
“Ehem, pandai sekali anda mengolah kata bu Arsi. Tapi tawaran anda sangat menarik, Berikan waktu saya dalam tiga hari kedepan untuk memikirkannya. Pak Rangga, anda sungguh pandai mencari seorang asisten yang cerdas seperti ini,” Ucap Jack dengan senyum yang sudah jauh lebih ramah daripada awal pertemuan mereka tadi.
“Maaf pak, dia bukan karyawan saya, tapi dia istri saya.” Ucap Kabir ramah tapi penuh penekanan. Jack sedikit menyurutkan senyumannya tapi entah kenapa kebahagiaan hatinya tidak berubah sedikitpun.
“Owh maaf, terima kasih untuk jamuan makannya kali ini. Saya rasa sudah jelas semuanya dan saya harus kembali ke kantor.” Ucap Jack dengan senyum ramahnya. Entah apa yang membuatnya kali ini lupa dengan rencana semula, ingin menghabisi bisnis Rangga.
Arsi dan Rangga ikut berdiri dan sedikit membungkuk tanda memberikan hormat kepada sang tamu yang sudah bersedia menemui mereka. Jack terus mengayunkan langkahnya dengan angkuh, tatapannya lurus kedepan sementara beberapa orang berpakaian hitam dengan setia berada di samping dan belakang dirinya.
Bruk!
“Sial! dasar bocah —” umpat Jack kesal. Namun belum selesai dia melanjutkan ucapannya seorang bocah tanpa peduli memeluk pahanya sambil berputar ke belakang dan seakan sedang bersembunyi. Bocah itu tertawa riang tanpa peduli dengan orang yang saat ini kakinya di peluk seperti tiang saja.
“Dedek … Jangan begitu, pamannya marah!” Teriak Arya yang tampak ketakutan melihat tatapan mata Jack yang mematikan. Arya pun tidak kalah dingin menatap ke arah Jack.
“Eh … maaf paman aku tidak sengaja,” Ucap Arista yang kini sudah melepaskan tangannya dan berjalan perlahan menghadap ke arah Jack. Tubuh mungil Arista yang hanya setinggi paha Jack terpaksa harus mendongakkan kepala untuk bisa menatap wajah orang yang sudah di tubruknya.
Mata Arista yang indah mengerjap lucu, bibir mungilnya mengerucut dan kedua tangannya kini sudah berada di kedua telinganya tanda gadis kecil itu sedang meminta maaf.
Hosh …Hosh … Hosh!
Suster yang mengasuh kedua bocah itu ngos-ngosan mengajar si kembar. Betapa terkejutnya suster itu saat melihat ada masalah pada kedua anak majikannya.
“Ma-maafkan kedua anak ini tuan,” Ucap suster dengan gugup dan mulai gemetaran. Beberapa orang di ruangan itu mulai melihat hal itu dan tidak ada yang berani mendekat. Sebuah keanehan terjadi dan sontak membuat para anak buah Jack ternganga.
Duk!
__ADS_1
Jack berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Arista, entah kenapa hatinya berubah menjadi hangat saat melihat tatapan lucu penuh sesal dari Arista.
“Maafkan dedek paman ….” Ucapnya dengan sedikit rasa takut.
“Hemm kau … sedang bermain di tempat umum? kemana orang tuamu?” Tanya jack lembut. Pria itu pun bingung apa yang terjadi pada dirinya, entah kenapa dia bisa bersuara selembut ini.
“Kata om Tomy mama dan papa ada di restoran ini, jadi dedek juga kesini mau ikut makan. Paman juga mau makan?” Tanya bocah imut.
“Hehehe … kau lucu sekali gadis kecil, ya paman tadi sudah makan. Ya sudah carilah orang tua mu, paman pergi dulu ya. Jangan berlarian lagi di tempat umum itu berbahaya.” Ucap Jack sambil berdiri dan mengusap lembut kepala sang bocah. Arya tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Jack.
“Jangan menyentuh kepala adikku paman, itu sangat tidak sopan!” Ucap Arya tajam. Bukannya marah tapi Jack malah terpana dengan apa yang barusan di katakan oleh Arya.
“Sssttt … kakak, jangan begitu,” bisik suster.
