Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 87: Penyesalan David


__ADS_3

John merasa heran, ada apa dengan sahabatnya ini, kenapa tiba-tiba dia ingin melakukan poligami, sementara Novi sangatlah sempurna dimata John. David memang bukan pria yang suka bertele-tele, sebenarnya dia pria baik, namun perbedaan budaya dan karakter membuat David seakan pria yang tipis toleransi. 


Novi wanita ambisius yang akan melakukan apa saja agar tujuannya tercapai, selama ini itulah yang John ketahui mengenai kehidupan pribadi sang sahabat. 


“Yes I am, jangan terkejut begitu, aku sudah memikirkannya berulang kali. John satu kesalahan ku yang tidak akan pernah bisa aku lupakan, kau tau apa?” tanya David yang bicara sambil memilih makanan, John tidak sabar mendengarkan kisah sahabatnya yang sangat berliku itu. Fatim berusaha menajamkan telinganya agar tidak terlewatkan kisah pria yang saat ini berusaha mendekatinya. 


“Aku menceraikan Ngarsinah, ternyata aku salah selama ini memandang dia bro, dia wanita yang lembut dan tidak pernah sedikitpun memberikan beban atas keinginannya. Jika boleh aku membandingkan dengan Novi, huuuff … jauh banget!” seru David menceritakan penuh emosional, pria itu terkadang marah dengan dirinya sendiri yang sudah dibutakan oleh bujuk rayu Novi. 


“Makanya aku tidak akan melakukan kesalahan kedua, kamu lihat dia bro? sederhana dan mandiri. Aaahh aku sudah tidak sabar bro,” ucap David melanjutkan kisah hidupnya, walau mereka duduk berjarak dengan meja makan yang lebar, namun Fatim masih bisa menelinga apa yang mereka bicarakan. 


‘Andai kau tau apa yang sebenarnya terjadi, kau tidak akan membuat Novi bernafas dengan tenang David. Namun aku berjanji untuk membantumu menebus kesalahanmu pada Arsi’ gumam Fatim dalam hati, wanita itu sudah menyusun rencana agar David mengetahui sendiri apa yang sebenarnya Novi sembunyikan selama mereka menjalin hubungan, dan bagaimana Novi mencelakai Ngarsinah dengan ramuan herbal mbah Jebrak. 


Fatim mengetahui apa yang Novi perbuat kepada Ngarsinah, hanya saja Novi tidak mengenal dirinya karena dia hanya anak dari buruh tani di kebun keluarga Arsi. Allah mengatur pertemuan itu dengan luar biasa, setelah David bercerai dan berhasil menikahi Novi, dan di saat inilah mereka dipertemukan. 


Puas berbincang-bincang dan mereka pun menikmati makan malam yang John siapkan. Tidak ada kendala yang terjadi, semuanya lancar dan kini David berusaha untuk bisa mengungkapkan maksud hatinya kepada sang janda pujaan hati. Saat ini dia tidak ingin mengungkapkan isi hatinya di hadapan putranya Fatim, karena David tidak ingin jika saja Fatim menolak maka dia akan malu dengan pria kecil itu.  


Jay pergi bermain ke arena playground yang disiapkan oleh pihak restoran, dengan tujuan agar pengunjung merasa betah makan disana. David pindah duduk di kursi yang tadinya di duduki oleh Jay, posisi mereka masih bisa memantau kegiatan jay. 

__ADS_1


“Fatim, boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?” tanya David hati-hati. Pria bule itu tidak ingin Fatim terkejut saat dirinya mengungkapkan tujuannya kepada janda satu anak itu. 


“Ya, mau tanya apa mas?” tanya Fatim setelah membolehkan David untuk bertanya sesuatu kepadanya. David menarik nafas dalam agar tidak salah dalam berucap. 


“Apakah suatu hari nanti kamu akan menerima seseorang untuk menjadi suamimu?” tanya David grogi, bahasanya sangat buruk dan akan membuat Fatim bisa saja tidak suka dengan dirinya. Janda satu anak itu tersenyum cantik, dia sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan David malam ini.


