Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 150: Mafia Insyaf


__ADS_3

Sarah yang mendapatkan pertanyaan langsung seperti itu sejenak berpikir, Dia ingin melihat sebesar apa kesungguhan pria itu. Sementara Jack sudah menyiapkan mahar dengan nilai fantastis jika sang calon istri meminta sesuatu, Jack cukup berdebar menatap wanita cantik lembut tapi garang saat bertempur beberapa saat yang lalu. 


“Tuan, aku meminta mahar Ayat Kursi.” Ucap Sarah dengan tatapan sekilas. Gadis itu langsung menjatuhkan pandangannya, Rangga dan Arsi yang duduk di sofa kini jadi saling tatap. Ada pikiran khawatir yang memenuhi kepala mereka. 


Jack menatap penuh selidik ke arah calon istrinya yang baru saja membuatnya bahagia. Sarah menerimanya, itu adalah hal yang membuatnya ingin jingkrak-jingkrak. 


“Tuan, saya minta mahar Ayat Kursi.” Ucap Sarah lirih. Kini dua pasang netra mereka bertemu. Entah apa yang terjadi, detak jantung Sarah tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. 


Jack yang mendengar itu pun garuk-garuk kepala, Pria itu tersenyum hangat ke arah Sarah. Dalam pandangan Sarah, senyum Jack sangatlah kaku dan hal itu menjadi pemandangan langka bagi gadis itu. Jack mengangguk, lalu pria itu mengambil benda pipih super pintar dari saku celananya. 


“Belikan kursi termahal dan terbaik yang ada di dunia ini, siapkan lusa. Jangan ada kesalahan dan aku tidak ingin ada kesalahan,” Titah Jack setelah sambungan telepon terhubung. Asisten pribadi Jack yang selalu siap siaga sedikit bingung dengan perintah sang istri. 


“Maaf tuan, kursi seperti apa yang anda inginkan?” Tanya sang asisten di seberang sana. Sarah yang mendengar percakapan Jack mengerutkan dahinya, beberapa saat Sarah tersadar dan menepuk dahinya pelan. Jack yang melihat hal itu, menatap Sarah dengan raut wajah bingung. 


“Itu kursi untuk calon istri ku,” Ucap Jack menjelaskan kepada sang asisten. Sesaat perbincangan mereka di telepon selesai, Jack merasa puas dengan kesanggupan sang asisten, kini dia siap menghadapi Sarah. 


“Permintaanmu sudah saya siapkan, jika besok bisa keluar dari rumah sakit, aku ingin langsung bertemu orang tuamu dan menikahimu Sarah.” Ucap Jack santai. Sarah tersenyum tipis, dia mulai paham bagaimana dengan calon suaminya itu. 


“Tuan, maaf sepertinya sudah ada salah paham diantara kita,” Ucap Sarah. 


“Apakah kau inginkan kursi yang sudah direncanakan?” Tanya Jack panik. 

__ADS_1


“Maksud dari Ayat kursi itu, salah satu surah yang ada di kitab suci Al qur’an Tuan.” Ucap Sarah lembut. Gadis itu tidak memandang Jack rendah, sesaat Sarah berpikir kalau dia akan memiliki tugas baru dalam memberikan pencerahan untuk jalan baru bagi suaminya.  


Jack yang mendengar jawaban dari Sarah, langsung mengusap tengkuknya dengan kasar. Jack tau ketika Sarah mengatakan kitab suci, hal itu membuat jack menoleh ke arah Rangga dan Arsi. Sepasang suami istri itu mengangguk, tidak perlu diutarakan Jack, mereka berdua siap untuk membantu Jack menghafalnya.


“Apakah bisa surah yang lain Sarah? lebih sederhana gitu?” Tanya Jack berusaha nego. Sarah terkekeh kecil, gadis itu merasa gemas dengan raut wajah tak biasa milik Jack. Sesaat gadis itu berpikir, dia tidak ingin membuat sang calon suami kesulitan. 


“Baiklah tuan, saya batalkan ayat kursinya, dan saya minta mahar surah Al Fatihah.” Ucap Sarah. Jack merasa lega, walaupun pria itu belum tau itu lebih sulit atau lebih mudah, tapi dia yakin Sarah tidak akan membuatnya kesulitan. 