“Paman tampan, nama ku Arista, nama paman siapa?” Tanya Arista dengan berani dan senyum yang sudah terkembang di bibir mungilnya.
“Heyy Arista, heemm kau bisa memanggilku paman Jack.” Ucap Jack dengan senyum manisnya.
“Wooowww ada kapten Jack Sparrow kak!” Teriak Arista senang sambil melompat lompat kecil. Jack yang melihat hal itu membuat hatinya kembali menghangat, dan dia pun tertawa lepas. Mereka sibuk dengan pembicaraan yang seru sampai tidak menyadari akan kehadiran sepasang suami istri yang mendekat dengan langkah tergesa dan wajah penuh kecemasan.
“Ada apa ini? Ya Allah kakak, Dedek ….?!” Ucap Arsi panik. Wanita itu tidak mau terjadi apa-apa dengan kedua anaknya, Arsi mengetahui siapa Jack di balik wajah ramahnya.
“Mama … ini kenalin paman Jack Sparrow, kapten bajak laut yang keren itu ma!” Sahut Arista yang kini menghambur ke pelukan sang mama. jack melihat hal itu dan kini mengetahui kalau kedua bocah yang mampu membuat hatinya menghangat itu adalah anak dari pasangan suami istri yang baru saja makan bersamanya.
“Ssstt sayang jangan begitu ….” Ucap Ngarsinah dengan gugup.
__ADS_1
“Maaf tuan, apakah anak-anak kami membuat masalah dengan anda?” Tanya Rangga dengan wajah tak kalah cemas dengan sang istri. jack melihat ke arah Rangga dan mendekati pria itu yang kini tangannya mulai terasa dingin. Jack menepuk pundak Rangga dan senyumnya belum juga memudar.
“Anak-anakmu sangat lucu pak Rangga, dan suatu hari nanti aku akan membawakan mereka hadiah. Aku menyukai mereka,” Ucap Jack. Rangga merasa sedikit lega dengan apa yang dia dengar, Tidak membutuhkan waktu lama setelah berbincang sesaat akhirnya mereka pun berpisah. Arsi dan Rangga akhirnya kembali ke ruangan VVIP untuk menuruti keinginan si kembar Senior makan di restoran mewah itu.
Di sepanjang jalan, Jack tidak melepaskan senyumnya entah kenapa pertemuannya hari ini seakan menjungkir balikkan dirinya dan panggilan paman serta julukan dari super hero bajak laut yang baik hati mampu menyentuh perasaannya.
“Bocah itu sudah membuatku jatuh cinta. Heemm haruskah aku berubah menjadi kapten Jack Sparrow?” Gumam Jack tertawa sendiri, tapi hal itu membuatnya jadi tertantang. Bajak laut yang baik hati, dan bisakah dirinya yang seorang mafia menjadi ‘mafia yang baik hati’, apakah itu tidak aneh?.
Jack terhanyut dalam khayalannya untuk menjadi orang yang baik hati seperti tokoh yang disebutkan oleh gadis kecil bermata indah itu tadi. Hingga tanpa terasa kini dirinya sudah sampai di Villa. Niat hatinya akan bertemu dengan Betty dan melihat keadaannya.
Betty yang masih dalam perawatan seoarng dokter merasa ketakutan dengan kehadiran seorang Jack yang berlaku buas kepadanya. Trauma itu masih membuatnya takut. Jack tidak mengucapkan kata sedikitpun dan langsung mendatangi brankar Betty.
Sesaat matanya menatap seluruh tubuh yang beberapa hari kemarin mampu membuatnya terpuaskan, dan kini sepasang netra mereka beradu. Betty menggeleng pelan dan matanya sudah mengembun siap untuk menumpahkan air bening dari kelopak matanya.
jack beralih menatap sang dokter dan hal itu sungguh membuat sang dokter ketakutan, dia pun menundukkan pandangannya. Jack mendatangi sang dokter.
“Aku ingin punya anak yang lucu, apakah bisa dokter?”
❤️❤️❤️
Naaahh looo ini minta anak ke siapa nihhh?? mana pesennya yg lucu pula 🤣🤣🤣
Yuuukk like, komen, vote dan subscribe yaaahh, jangan lupa hadiah. tengkyuuuhh pemirsaaahh.
❤️❤️❤️🤣🤣🤣🌹🌹🌹
__ADS_1