
Hari yang dinantikan Novi sudah tiba, tampil cantik dan sempurna sudah dia lakukan, David juga tidak kalah tampan dengan setelan jas berwarna hitam membuat pria bule bertubuh atletis itu semakin menawan. Malam ini Novi akan memamerkan suami tampannya kepada teman-teman arisan dan komunitas sosialita yang selama ini sering mengisi waktunya.
“Sudah siap Nov?” Tanya David kepada sang istri yang masih memasang anting di telinga kirinya. Wanita itu dengan cepat menyelesaikan riasan terakhirnya dan bergegas menyusul suami yang sudah menunggunya.
sepasang suami istri itu sudah masuk kedalam mobil hitam yang tampak gagah itu. Novi merasa heran kenapa suaminya tidak memberikan hadiah di hari ulang tahunnya kali ini. Merasa tidak kuat menahan rasa penasarannya akhirnya Novi buka suara.
“Sayang kamu kok nggak ngasih kado sih?” Tanya Novi yang bertanya hati-hati, dia tidak ingin merusak suasana hati sang suami yang beberapa waktu ini sudah mulai berubah dingin kepadanya.
“Ada kok, tenang aja, tahun ini ada kado spesial untuk kamu. Aku sudah menyiapkan semuanya tenang saja,” jawab David dengan senyum yang terkembang. Novi membalas ucapan David dengan senyum yang sangat cantik, dia sudah menduga suaminya yang penggila kerja itu bisa saja membuat dirinya bahagia. Mobil kini sudah terparkir rapi di halaman parkir Why A Bread and Cake.
Tamu-tamu sudah banyak yang datang, dalam waktu tiga jam Why A sudah di sewa oleh Novi untuk acara ulang tahunnya, setelah itu kedai akan kembali dibuka untuk umum. Ngarsinah memang menyewakan tempat dalam hitungan jam bagi pelanggan yang ingin mengadakan acara di kedainya.
Acara ramah tamah sudah dimulai MC juga sudah membuka acara, tidak bisa terlalu mengulur waktu karena hanya tiga jam saja acara ini akan berlangsung. Kali ini Novi selaku orang yang akan berulang tahun akan menyampaikan kata sambutan.
“Selamat malam teman-temanku semuanya, terimakasih sudah mau hadir di hari ulang tahun ku, dan untuk suamiku tercinta aku sangat berterimakasih karena sudah menjadi suami yang luar biasa untukku selama ini. Tidak banyak kata yang bisa aku ucapkan, karena semua doa terbaik sudah aku panjatkan kepada sang pemilik semesta. David, apakah ada yang ingin kamu sampaikan sayang?” Tanya Novi di ujung kata sambutannya, David yang sedari tadi berada di samping Novi tersenyum dengan hangat, mic juga sudah berpindah tangan.
“Terimakasih istriku, selamat ulang tahun, semua doa terbaikku selalu menyertaimu. Kepada semua tamu yang sudah bersedia hadir saya mengucapkan banyak terimakasih. Namun tahun ini saya memiliki kado spesial yang mungkin kalian semua tidak akan pernah membayangkannya.” ucap David, untuk beberapa saat pria itu diam dan menatap kedua netra sang istri yang tampak bertanya-tanya.
__ADS_1
‘Apa yang akan diberikan david kepadaku? Tahun kemarin berlian, apakah tahun ini dia kana membelikan rumah yang pernah aku impikan? Ah dia bikin aku semakin penasaran saja,’ gumam Novi dalam hati dengan tatapan yang terus terkunci kepada sepasang netra biru milik suaminya. Tatapan mata David beralih dan berhenti pada seseorang yang duduk di urutan belakang bersama seorang bocah laki-laki.
“Fatim, Jay, bisakah kalian kesini?” Tanya David sambil meminta, Fatim yang juga sudah menunggu masa ini tiba dengan langkah pasti naik keatas panggung dengan menggandeng tangan Jay. Sebelumnya Fatim sudah menjelaskan kepada sang putra apa yang nanti akan dia lakukan saat di pesta ulang tahun istri om David. Bocah kecil yang cerdas itu dengan mudah memahami maksud sang mama, tempaan hidup yang begitu keras menjadikan Jay tangguh dan mudah beradaptasi dengan berbagai keadaan sang mama.
Novi yang melihat seorang wanita berparas cantik namun sederhana menjadi bingung dan tanpa terasa keningnya berkerut. Apa yang sedang suaminya lakukan saat ini dan siapa wanita itu, Novi tidak pernah melihatnya, ya jelaslah kan gaulnya Novi di tempat elit bukan di warung soto pinggir jalan.