Jack menerima syarat dari Sarah, kini mereka berempat bicara santai di ruang rawat milik Sarah. Jack mendapatkan laporan dari anak buahnya, Betty yang sudah melakukan ini semua. Pria itu tidak main-main lagi, dengan hukuman apa yang akan dia berikan kepada wanita ular itu. Sekali perintah membuat semua anak buah jack, bahkan juga partnernya di dunia bawah tanah pun ikut bergerak untuk mencari wanita itu sampai dapat.


Rangga dan Jack akhirnya terlibat percakapan serius membahas tentang Betty yang sudah lama ingin menghancurkannya. Betty yang masih ada hubungan saudara dengan Rangga pun, tidak bisa membuat Jack tidak menghukum wanita itu.


Setelah perbincangan itu selesai, kini Rangga mengajarkan menghafal surat Al Fatihah yang akan menjadi maharnya. Arsi sibuk memberikan kabar kepada dua orang sahabatnya untuk acara dadakan yang akan dilaksanakan oleh Jack yang akan menikahi Sarah. 


Momen silaturahmi yang tidak direncanakan itu pun terjadi, Novi datang dengan Bram dan Fatim datang dengan David. Tanpa mereka sadari kini dua pasang suami istri itu pun sudah sampai di rumah sakit. Fatim tidak membawa Jay, karena sore itu jadwalnya sang putra mengaji dan diantar oleh pengasuh nya.  


Setelah mengucap salam kini mereka sudah berkumpul di dalam ruangan besar itu. Seperti reuni, kini wanita dari desa Rorocobek pada berkumpul, dan ada rasa persaudaraan yang sangat kuat di hati mereka. Rangga mengenalkan Jack sebagai saudara angkatnya dan akan menjadi suami Sarah, gadis yang sedang terbaring lemah karena timah panas yang menembus kulitnya. 


“Yuk, kita ke Sarah aja, biarkan para kaum adam itu berbincang-bincang disana.” Ajak Arsi pada Fatim dan Novi. Kedua tamu nya itu pun menurut, kini mereka sudah menjadi 2 kelompok.


“Sarah, ini loh yang aku bilang ke kamu. Namanya Fatim,” Ucap Ngarsinah membuka pembicaraan. Fatim mengulurkan tangannya untuk berkenalan, Sarah pun menyambutnya dengan senyuman manisnya. 

__ADS_1


“Salam kenal mbak Fatim, mbak cucu nya Mbah Jebrak ya?” Tanya Sarah to the point. 


“Iya mbak Sarah, jadi kita hitungannya masih saudara ya. Akhirnya genk Rorocobek ngumpul ya,” Ucap Fatim tersenyum lebar. Pernyataan itu pun di sahuti dengan anggukan oleh kedua sahabatnya itu. 


“Panggil Sarah aja mbak, kan aku yang umurnya paling muda disini.” Ucap Sarah Sungkan. 


“Laah kita juga muda Sar,” Sahut Novi tidak ingin mengaku tua. Gelak tawa pun meramaikan kelompok cewek, para pria yang melihat itu hanya melirik saja tidak ingin kepo. 


“Jadi kamu terima tuan Jack Sar?” Tanya Novi yang sudah tidak tahan dengan info terbaru. 


“Jadi kapan nikahnya?” Timpal Fatim ikut tidak sabaran. Sarah menatap Arsi sekilas, seolah gadis itu meminta dukungan dari mak comblangnya. 


Jika besok aku boleh pulang, lusa tuan Jack akan ke kampung kita. Katanya sih lamaran langsung nikahan mbak,” Ucap Sarah lirih. Kedua wanita yang baru saja bergabung itu saling tatap dan membulatkan mata masing-masing. Arsi sudah menceritakan sebelumnya kepada kedua sahabatnya itu latar belakang Jack dan harapan mereka semua pernikahan ini akan menjadi jalan hidayah bagi Jack. 


“Nggak nyangka ya, Mafia sekelas tuan jack bisa insyaf.”  


❤️❤️❤️


Insyaaff ya Jack, biar enak hidup mu. 🥰🥰


Hayuuukk like nyaa yang rame pemirsaahh. komen, vote dan hadiah nya. jangan lupa subscribe ya. tengkyuuuhh pemirsaah

__ADS_1


❤️❤️❤️🥰🥰🥰🌹🌹🌹  


__ADS_2