Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 141: Taubat Itu Indah


__ADS_3

Novi mendekati Sri , kini wanita itu sudah duduk di tepi ranjangnya. Novi menarik nafasnya dalam dan dia berharap Sri juga mendukung niat baiknya. 


“Dia pria yang selama ini aku tunggu kedatangannya Sri dan tadi dia sudah mengatakan niatnya kalau ingin memulai semuanya dari awal lagi.” Ucap Novi lirih. Sri yang mendengarkan itu ikut senang tapi juga khawatir apakah orang itu serius dengan sahabatnya itu atau hanya untuk main-main, jangan sampai Novi yang sudah bangkit dan usaha yang dirintis juga sudah maju lalu orang itu dengan enaknya numpang hidup. 


Seperti itulah kira-kira yang dipikirkan oleh Sri. Walau bagaimanapun Sri sudah menganggap Novi saudaranya sendiri, wanita yang hidup sebatang kara dan awalnya tidak memiliki keahlian apa-apa itu kini sudah menjelma menjadi wanita kuat dan pemilik usaha bakso dan mie ayam.


“Aku ikut senang kalian kini sudah bertemu lagi, tapi aku harap kamu tetap hati-hati Nov. Walau bagaimanapun kamu pernah di tinggal begitu saja sama dia, aku tidak mau lihat kamu terpuruk seperti awal kita bertemu.” Tutur Novi dengan tulus. 


Novi merasa terharu dengan kebaikan Sri, dia tidak menyangka kalau Tuhan masih mendengarkan doa nya dan mau mengampuni dosanya yang sudah menggunung itu. Niat Novi untuk berubah menjadi lebih baik semakin kuat, tapi tiba-tiba dia teringat akan sesuatu. 


Benda yang dia gunakan tadi di kamar mandi itu menunjukkan garis dua, itu tandanya dia sedang hamil. Dan itu sudah jelas anak Kaisar, karena sejah David dekat dan menikah dengan Fatim, pria itu tidak pernah mau menyentuhnya. Satu-satunya pria yang berhubungan badan dengannya hanya Kaisar. 


Apa yang sekarang harus dia lakukan? Novi sedikit bingung. Ada ras tkut kalau-kalau nanti Kaisar tidak mengakui anak yang sekarang sedang ada di rahimnya. Apakah dia harus menceritakan juga pada Sri, jika Sri akan membencinya, bagaimana? 


Pertanyaan dan kekhawatiran dengan cepat menguasai hatinya yang sedang tidak stabil, hal ini juga mungkin efek dari perubahan hormon yang dialami oleh ibu hamil. 


“Kamu kenapa Nov? Buruan temui kaisar,” ucap Sri setelah menanyakan tentang perubahan di wajah temannya itu. Novi sedikit ragu tapi dia tidak bisa galau terlalu lama. Wanita itu mengeluar tespek dari saku bajunya. 


“Sri, aku hamil.” Ucap Novi singkat. Mata Sri membulat melihat tanda garis dua di alat tersebut, gadis itu terdiam dengan wajah yang memerah. 


“Siapa bapak dari anakmu Nov?” Tanya nya tajam. 


“Kaisar,” Jawab Novi singkat. 


Sri menghembuskan nafasnya kasar, walau apa yang dialami Novi membuatnya kecewa tapi gadis itu merasa lega karena ayah dari calon bayi itu sekarang ada di depan mata mereka. 

__ADS_1


“Bicaralah dengan Kaisar di ruang makan Nov, selesaikan dan minta dia menikahi mu. Jangan sampai keponakanku lahir tanpa ayah.” Ucap Sri dengan wajah yang sudah tidak setegang tadi. 


Greb! 


Novi memeluk Sri dan kembali air mata itu menetes dan membasahi pipinya. Novi merasa kembali kuat, ketakutan yang dia pikirkan tidak menjadi kenyataan dan kini dia akan membawa Kaisar masuk ke dalam. 


Mereka berdua kini sudah ada di meja makan, Novi sudah siap dengan apapun jawaban dari Kaisar. Jika pria itu menolak, Novi akan membesarkan anaknya sendirian dan tidak akan menyia-nyiakan apa yang sudah Tuhan titipkan. Anak adalah impiannya selama ini, dan hal itu juga yang membuat dia terobsesi dengan David. 


Sekarang bayi itu hadir walau dari jalan yang salah, tapi dia tetap mencintai bayi yang ada dalam kandungannya saat ini. Sesaat Novi mengatur nafasnya, kaisar pun sama. Sudah banyak kalimat yang dipersiapkan oleh Kaisar saat dirinya menunggu Novi tadi, kini pria itu ingin segera menyampaikannya. Niat baik tidak boleh ditunda, itulah yang Kaisar pikirkan.


