
Pertemuan itu pun berakhir dengan sangat baik, Rangga pun dipeluk erat oleh sang mafia. selama di perjalanan Jack merasa hatinya bahagia, entah keyakinan dari mana pria itu mulai membayangkan wajah ayu sang dokter. Sampai di mobil, pria itu memerintahkan sang supir untuk langsung ke villa. Sepanjang perjalanan pria tampan dengan usia matang itu mulai berkhayal, Seorang bocah tampan yang sangat mirip dengannya.
“Aku akan menjadikanmu singa yang tak terkalahkan boy, putra ku harus mahir bermain senjata dan tidak boleh cengeng. Ahh aku akan memberikan putraku kebahagiaan yang tidak dimiliki oleh anak-anak lain, aku tidak sabar rasanya ingin membuat Sarah hamil.” Gumam Jack dalam hati.
Hanya dengan berpikir seperti itu, hatinya menghangat dan terus saja senyum tampannya terkembang membuat beberapa anak buahnya merasa heran. Sejak kapan sang bos bisa tersenyum ramah seperti ini, tapi itulah Jack setiap keinginannya selalu dapat diraih walau dengan cara yang tidak benar.
Saat melewati jalanan yang menuju ke pintu, Jack memetik bunga dan sekilas menciumnya. Dirasa cukup harum pria itu membawanya dengan tergesa, saat dijalan tadi pria itu sempat mencari artikel di aplikasi Glugur bagaimana mendekati wanita. Dalam artikel itu dikatakan berikan bunga, karena wanita sangat menyukai bunga.
Kakinya terus menyusuri villa yang luas dan mencari keberadaan Sarah di klinik, ternyata wanita itu sedang melakukan pengobatan pada anak buahnya yang terluka. Jack tidak mau mengganggu pekerjaan wanita incarannya, dibantu oleh tiga orang perawat, Sarah melakukan pekerjaannya dengan gesit. Jack menunggu di bangku yang ada di luar klinik, bangunan yang lumayan luas dengan peralatan lengkap membuat Sarah tidak mengalami kesulitan saat melaksanakan tugasnya.
Selesai merawat anggota yang terluka, Jack pun menyuruh semua orang keluar kecuali Sarah. Kini Sarah sedang duduk di kursi kebesarannya, kursi itu benar-benar besar karena tubuh Sarah yang mungil jadi seperti tenggelam di kursi itu.
“Maaf tuan, apakah anda sedang sakit? Mari saya periksa,” Ucap Sarah lembut. Jack seperti tersihir dengan kelembutan Saras, sesaat pria itu merutuki kebodohannya kenapa dia tidak pernah menyadari ada bidadari di sarang penyamun miliknya.
“Ini untuk mu Sarah,” Ucap jack kaku. Pria itu tidak tau bersikap bagaimana seharusnya saat seorang pria merayu wanita. kambali pria itu memaki dirinya, kenapa tadi dia tidak melihat video bagaimana seharusnya, yang dia sempat cari hanya artikel saja.
“I-ini apa tuan? untuk apa? apakah anda meminta saya untuk menelitinya?” Pertanyaan Sarah yang bertubi-tubi membuat Jack gelagapan. Ternyata apa yang dia lakukan membuat wanita berparas lembut dan ayu itu tidak memahami maksud dan tujuannya.
“Aku memetiknya untukmu, ambillah.” Ucap Jack masih kaku. Senyum terkembang dan membuat ketampanannya semakin berkali lipat, tapi bagi Sarah jack tetaplah bos yang harus dia hormati dan disegani.
__ADS_1
“ba-baik tuan, terima kasih.” Ucap Sarah dengan senyum menghiasi bibirnya. Gadis itu merasa bingung dengan apa yang terjadi pada bosnya hari ini, tapi dia tidak ingin membuat sang bos marah karena banyaknya pertanyaan yang satupun tidak dijawab oleh sang bos.
“Apa kau senang?” Tanya jack. Dengan sedikit gugup Sarah mengangguk, berharap jawabannya tidak membuat suasana hati sang bos berubah. Melihat Jack kembali tersenyum dengan memamerkan barisan gigi nya yang rapi membuat Sarah bernafas lega.
“Terima kasih tuan, saya akan meletakkannya di pot itu.” Sahut sarah sambil mengambil pot yang biasa di isi bunga oleh nya. Jack mengangguk, sesaat pria itu masih berdiri di tempatnya, tapi dia bingung bagaimana mengutarakan niatnya untuk meminta Sarah membelikan kue di kedai Arsi.
