Fatim tersenyum senang, entah apa yang membuat anak kecil berwajah tampan itu memanggil dirinya Ma.


“Sayang jangan lari-lari ya, nanti kamu jatuh. Papa nya dimana nak?” Tanya Fatim yang tidak mau mengoreksi panggilan si bocah tampan. Yash celingak celinguk dengan mata yang mengerjap lucu. 


“Mama, Tala mau temu Papa. Mama mau?” Tanya si bocah kecil dengan wajah yang sangat menggemaskan. Fatim terkekeh dan tidak mau membuang kesempatan, dia pun langsung mencium pipi gembul yang putih kemerahan itu. 


“Ma-maaf nyonya, bos kecil saya sudah lancang memanggil anda mama nya. Biar saya saja yang bawa tuan muda, te–” Ucapan sang Nany pun terhenti karena sang balita yang mendadak menangis. 


“Huuuaaaa … Huuaaaa … Nany jahat! Yash mau sama mama ajaa!” Teriak bocah itu yang entah ada angin apa langsung masuk ke dalam pelukan Fatim. Sang suster sebenarnya syok melihat perilaku tuan mudanya yang selama ini tidak mau berdekatan dengan orang asing. 


Fatim yang mendapatkan pelukan mendadak, dari balita tampan itu pun merasa terkejut. Sungguh dia tidak menyangka ini akan terjadi, dengan cepat dia memeluk tubuh mungil itu dan mengusap punggungnya dengan lembut untuk bisa menenangkan sang bocah. 

__ADS_1


“Sayang cup … cup, jangan nangis ya. Ayo tante anter sama Nany nya ke tempat Papa,” ucap Fatim menenangkan dan memberikan kode kepada sang suster untuk mau berdamai daripada si tuan muda ini memperpanjang acara menangisnya.   


“No Tante, Mama ….” Ucap bocah itu yang sudah merenggangkan pelukannya dan kini sepasang netra mereka pun sudah bertemu. Sepasang mata bening dengan manik mata hitam pekat dan bulu mata lentik yang kini basah dengan air mata itu, tidak mau menerima panggilan tante dari Fatim. Bocah itu tetap bertahan dengan panggilannya yang entah dari mana dia dapatkan ide tersebut. 


“Iya sayang, ayo mama antar. Papanya Dimana sayang?” Tanya Fatim yang akhirnya memilih untuk berdamai dengan keinginan si bocah tampan. 


"Heeem … Nany, papa dimana?" Tanya Yash bingung. Sang suster yang sedari tadi asik melihat kelakuan sang tuan muda, akhirnya menyadari kalau mereka sudah dekat dengan ruangan yang dituju. 


Mereka Pun berjalan menuju ruangan yang sudah diketahui pengasuh bocah tampan itu, Yash tidak melepaskan tangannya dan dengan setia menggandeng tangan Fatim. Sebenarnya Yash ingin sekali digendong oleh sang 'mama baru nemu' itu, tapi Fatim memberikan pengertian kalau dia masih sakit. 


Ceklek!


Pintu ruangan dibuka oleh pengasuh Yash, dengan tergesa balita tampan itu menarik tangan Fatim. Sementara wanita itu hanya bisa pasrah dan menjatuhkan tas pakaiannya di lantai agar bisa mengimbangi tarikan bocah itu. 


"Papa! Yash nemu mama!" Teriak Yash ceria. Pria yang dipanggil papa itu pun menoleh dan melihat wanita yang ditarik putranya. 


"Ka-kamu?... Gimana ini bisa …." Ucapan Raziq terpotong karena dia tidak menyangka jika orang yang baru saja dia pikirkan kini sudah ada di hadapannya. 

__ADS_1


"Maaf tuan, i-ini putra anda yang minta saya untuk kesini. Saya rasa, tidak seharusnya saya berada disini. Saya permisi dulu tuan, semoga anda cepat sembuh nyonya," ucap Fatim yang sudah gugup tidak karuan. 


Wanita yang masih berwajah pucat itupun berjongkok untuk menyamakan tinggi badannya dengan bocah kecil yang menggemaskan itu. 


"Sayang, tante pulang dulu ya. Kamu jadilah anak yang baik ya sayang," ucap Fatim dengan senyum tipisnya. 


Yash menggeleng keras, bocah itu tidak mau sang mama dadakannya pergi begitu saja. 


"No mama, jangan pelgi! Papa … suluh mama di tini! Huuaaaa!!" Tangisan Yash pun pecah, hal ini sungguh membuat Fatim kelabakan dan kebingungan. Dengan cepat dia memeluk tubuh mungil Yash yang sudah menangis kencang. 


"Nona, saya mohon … tetaplah disini," 


❤️❤️❤️


Omooooo Raziq buruaan deh di iket si Fatim 🤭🤭


Dear pemirsaah, maaf ya othor lama absen. Gegara harus pindah rumah, jadi othor luar biasa nyiapin tempat tinggal baru. Semoga pemirsah semua masih setia dengan karya othor ya. Tengkyuuhh pemirsaahh.

__ADS_1


__ADS_2