
Suara teriakan wanita yang selama ini terkenal vokal di desa Rorocobek, membuat perhatian orang yang sudah ramai di rumah Sarah pun tertuju padanya. Rian yang mendengar itu langsung menghubungi anak buah Jack, yang ternyata sudah tersebar di sekeliling rumah calon nyonya mereka.
Mafia kalau bergerak tidak banyak bicara dan tidak banyak toleransi, Seperti itulah yang dilakukan oleh Rian. Percikan api yang pantik oleh ibu tadi, langsung membuat gelombang gosip keseluruh tetangga yang tadinya dengan sukarela datang untuk membantu.
“Yu Parmi, mari masuk. Jangan teriak-teriak gitu, nanti jadi fitnah Yu.” Ucap Sumi berusaha tenang. Sementara warga yang mudah terpapar gosip langsung menyambar ucapan Parmi.
“Eh iya juga ya, kan Sarah nggak pernah pulang. Kerja di kota kok sampe segitunya, bisa jadi itu Yu Parmi benar.” Ucap salah satu ibu yang berdaster merah.
“Tapi hebat loh Sarah, dokter dengan pekerjaan mapan. Pantes aja lah dapet bos besar, anak pak lurah mah lewat.” Sambar ibu berdaster biru.
“Coba ibu-ibu pikir, Sarah itu yo gak Ayu-ayu banget. Masih Ayu Sinta anakku, ini kalo nggak pake pelet atau jual Rahim ke bos kaya, mana bisa nikah buru-buru begini. Iyo opo Iyo?” Tanya parmi berapi-api dan sengaja memprovokasi.
“Loh Yu Parmi kok ngerti istilah jual rahim to? Apa bisa rahim di jual Yu?” Tanya ibu dengan bedak dingin tebal menghiasi wajahnya. Parmi mengangkat wajahnya sombong, wanita itu memang terkenal sudah melanglang buana sebagai TKW jadi memiliki wawasan lebih luas dari warga lainnya.
“Waahh sampean itu kok meragukan aku to mbakyu, aku ini sudah jauh jalannya yu. Di luar negeri itu sudah seperti itu, apalagi di novel-novel online. Wes sampean nggak akan nyambung kalo saya ngomongin teknologi jaman sekarang,” Sahut Parmi sombong. Ibu-ibu yang semakin termakan hasutannya pun takjub dengan wawasan Parmi.
Sumi yang tidak bisa mengendalikan panasnya ucapan Parmi dan tetangga yang sekarang semakin besar saja lingkarannya, memilih masuk kedalam rumah dan menyibukkan diri di dalam. Tapi baru saja dia akan melangkah lebih dalam, kembali suara gaduh di luar membuat dirinya harus berbalik dan melangkah tergesa.
Mata Sumi membulat sempurna, entah ada berapa orang pria berpakaian hitam, dengan tinggi menjulang berkacamata hitam. Persis seperti jagoan yang ada di film-film, sukses membuat Sumi panik dan menghambur kel halaman rumahnya yang sedang di pasang tenda.
__ADS_1
Dua orang sudah mencekal lengan Parmi, dan dengan emosi tinggi wanita dengan dandanan cetar itu pun memberontak dengan teriakan yang memekakkan telinga.
“Lepas, siapa kalian?!” Teriak Parmi yang sedikit ngos-ngosan karena emosi sekaligus panik. Sebenarnya rasa takut lebih menguasai hati Parmi, orang yang kini mengelilingi dirinya tampak menyeramkan.
“Anda sudah mengganggu ketenangan dan kelancaran persiapan acara pernikahan tuan dan nyonya kami, sekarang ikut kami!” Ucap salah satu mas ganteng yang wajahnya sangat dingin. Parmi merinding mendengar kalimat tegas dari pria itu, tapi sebagai janda satu anak, Parmi juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk tebar pesona.
“Eh mas ganteng, jangan kasar sama perempuan. Saya kan gak salah bicara, Sarah itu bisa aja hamil duluan karena nikahannya dadakan. Kok mas nya malah ngajak saya pergi,” Ucap Parmi sengit. Wajah pria yang disembur omongan pedas tadi sama sekali tidak berubah.
“Bawa wanita ini, amankan dia dan pastikan semuanya tidak ada yang berbuat seperti ini lagi. Nyonya ikut kami,” Ucap pria yang sekarang sudah menyeret Parmi. Wanita itu semakin meraung dan tidak butuh waktu lama, tiba-tiba tubuhnya rubuh lunglai bak layangan putus. Parmi pingsan setelah menghirup obat bius yang ditempelkan pada hidungnya.