“Maaf tuan, apakah ada yang ingin tuan sampaikan lagi?” Tanya Sarah yang terlihat bingung dengan sikap Jack. Pria bertubuh kekar dan tinggi menjulang itu terlihat bingung, padahal selama ini dia tidak pernah kesulitan sedikitpun saat ingin menyampaikan maksudnya.
“Aku ingin kue, bisakah kamu membelikannya?” Tanya Jack dengan tatanan kalimat yang berantakan. Sarah mengerjapkan matanya dan hal itu justru membuat Jack terpesona. Jantungnya tiba-tiba berdebar lebih cepat dan dengan cepat pria itu langsung memegang dadanya.
“Apakah anda sakit? Mari tuan saya periksa dulu. Setelah itu saya akan membelikan kue yang anda inginkan.” Ucap Sarah Khawatir. Karena terlalu khawatir dengan keadaan bosnya, sarah dengan cepat melesat ke tempat pemeriksaan dan meminta Jack untuk mengikuti arahannya. Seperti sapi yang dicocok hidungnya pria yang biasanya berkata kasar itu kini berubah manis dan menurut dengan perintah Sarah.
Saat mendengar detak jantung Jack seperti orang yang habis berlari, Sarah mengerutkan dahinya, dengan teliti gadis itu memeriksanya. Tekanan darah pun juga di periksanya dan dengan terkejut gadis itu melihat tingginya tekanan darah bos mafia itu.
“Tuan, tekanan darah dan detak jantung anda tidak normal, apakah boleh saya mengambil sampel darah anda untuk saya periksa?” Tanya Sarah dengan wajah yang sangat khawatir. Jack merasa dirinya sehat wal afiat sebelum bertemu dengan Sarah, lalu kenapa mendadak sekarang darah tingginya jadi naik.
“Jangankan hanya darah, uang ku jika kau mau juga boleh kau ambil.” Ucap Jack asal. Sarah yang sedang menyiapkan alat untuk mengambil darah Jack berhenti sejenak.
“Maaf tuan, anda bicara apa?” Tanya Sarah karena di kalimat terakhir Jack melirihkan suaranya. Jack sedikit kelabakan dengan ucapannya sendiri, sedikit acting pria itu mengalihkan perhatian Sarah dengan meringis dan memegang dadanya seolah ada rasa sakit yang mendera disana.
__ADS_1
“Oh maaf tua, apakah itu sakit sekali. Ayo saya bantu, atau sebaiknya anda rebahan saja, saya akan menaikkan bagian kepala tempat tidur ini.” Ucap Sarah bergegas membantu. Jack tersenyum tipis, hal ini mampu mengalihkan perhatian gadis itu. Beberapa waktu berada di klinik berdua saja dengan Sarah, membuat jack mulai betah dan ingin berlama-lama dengan gadis itu.
Sarah dengan cepat mengambil darah Jack dan setelah cukup gadis itu pun berniat untuk beranjak menuju laboratorium, namun dengan cepat jack mencegahnya.
“Dokter Sarah mau kemana?” Tanya Jack.
“Saya mau mengantarkan darah anda ke lab tuan, tunggulah disini dan jika ingin istirahat karena masih sakit untuk berdiri, saya tidak akan mengganggu anda.” Jawab Sarah dengan senyum cantiknya. Jack tidak akan membiarkan sang dokter pergi, dengan kuasanya kembali perintahun keluar.
“Panggil saja petugas Lab kesini dan dokter tetaplah disini,” Titah Jack dan itu tentu tidak terbantahkan. Dengan cepat Sarah menghubungi raung lab melalui sambungan telepon internal. Semua sudah beres dan kini Sarah membereskan peralatan, yang masih berantakan tidak pada tempatnya.
“Besok aku ingin kamu membelikan kue untuk ku di kedai kue ‘Why A’, apakah bisa Sarah?”
❤️❤️❤️
Si mafia jadi unyu gini yak 🤣🤣
Yuuukk jempooolnya pemirsaahh, komen, vote, hadiah dan subscribe ya.
mari mampir ke novel ku yang baru ya pemirsaah, PASHMINA UNTUK KUPU-KUPU. author berusaha menulis dengan berdasarkan realita, dikemas dengan drama agar bisa membuat pemirsa bisa teraduk-aduk emosinya 😆😆. cuussss merapat pemirsaah, tengkyuuuhh.
__ADS_1
❤️❤️❤️🤣🤣😆🌹🌹🌹