Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 97: Hamil


__ADS_3

"Kamu tidak pernah ada di posisi aku Sis, jadi kamu tidak tau apa yang aku rasakan," jawab Novi dengan keras kepalanya. Wanita cantik itu masih sulit untuk diberikan nasehat, Siska hanya menggelengkan kepala mendengarkan jawaban sang pasien. 


Kalau sudah seperti ini Novi akan sulit untuk dinasehati, atau memang seperti inilah watak Novi yang sebenarnya. Untuk beberapa saat mereka berbincang atau tepatnya bicara satu arah, karena Novi hanya ingin didengarkan oleh Siska untuk saat ini. 


Merasa sudah cukup dengan semua keluh kesahnya, Novi berpamitan dan tidak lupa wanita itu merapikan dandanannya. Setelah melakukan salam perpisahan dengan cipika cipiki Novi keluar dari ruangan sang dokter. 


"Arsi? Ngapain dia kesini?" Gumam Novi lirih, dia melihat Ngarsinah duduk di kursi tunggu sendirian. Novi memicingkan matanya melihat Ngarsinah yang lebih berisi dari biasanya. Sementara Arsi tidak sadar sedang di perhatikan, wanita itu asik dengan cemilannya. 


"Arsi? Kamu ngapain kesini?" Tanya Novi yang tidak tahan dengan rasa penasarannya. Ngarsinah menoleh ke arah sumber suara. Wanita itu tidak menyangka akan bertemu Novi di rumah sakit, Ningsih sedang di toilet sementara Rangga mengurus pendaftaran dan membelikan cemilan permintaan sang istri. 


"Novi, kamu juga ngapain disini?" Alih-alih menjawab pertanyaan Novi, Arsi malah bertanya kepada Novi. Novi merasa tidak siap menerima pertanyaan balik dari Arsi. 


"Ehem … aku, ya jelaslah aku memeriksakan kandunganku. Laah kamu sendiri ngapain ke dokter kandungan?" Tanya Novi dengan berbohong saat menjawab pertanyaan Ngarsinah. Ngarsinah merasa enggan menjawab pertanyaan Novi, tapi di satu sisi wanita itu ingin membalas kebiasaan mulut pedas Novi. 


“Waahh selamat ya Nov, sudah berapa bulan kandungannya?” Tanya Ngarsinah lagi, dia masih berpikir jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan Novi. 


“Kamu itu ya, di tanya bukannya di jawab, tapi malah nanya-nanya aku terus. Aku nggak bisa jawab pertanyaanmu, kata orang tua pamali ngasih tau tentang kehamilan yang masih muda.” Jawab Novi dengan ketus, tapi wanita itu masih belum mau beranjak dari situ, hatinya masih penasaran dengan urusan Ngarsinah datang ke dokter kandungan. 


“Aku mau memeriksakan kandunganku juga Nov, dan aku setuju dengan kamu, pamali kalo ngomongin soal kandungan yang masih muda. Maaf Nov aku kedalam dulu ya, sepertinya aku sudah dipanggil,” pamit Ngarsinah setelah menjawab pertanyaan Novi yang akhirnya membuat Novi pun kesal karena tidak mendapatkan jawaban yang sesuai dengan harapannya. 

__ADS_1


“Kasihan kamu Arsi, kesini nggak ditemani siapa-siapa. Sudah di buang ya sama suami mu yang kaya raya itu? hahaha,” ucap Novi sambil berlalu, wanita itu selalu saja membuat sakit hati Ngarsinah. Novi berlalu, sementara Ngarsinah sempat memandangi kepergiannya dengan hati yang kesal. 


“Sayang, kamu ngeliatin siapa? sampe nggak denger namamu dipanggil,” ucap Rangga yang datang sambil berlari kecil, pria itu terheran-heran melihat istrinya memandangi seseorang yang sudah melangkah jauh. 


“Oh iya mas, maaf … itu tadi si Novi ketemu disini dan dia duluan pulang,” jawab Ngarsinah dengan sedikit tergugup. Rangga langsung menggamit tangan sang istri dan mengajaknya untuk masuk kedalam ruangan dokter spesialis kandungan. 


Untuk sesaat pikiran Ngarsinah merasa tidak nyaman dengan ucapan Novi barusan, apakan saat ini mood wanita itu sedang tidak stabil atau memang kali ini dia merasa benar-benar tersinggung dengan ucapan pedas dari Novi. 


“Selamat siang bu, mari silahkan duduk. Ibu ingin memeriksakan kandungan ya?” tanya dokter Siska, dokter kandungan itu tersenyum ramah dan sedikit membuat suasana hati Ngarsinah menjadi nyaman. 