“Kaisar, aku ingin menyampaikan sesuatu,” Ucap Novi gugup. 


“Aku juga Nov,” Sahut Kaisar. 


“Baiklah kamu saja duluan Kai,” Ucap Novi mengalah. 


“Aku hamil anakmu Kai,” Ucap Novi. Wanita itu tidak bisa mengatakan kalimat yang panjang seperti rencananya semula. 


Glek!


Kaisar menelan salivanya kasar, pria itu seperti kehilangan kesadaran mendengar pernyataan Novi. Sesaat Pria itu melihat tubuh Novi, memang kalau di perhatikan tubuh wanita itu lebih berisi dari biasanya. Novi memang tidak mengalami ngidam yang parah seperti wanita hamil lainnya, terhitung baru pagi tadi dia merasa mual dan tetap saja pikirannya masuk angin. 


Sesaat mereka terdiam dengan pikiran masing-masing. Kaisar memang berencana ingin mengajak Novi menikah, tapi dia pun syok dengan kabar yang baru saja di utarakan oleh Novi. 


“Jika kamu tidak mau bertanggung jawab atau mungkin kamu meragukannya, aku tidak akan marah Kai. Denganmu atau tanpamu bayi ini akan tetap aku dibesarkan dengan kasih sayang dan cinta ku.” Ucap Novi mantap, matanya mulai memanas tapi berusaha dia tahan. 

__ADS_1


Diamnya kaisar dianggap Novi itu sebuah penolakan, tapi perasaan Kaisar saat ini sebenarnya sedang bahagia dan juga terkejut. Pria itu tersadar dengan apa yang barusan dikatakan oleh wanita yang selama ini dia cari. 


“Novi, ayo kita menikah. Aku ingin kita sama-sama membesarkan bayi itu dan menjadi orang tua yang baik untuk dia. Jangan menangis, karena aku pun sebenarnya tadi ingin menyampaikan kalau aku ternyata mencintai mu Nov.” Sahut Kaisar dengan suara yang mantap. 


Novi tidak sanggup membendung air matanya, wanita itu langsung mengangkat kedua tangannya dan berdoa serta mengucap syukur. Beberapa waktu terakhir ini Novi sudah merubah hidupnya dalam beribadah. Wanita itu tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu dan lebih religius, walau belum berhijab tapi Novi berusaha kuat untuk bisa hijrah.


Kaisar mengusap lembut kepala Novi, dia pun terharu melihat calon istrinya yang kini lebih menyejukkan. Kai kembali teringat akan mimpinya tentang anak kecil yang memanggilnya ayah tapi dia berlumuran darah. Dengan gerakan pelan Kai berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan perut Novi. Tangan kokoh itu menyentuh perut Novi yang sudah tampak berisi, Pria itu mengusap pelan. 


“Anak ayah, jangan nangis lagi ya. Ayah akan selalu ada untukmu dan tidak akan membiarkan kamu berdarah seperti saat kita bertemu di alam mimpi.” Ucap Kaisar penuh kasih. Sontak suasana haru meliputi mereka berdua. 


Novi merasa lega dan sangat bahagia, teringat lagi akan dosa-dosanya sehingga dia bertekad untuk mendatangi Arsi dan David untuk meminta maaf dari mereka berdua. Novi bersedia mendapatkan hukuman apapun jika mereka akan memprosesnya secara hukum. Dalam pikiran Novi, dia tidak ingin nanti anaknya menanggung malu atau menerima keburukan karena apa yang pernah dia lakukan. Taubat itu indah, itulah yang ada di pikiran Novi.  


“Hari ini aku akan mengurus surat-surat pernikahan kita Nov, aku tinggal di gang sebelah. Dan setelah menikah aku ingin kita berkumpul bersama,” Ucap Kaisar dan di angguki oleh Novi. 


“Aku juga ingin menemui Arsi dan David untuk minta maaf Kai,” 


❤️❤️❤️


Asliii author nulis sambil nangis bombay terhuraaahhh. 🥺🥲


Yuukk banyakin likenya,komennya,vote nya dan hadiaaahnyaa. tengkyuuhh pemirsaahh.


❤️❤️❤️🥺🥲🌹🌹🌹


Mari mampir ke novel othor berikutnya ya pemirsaah.

__ADS_1


Kesandung Cinta Senandung.



__ADS_2