
“Tidak ada pa, tapi kalau ada yang secara pribadi tidak suka dengan kemajuan Arsi ya Rangga nggak tau. Apa papa mencurigai seseorang?” Tanya Rangga. Saat ini semua kemungkinan bisa saja terjadi, nama Arsi yang kini sudah mulai besar tanpa ada bayang-bayang nama Rangga, membuat banyak orang yang merasa iri. Hal itu bisa saja terjadi, Rangga pun kini semakin melejit dan tentu saja banyak orang yang ingin menghancurkannya atau merebut keberhasilan itu.
“Papa sudah mengutus beberapa orang kepercayaan papa untuk mengusut kasus ini, huuff … Rangga kuatkan dirimu nak, semakin tinggi pohon itu tumbuh, maka anginnya semakin kencang. Berhati-hatilah, terkadang yang membuat kita celaka itu bukan dari batu yang besar tapi justru dari batu kerikil yang tidak pernah kita perhitungkan.” Nasehat Boby panjang lebar kepada sang putra.
Rangga mengangguk dan kembali berpikir, sejauh ini pria tampan itu masih belum bisa meraba sedikitpun siapa yang tega melakukan ini. Sementara itu di dalam ruangan, kini baby Alino sudah mulai tenang dan baby Alina pun sudah siuman. Arsi yang menyadari hal itu sangat bahagia dan dengan cepat dia memberikan ASI kepada buah hatinya yang tadi sempat membuat dunianya berputar.
*****
Di tempat lain di sebuah rumah mewah. Novi sedang gelisah menunggu Betty yang tadi memanggilnya, wanita itu menuruti apa yang Betty kehendaki karena hari ini mak lampir itu berjanji untuk memberikan upah kerja Novi.
Tap!
Tap!
Tap!
“Kau sudah datang dari tadi?” Tanya Betty dengan langkah anggunnya.
“Iya nona, dari rumah sakit tadi saya langsung kesini.” Jawab Novi singkat.
“Kau mau mengambil uang mu?” Tanya Betty to the point.
“Iya Nona, dan saya mohon diri, sa-saya mauberhenti bekerja dengan nona. Saya akan kembali ke kampung dan dengan uang ini saya akan membuka usaha kecil-kecilan nona.” Ucap Novi dengan pandangan yang sesekali manatap ke arah Betty.
__ADS_1
Dengan seksama Betty mendengarkan ucapan Novi, wanita itu memang tidak pernah memaksa siapapun untuk bekerja lama dengannya. Oleh karena itu Betty selalu menggunakan penyamaran untuk semua orang yang menjadi anak buahnya.
“Apakah kau sudah yakin untuk berhenti bekerja? aku lihat kerjamu sangat baik.” Tanya Betty. Wanita itu terus menatap Novi yang masih belum melepaskan penyamarannya.
“Iya nona, saya sudah memikirkan semuanya dengan matang. Upah yang anda berikan lumayan besar dan bisa membuat saya membuka usaha kecil-kecilan dan memulai hidup baru di tempat yang baru juga.” Ucap Novi dengan yakin, Entah kenapa hatinya merasa lelah seiring dengan tubuhnya yang dia rasa semakin berisi.
Betty mengangguk tanda mengerti dan menyetujui apa yang diucapkan Novi. Dia sudah menyiapkan uang cash dan transfer sesuai kesepakatan, Betty merasa puas dengan hasil kerja Novi yang pandai dan rapi.
“Lepaskan topengmu dan bergantilah di kamar tamu. Aku sudah transfer ke rekening kamu dan ini uang cash untuk kamu di perjalanan. Jangan pernah kembali ke rumah ini dan kamu akan diantar oleh anak buahku, kau akan menggunakan kereta atau bis?” Tanya Betty datar. Wanita itu tidak ada senyum sama sekali, dingin dan datar itulah Betty.
“Saya pakai bis saja Nona, iya terimakasih banyak. Anda bos yang baik dan sebenarnya saya suka bekerja dengan anda.” Ucap Novi tulus memuji. hal ini memang seperti itulah adanya, Betty hanya manarik sedikit bibirnya ke atas.