“Sayang dia siapa?” tanya Novi yang tidak sabar untuk ingin tahu hadiah apa yang akan diberikan suaminya. Semua tamu juga bertanya-tanya dan berbisik satu sama lain. Fatimah sudah berada di tempat yang sama dengan David dan Novi, Novi semakin bingung melihat David yang menggandeng tangan Jay dan tersenyum hangat dengan bocah itu, begitu juga dengan sang bocah laki-laki yang tampak bahagia di perlakukan hangat oleh David.
“Novi, malam ini aku memberikan hadiah yang luar biasa di hari ulang tahunmu, dia bernama Fatim dan ini Jay. Aku ingin menjadikan dia bagian dari keluarga kita, jadi sebagai penghargaan tertinggi kepadamu, aku meminta kamu yang melamarkan Fatim untuk menjadi istri kedua ku.”
Novi limbung, hal ini sungguh di luar ekspektasinya, matanya membulat seakan ingin keluar dari tampatnya, Fatim sangat tenang menikmati drama rumah tangga yang melibatkan dirinya menjadi pemeran utama kedua.
“Haaaahhh … kok bisa?!” suara dari para tamu, tidak sedikit dari para suami yang berdecak kagum dengan sikap yang diambil David, namun berbanding terbalik dengan sikap para istri mereka yang notabene adalah teman-teman Novi menggeram marah dengan sikap David.
“Waahh Nov, kalo aku sudah ku pecel itu suami …” kembali suara hasut menggema diantara para tamu undangan. Novi yang masih terdiam merasa kebakaran hatinya akibat permintaan David yang sedari tadi dia katakan itu sebagai kado ulang tahunnya.
“Sa-sayang, kamu lagi becanda kan?” tanya Novi gugup, tangannya mengepal, namun dia sadar kalau saat ini dirinya harus menjaga image agar tidak tidak membuat kacau di hari bahagianya. Hatinya, jangan ditanya bagaimana hatinya saat ini, wanita itu rasanya ingin mencakar dan menjambak pelakor yang masih dengan santai berdiri bak keluarga kecil yang bahagia dengan posisi Jay yang berada di tengah-tengah dirinya.
__ADS_1
‘Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku Nov, dan aku rasa kamu akan bahagia karena rumah kita tidak akan sepi, Jay juga akan menjadi anak kita. Iya kan boy?” tanya David yang mengarahkan pandangannya kepada Jay dengan senyum dan mata berbinar. Jay menyambut ucapan David dengan anggukan, bocah itu seakan sudah menerima David sebagai ayah sambungnya. Fatim masih terus berdiri dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.
“Kamu– kenapa kamu mau jadi pelakor? apakah tidak ada pria lain yang bisa kau goda, hah?!” Tanya Novi dengan penuh penekanan, namun tidak lupa dia mematikan mic agar para tamu tidak mendengarkan amarahnya.
“Mas David boleh saya bicara kepada para tamu yang akan menjadi saksi atas hubungan kita?” Tanya Fatim dengan santun dan wajah yang tidak berubah sama sekali, wanita itu tetap tenang dan anggun sehingga membuat para tamu undangan kebingungan melihat suasana yang ada di panggung itu. Novi yang merasa diabaikan oleh wanita pelakor itu semakin geram, acara ulang tahun yang diharapkan menuai decak kagum karena apa yang akan di pamerkannya kini berubah menjadi neraka yang hanya membakar dirinya. David mengangguk setuju dan memberikan mic tersebut kepada wanita yang sudah berhasil membuat pikirannya berubah.
“Selamat malam semuanya, selamat ulang tahun untuk mbak Novi, semoga selalu panjang umur dan bahagia. Saya Fatim ingin memberikan kado ulang tahun berupa sebuah hubungan kekeluargaan, saya yang janda satu anak di sudah diminta oleh mas David untuk mau menjadi istri kedua beliau. Maaf ya ibu-ibu tolong jangan langsung menghakimi saya, ibu-ibu pasti tau kan mana yang PELAKOR dan mana yang diminta secara hormat. Mbak Novi yang saya sayangi, anda juga pasti tau kan perbedaannya?”
Deg!
❤️❤️❤️
Seruuu nih, selonjor dulu, siapin cemilan dan minuman dingin pemirsaahh 😆😆🤣
Hayuuukk jempolnya ya pemirsaahh, komennya banyakin, vote dan hadiah jangan lupa, tengkyuuuhh pemirsaaah
❤️❤️❤️🥸🤣🌹🌹🌹
__ADS_1