“I-iya dokter, tadi kami sudah memeriksakan secara mandiri dengan alat tes kehamilan, kali ini ingin memastikannya dokter.” Jawab Ngarsinah dengan terbata, Rangga menggenggam tangan sang istri untuk memberikan rasa percaya diri. 


“Bulan ini saya belum haid dokter,” Jawab Ngarsinah dengan mantap, sesekali wanita itu menatap kearah suami, yang selalu senyum. Rangga dengan setia mendampingi Arsi yang saat ini sedang merasa insecure, Pria itu tidak berhenti melantunkan dzikir dan doa agar Allah memberikan ridho atas apa yang mereka inginkan. 


Perawat memeriksa tekanan darah Ngarsinah dan menyiapkan gel untuk pemeriksaan USG. Sambil menyiapkan semuanya merekapun terlibat obrolan yang membuat Ngarsinah sedikit bisa mengatasi rasa gugupnya. 


Saatnya sebuah alat bergerak kesana kemari di atas perutnya Ngarsinah dan mereka semua fokus pada layar monitor besar yang ada di hadapan. Rangga mengerutkan keningnya karena tidak memahami apa yang di tayangkan. 


“Selamat ibu, bapak. Ini bayi kalian, masih sangat kecil, dan ini ada tiga kantong yang berisi masing-masing embrio. Selamat untuk ketiga bayi kalian ya ….” Penjelasan dokter Siska membuat Rangga dan Ngarsiah terperangah tak percaya. Ngarsinah mencubit tangannya sendiri, untuk memastikan kalau ini bukan mimpi. 

__ADS_1


“Sa-saya hamil dokter? nggak becanda kan ya dok?” Tanya Ngarsinah masih dengan tatapan tidak percaya, tapi di sudut hatinya wanita itu sangat bahagia. Tanpa terasa cairan bening sudah menetes keluar dan Rangga pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia. Pria itu mengangguk pasti untuk menjawab pertanyaan Ngarsinah. 


“Awww ….!” jeritnya tertahan, hal ini tidak luput dari perhatian Rangga dan Siska, mereka berdua tertawa dengan aksi konyol yang dilakukan oleh wanita hamil itu. Ngarsinah tersenyum malu karena aksinya tertangkap mata. 


Dokter Siska membantu Arsi untuk bangkit dan turun dari tempat tidur pemeriksaan, setelah di bersihkan oleh perawat, wanita itu tidak lupa merapikan pakaian yang sempat terangkat.  


“Pak Rangga dan bu Ngarsinah, selamat ya, saya saja yang tidak ikut mengandung merasa senang bukan main, karena kembar tiga terhitung jarang terjadi selama saya bertugas di rumah sakit ini. Apakah ibu sudah mulai merasakan mual?” Tanya dokter Siska dengan ramah, Ngarsinah menggeleng pelan, wanita itu sambil mengingat apa saja yang dia rasakan akhir-akhir ini. 


“Perubahannya yang saat ini paling keliatan itu di nafsu makan dokter, dan akhir-akhir ini arsi sering emosi dan sedih. Apakah itu termasuk salah satu tanda-tanda kehamilan dok?” Tanya Rangga antusias, pria itu melihat Ngarsinah yang masih shock dengan kabar kalau dia akan memiliki anak kembar tiga. 


“Baik, ibu dan bapak saya akan jelaskan sedikit tentang perkembangan dan bagaimana perubahan yang dialami oleh ibu hamil ya. Saat ini ibu sudah memasuki minggu ke lima, selama periode ini sampai minggu kedelapan ibu akan mengalami morning sickness. Jadi nanti jangan merasa takut atau panik saat mengalami mual dan muntah ya bu, karena ini normal. Hal ini terjadi karena peningkatan hormon ibu hamil, darah sedang dipompa melalui jantung janin, kantung ketuban yang berbeda sudah terbentuk. Untuk pak Rangga mohon siaga ya, karena mood ibu hamil sering berubah-ubah jadi harus banyak sabar.” jelas dokter Siska dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya.


❤️❤️❤️


Maasya Allah, jika Allah sudah berkehendak, tidak satupun mahluk yang mampu menolak.


Haaiii pemirsaah, maaf ya dua hari ini othor telat up, karena lagi rempong. ikuti terus jandul ya pemirsaahh, like, komen, vote dan hadiahnya di tunggu. tengkyuuhh pemirsaaah


❤️❤️❤️🥰🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2