Novi melepas penyamarannya dan menyerahkannya kepada pelayan yang sudah siap menerima semua pernak pernik yang Novi pakai. Novi tidak melihat keberadaan Betty di kursi yang tadi dia tempati, itu artinya dia tidak perlu lagi berpamitan. Seorang pria bertubuh besar mengantarkan Novi ke terminal bis dan tidak butuh waktu lama, Novi pun sudah masuk ke dalam bis yang akan membawanya ke desa.
Novi mengingat sesuatu yang membuat hatinya tiba-tiba berbalik, dan akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri pekerjaan bersama Betty. Baru kemarin Betty menjadi wanita berhati iblis tapi hari ini semuanya berubah, Kembali ingatan Betty ke beberapa hari yang lalu.
Flashback on.
“Ya Tuhan mimpi apa ini? Kenapa semuanya seperti nyata? seorang anak kecil dengan wajah penuh darah dan memanggil aku mama … siapa dia? Kenapa anak itu mengatakan aku kejam?” Gumam Novi saat terbangun dari tidurnya. Keringat membasahi wajahnya yang sedang tidak menggunakan topeng karet.
Novi melihat jam di dinding dan masih menunjukkan pukul 2 pagi, entah kenapa tiba-tiba dia merasa ingin makan mie instan dengan kuah yang segar. Dengan cepat dia memasang topengnya dan menuju ke dapur untuk masak mie.
Selesai memakan habis mie nya Novi pun kembali ke kamar, tidak ada yang terusik dengan apa yang wanita itu lakukan. Di dapur khusus untuk para pelayan memang bebas untuk makan, hal ini membuat Novi senang tinggal di rumah besar milik Rangga.
__ADS_1
“Besok pagi acara pesta Yuni dan Bram, ini kesempatan aku untuk menjalankan apa yang diminta Betty. Huufff kasian kamu Alina, maafkan tante ya, karena kamu akan merasakan indahnya perjalanan ke surga.” Ucap Novi lirih yang kini sudah kembali ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuh.
Paginya Novi sudah menyiapkan apa yang akan dia berikan pada bayi tak berdosa itu, di pesta yang meriah itu Novi memperhatikan sekeliling dan dia menemukan tempat dimana tidak terjangkau oleh CCTV. Dengan cepat wanita itu memberikan cairan yang bisa merenggut nyawa bayi cantik itu. Setelah itu Novi segera mengganti penampilan dengan pakaian berwarna merah dan rambut merah.
Letak kamera sudah di hafal olehnya dan sengaja dia memunggungi kamera dan sesaat menghadap ke Alina. Tidak lama kemudian Novi yang sudah menjelma menjadi wanita berpenampilan elegan membaur dengan para tamu dan meninggalkan Alina begitu saja sampai Arsi mendatanginya dan membawanya ke kamar untuk istirahat.
Novi menyelinap keluar dari ruangan itu ikut dengan rombongan tamu yang berjumlah banyak. Sangat licin sekali wanita itu dalam bergeraknya, dari kejauhan dia memantau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Benar saja Rangga dan keluarganya tampak panik membawa bayi mungil itu menuju rumah sakit, Novi mengikuti untuk sekedar memastikan saja agar dia bisa menyelesaikan tugasnya kepada Betty.
Flashback off
Ada rasa menyesal di hati Novi saat ini dan entah kenapa dia pun kini terbayang senyum dan tawa serta tangisan Alina, yang dia asuh dalam satu bulan terakhir ini. Ada rasa nyeri di hati nya, apa kabar gadis kecil itu sekarang.
“Alina, apakah kamu bisa bertahan hidup sayang? maafkan tante tolong kalau kamu meninggal jangan menghantui tante ya ….” Racau Novi gundah.
❤️❤️❤️
Allah maha membolak balikkan hati. 🌹
Yuuukk jempol di goyaaang pemirsaaahh, komen, vote, hadiah dan follow ya. tengkyuuhh pemirsaaahh.
❤️❤️❤️🌹🌹🌹
__ADS_1