Sontak semua warga yang ikutan bergosip diam serentak tanpa diperintah, mereka merasa takut dengan apa yang barusan dia lihat. Timbullah bisik-bisik di antara mereka, siapa sebenarnya suami Sarah, kenapa keadaannya jadi menyeramkan seperti ini. Rian yang melihat hal itu menerbitkan senyumnya tipis dan kembali memberikan perintah untuk semua bekerja sesuai dengan rencana.
Sumi dan Mijo juga pak RT pun ikut terkejut dan berbagai pertanyaan pun memenuhi pikiran mereka, jangan ditanya rasa takut yang kini memenuhi hati mereka. Tapi pelajaran tadi mampu membuat Sumi dan Mijo bungkam, sesaat mereka mengingat kembali bagaimana menantunya bicara dengannya melalui telepon. Kini semuanya kembali bergerak untuk membuat pekerjaannya cepat selesai.
Waktu berlalu begitu cepat, Jack memang sudah tidak sabar untuk segera menikahi Sarah, Rombongan mendadak pun akhirnya bergerak iring-iringan saat mentari mulai menggores warna indah di ufuk timur. Selesai sholat subuh mereka semua bergerak, Rangga dan Arsi adalah keluarga yang paling heboh, Tiga mobil itu hanya dari keluarga Rangga. Keempat anaknya, ART dan suster juga kedua orang tuanya Rangga ikut semua.
Bram dan Yuni hanya satu mobil, Fatim dan David juga satu mobil. Bagaimana dengan jack, tuan besar itu membawa banyak rombongan termasuk pengawal. Bisa dibayangkan desa yang biasanya tenang-tenang saja kini mendadak ramai, iring-iringan mobil mewah membuat semua warga berdecak kagum. Seperti sedang kedatangan artis, siang yang cerah itu mendadak ramai, pekerja di kebun pun hari ini libur karena ada undangan mendadak yang diumumkan, melalui masjid besar yang ada di kampung tersebut.
Warga desa Rorocobek dengan suka cita libur, karena gaji mereka tidak dipotong. Tentu kekuatan uang Jack lah yang sudah melakukan itu semua, rumah Sarah pagi-pagi sudah kedatangan rombongan catering dan make up artis. Rumah sederhana Sarah di sulap menjadi indah, Sumi dan Mijo benar-benar takjub dengan cara kerja menantunya.
__ADS_1
"Pak, kok ibu kayak mimpi ya rasanya. calon menantu kita itu siapa to pak?" tanya Sumi yang kini sedang dirias. Mijo sedang fitting baju beskap yang sudah disiapkan, pria paruh baya itu terlihat berbeda hari ini.
"Huuff … bapak juga gak tau bu, satu hal yang bapak khawatirkan. Sarah dipaksa menikah sama bosnya itu bu," jawab Mijo sendu. Pria itu harus menguatkan hatinya karena hari ini dia akan menerima lamaran sekaligus menikahkan putrinya.
Perbincangan mereka pun terus berlangsung, tanpa terasa waktu pun terus berlalu. Sumi dan Mijo mulai menerima tamu yang mulai berdatangan, padahal pengantinnya belum juga datang.
Sepanjang jalan tadi jack membiarkan Sarah tidur di sebelahnya, tim medis berada di mobil lain dan tepat di belakangnya. Jack sesekali menatap calon istrinya yang terlihat cantik sekali walau tertutup hijab dan baju yang panjang.
Kini mereka sudah memasuki desa yang hijau dan menentramkan mata, Jack membangunkan Sarah pelan. Walau wajah calon suaminya masih saja datar, tapi Sarah berusaha untuk tersenyum hangat.
"Maaf tuan, saya lama sekali ya tidurnya?" Tanya Sarah malu-malu.
"Ehem, tidak apa-apa. Kamu harus banyak istirahat, karena malam nanti kamu harus bugar dan kuat melayani saya."
Deg!
❤️❤️❤️
Ampyuuunn deh Jack, bikin kaget anak gadis orang aja. 🤦
__ADS_1
Like komen, vote dan hadiahnya ya permisaaahh. tengkyuuhh pemirrsaahh
❤️❤️❤️🤦🤦🤦🌹🌹🌹