“Ya, jika Allah memberikan kesempatan kembali untuk memiliki suami dan imam untuk ku. Kenapa mas?” tanya Fatim setelah menjawab dengan tegas pertanyaan yang dilontarkan oleh David tadi. David tersenyum sumringah mendengar jawaban dari janda cantik itu. 


“Jika aku berniat untuk menikahimu, apakah kamu bersedia menjadi istriku Fat?” Tanya David to the point. Pria itu memang selalu tidak sabaran, dasar bule. Fatim terseenyum cantik kepada David, wanita cantik itu tidak terkejut sama sekali, karena sebagai wanita dewasa yang sudah berpengalaman dia sangat mengetahui bagaimana bahasa tubuh laki-laki ketika melakukan pendekatan kepada wanita. 


“Novi akan menerimamu jangan khawatirkan hal itu, dia tidak akan melakukan hal yang membuatmu dalam bahaya. Tolong jangan pikirkan hal seperti itu,” jawab David dengan kesungguhan, pria tampan yang selalu jadi incaran para gadis di desanya kini meminta Fatim untuk menjadi istri kedua dari seorang David, pria blasteran dan menyandang predikat pengusaha sukses. 


“Kenapa mas mau berpoligami?” tanya Fatim dengan tatapan yang dalam, David tidak terkejut hanya saja kini jantungnya berdetak lebih cepat, dia tidak suka menutupi apapun dan saat ini dia harus jujur akan keinginannya terhadap wanita yang saat ini ada di sebelahnya itu. David menatap sepasang netra milik Fatim yang mampu membuat hatinya berbunga-bunga sejak mereka bertemu pertama kali, Pria itu menghirup udara dengan sangat rakus, dan menghembuskannya dengan perlahan. 


“Aku ingin mengajakmu beribadah dan aku ingin memiliki anak Fat. Ketika seorang anak terlahir dari seorang ibu yang kuat dan tangguh, maka hal itu akan menurun kepadanya, kamu wanita yang berbeda dan aku sangat ingin kau menjadi ibu dari anak-anakku Fat.”


David berhasil bicara dengan lancar, dan untuk sesaat pria itu terdiam, pikirannya melayang entah kemana dan jantungnya semakin berdegub cepat. Fatimah menyimak semuanya dengan seksama, wanita itu sedang berpikir bagaimana jika nanti Novi akan mencak-mencak dan jelas lah dia yang akan dituding banyak orang sebagai pelakor.

__ADS_1


“Mas David, aku mohon kita bicara bertiga dengan istri mas, karena ini bukan perkara mudah dan nggak bisa di gampangin. Akan ada banyak pertanyaan yang akan aku berikan kepada mas dan istri mas sekarang. apakah mas David bersedia?” Tanya Fatim dengan tatapan mata itu sungguh terasa menghujam di jantung pria yang nampak kebingungan untuk menjawab.


“Aku akan bicara dengan Novi, jika itu keinginan dari mu, maka aku akan usahakan semuanya jadi baik. Lusa hari ulang tahun Novi, apakah kamu bersedia untuk hadir Fat? aku berharap di momen itu aku bisa meminta Novi untuk melamar kamu untuk aku.”


Novi tersenyum samar dan entah kenapa David tidak menyadari akan hal itu, sesaat Fatim memikirkan apa jadinya ketika David bersama dengan dirinya di hari ulang tahun Novi, aah pasti menyenangkan ya pemirsaah. 


Beberapa menit berlalu, Davida tidak menginterupsi, pria bule itu hanya diam dan sabar menanti, sementara Fatim sedang menyiapkan semuanya dengan matang. 


“Aku bersedia mas, kita bertemu di lokasi langsung? tolong kamu share loc aja ya mas,”


❤️❤️❤️


Heemm kok aku yang jadi baper yaakk, padahal kan Fatim yang diajak nikah 🤭


Haayuukk ramaikan jempolnya, komen, vote dan hadiah nya yaaa, tengkyuuuhh pemirsaahh ...


❤️❤️❤️🤣🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2