Janda Mandul

Janda Mandul
S2 Bab 10: Berpisah


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, Fatim yang sudah pulang ke rumah asalnya kini menjalani hidup dengan memegang kembali kedai soto miliknya. David seakan membiarkan ketidak pulangan Fatim pasca pulang dari rumah sakit, entah apa yang dipikirkan pria itu mengenai istrinya.


"Jay, nanti kamu pulang di jemput mbak Sri ya. Mama ada urusan dan gak tau selesainya jam berapa," ucap Fatim lembut sambil membenahi seragam sekolah sang putra.


"Iya ma, mama … kenapa kita gak tinggal sama Papa lagi?" Tanya Jay polos. 


"Ehem … begini sayang, Papa dan Mama tidak bisa sama-sama lagi. Ini kan rumah kita dan kita akan seperti dulu lagi nak, Jay paham?" Tanya Fatim yang sebenarnya bingung harus menjawab apa. Putranya selama ini tidak banyak bicara, tapi dia anak yang selalu memperhatikan segala sesuatunya. 


"Iya ma," jawabnya singkat walaupun masih belum paham. Jay anak yang peka, dia bisa merasakan saat ini ibunya sedang memendam sesuatu yang sedih. 


Jay sudah berangkat sekolah diantar oleh Fatim dengan motor maticnya, setelah selesai mereka pun berpisah. Tidak lupa Fatim mencium kedua pipi gembul milik putranya dengan segenap rasa cinta.


Hari ini Fatim berniat untuk mengajukan gugatan cerai, rumah tangga yang memang sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Perpisahan ini sebenarnya tidak ingin dia lakukan, tapi sebagai wanita Fatim jelas tidak sanggup ketika hatinya selalu di gores ketika sang suami selalu membahas tentang anak. Apalagi sekarang David sudah jelas-jelas menginginkan Samira untuk tinggal bersama mereka, hal ini membuat Fatim merasa harus undur diri. 


Setelah Fatim mengetahui kalau dirinya tidak bisa memiliki keturunan, dirinya sadar diri. Bagi Fatim kehadiran Jay sudah lebih dari cukup. 

__ADS_1


"Bismillah semoga ini langkah yang terbaik, ya Allah berikan aku kekuatan dan tolong bimbing langkahku untuk selalu berada di jalanmu. Niatku menikahi mas David untuk ibadah, tolong aku ya Allah."


Sebait doa di langitkan oleh Fatim saat sudah memasuki komplek perumahan elit tempat tinggal David, kali ini Fatim menurunkan egonya dengan menemui David, berpisah secara baik-baik adalah keputusan yang bijak. 


Setelah berkirim pesan dengan pria yang masih berstatus suaminya, akhirnya mereka pun sepakat untuk bertemu di rumah David. 


Sementara di dalam rumah mewah itu, sedang meriah dengan canda tawa keluarga kecil yang belum jadi. David sedang menggendong bayi mungil yang sedari tadi selalu tersenyum kearahnya.


"Samira, kapan kamu mau memberi nama anak ini?" Tanya David. Pria itu menatap sepasang netra Samira dengan begitu mesra, sebagai wanita normal tentu saja Samira bisa merasakan arti dari tatapan itu.


"Iya kak, apakah kakak tidak keberatan, jika kak David yang memberinya nama?" Tanya Samira. Wanita itu merasa sungkan jika harus melangkahi David,dia sudah di tolong saja sudah sangat bersyukur. Di titik terendahnya, ada seseorang yang datang dan sangat peduli dengan dirinya.


"Iya kak," jawab Samira dengan senyum malu-malu. David mengulurkan tangannya dan mengacak lembut puncak kepala Samira, sontak hal itu membuat kedua pipi wanita itu merona.


"Viona, apakah kamu keberatan jika aku memberikan nama itu untuk putri cantik ini?" tanya David. Samira menggeleng cepat, wanita itu menatap sepasang netra biru milik sang kakak sepupu.

__ADS_1


"Bagus kak namanya, aku suka," jawab Fatim dengan senyum manisnya.


"Kak sepertinya ada tamu, aku kedepan dulu ya." ucap Samira yang langsung berdiri tanpa menunggu sahutan dari David.


Fatim memarkirkan motor matic nya di halaman rumah mewah itu, dengan sedikit canggung wanita itu melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Sesaat langkahnya berhenti karena mendengarkan canda tawa dan suara bayi yang tergelak bahagia. 


"Assalamualaikum," ucap Fatim saat sudah berada di depan pintu depan yang terbuka lebar. Seorang wanita cantik dengan home dress, yang membuat penampilannya terlihat sederhana tapi cantik dan seksi.


"Waalaikumsalam, maaf mau cari siapa bu?" Tanya Samira yang memang belum pernah mengenal Fatim. Fatim tersenyum kecut melihat kehadiran Samira yang sepertinya sudah menempati posisinya.


"Mas Davidnya ada mbak? Saya Fatim," 


"Kak Fatim …."


❤️❤️❤️

__ADS_1


Hayoooo Samira gimana tuuhh hatinya??? 


Yuukk like, komen, vote dan subscribe ya pemirsaaahh. Tengkyuuhh ❤️🌹 


__ADS_2