
"Maaass! Kenapa nggak ketok pintunya dulu sih, keluar dulu mas," teriak Ngarsinah panik, dengan susah payah wanita cantik itu menutup tubuhnya yang polos.
Glek!
Rangga menelan saliva nya dengan susah payah, pria itu seakan tidak mendengar teriakan Ngarsinah. Rangga seperti dalam pengaruh hipnotis, kakinya terayun maju, matanya tidak berkedip menatap pemandangan indah yang ada di depan matanya.
"Arsi, kamu cantik sekali," gumam Rangga lirih, suaranya tiba-tiba saja serak. Ngarsinah yang melihat suaminya sudah seperti singa lapar merasa ketakutan, dia belum siap untuk saat ini. Ngarsinah mundur, namun sialnya wanita itu malah terpojok di dinding.
"Ma-mas, kamu mau apa? Tolong keluar mas," ucap Ngarsinah yang sangat gugup dan gemetar, pikirannya mendadak kacau. Beruntung tangannya bisa meraih handuk dan dengan cepat dia menutup tubuhnya walau tidak semua.
Tangan kekar Rangga menangkup wajah cantik wanita yang kini sudah sah untuk dirinya, dengan pelan dia menyatukan kedua kening mereka, jantung Rangga berdetak tidak berirama. Pria itu merasa ingin meledak saat menyentuh wajah wanitanya, perlahan dia mencium kening Arsi.
"Aku lapar sayang, ingin makan kamu," ucap Rangga lirih dan serak, jangan ditanya bagaimana keadaan Ngarsinah saat ini, wanita itu seakan membeku. Rangga mulai menjelajahi wajah cantik istrinya dan saat ingin menyatukan kedua bibir mereka, tiba-tiba …
Ting tong!
Ting tong!
Ting tong!
Bunyi bell yang menggema di seluruh ruang kamar pengantin itu membuyarkan semangat Rangga, pria tampan itu menggeram kesal. Dengan cepat mantan duda itu mencari bathrobe untuk membungkus tubuh ya yang hanya menyisakan boxer.
"Kamu mandilah cepat sayang, lalu istirahat aku akan memesan makanan. Kamu cantik sekali," gombal Rangga yang sedang berusaha menenangkan hatinya, Ngarsinah belum bisa berkata apa-apa, dia merasa lega ada yang menyelamatkannya dari terkaman suami yang lapar.
__ADS_1
"I-iya mas," jawabnya dengan gugup. Rangga bergegas keluar dari kamar mandi yang sempat memanas itu, hatinya terus menggerutu, merasa acaranya terganggu.
Ceklek!
"Papaaaaa!" Teriakan si kembar membuat Rangga mendadak lemas, ambyaarr sudah harapannya, Ngarsinah yang mendengar suara kedua anaknya hanya bisa tertawa sendiri di kamar mandi.
"Kalian ngapain kesini? Tanya Rangga sengit, dengan cepat pria itu menutup pintu, sebelumnya dia memberikan kode agar suster yang mengasuh anaknya kembali ke kamar untuk istirahat.
"Kami mau main sama mama pa," jawab mereka polos, Rangga memang melihat di tangan si kembar sudah membawa kantongan yang ternyata berisi mainan. Rangga menepuk pelan jidatnya, batal sudah rencana untuk pemanasan bersama sang istri.
Kedua bocah itu tidak peduli dengan wajah sang papa yang suram, mereka berlarian di kamar yang luas itu, Arya dan Arista membongkar mainannya di lantai yang tertutup karpet tebal. Jangan ditanya lagi hebohnya mereka, Ngarsinah hanya bisa mendengar dari dalam kamar mandi, beruntung tadi dia sudah membawa gamis dan kerudung saat ke kamar mandi.
"Mas, buruan mandi, biar bisa istirahat. Udah jadi pesan makanan belum?" Tanya Ngarsinah setelah menyuruh sang suami untuk segera membersihkan badannya. Rangga melangkah menuju telepon kamar, pria itu merasa sangat kesal dengan keadaan yang terjadi saat ini.
Sebagai wanita dewasa yang pernah mengarungi kehidupan berumah tangga, Ngarsinah mengerti apa yang suaminya rasakan, namun wanita itu hanya bisa tersenyum dan menyabarkan suaminya dengan mengusap lembut punggung kekar itu dan Rangga pun segera memesan makanan lewat layanan kamar.
"Kakak juga di kasih kado mobil ma, ini bisa di buka kayak gini pintunya ma. Ngeeeeng …" sahut Arya tidak kalah semangat, jadilah kamar pengantin itu berubah menjadi tempat bermain.
Arista mulai menurunkan bantal untuk dijadikan properti tambahan bermainnya, sesuai dengan imajinasinya. Ngarsinah tidak bisa menolak, wanita cantik itu pun ikut lebur dalam permainan mereka berdua.
"Papa, dedek lapeeer!" Teriak Arista dengan manja, Rangga yang baru saja selesai mandi segera membuka pintu tepat saat bel berbunyi.
"Makanan dataaang!" Teriak Rangga yang berusaha untuk ceria walau hatinya sedang jengkel. Beginilah nasib duda punya anak dua, rasa pengantin barunya tidak terasa.
__ADS_1
"Waaahhh hebaat ya kamar papa, dedek baru bilang laper, langsung ada makanan. Kakak nanti kita bobok disini aja ya, kamar papa ternyata kamar ajaib, kayak di film Aladin kak!" Seru Arista bersemangat. Gadis kecil itu, sungguh tidak mengerti dengan keadaan kedua orang tuanya.
"Iyaa ih hebat, mama ayo kita makan, kakak juga laper. Waaaawww makanannya enak banget!" Pekik Arya yang tidak kalah heboh dengan adiknya. Rangga tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia menatap melas ke arah sang istri yang hanya tersenyum saja.
"Sayang, ini tidak benar, tolong atasi mereka. Bisa ya sayang?" Tanya Rangga berbisik di telinga sang istri, rencana unboxing yang sudah dia rancang kini bubar. Kedua buah hatinya itu sungguh tidak mengerti dengan kebutuhan sang ayah, begitulah pemikiran Rangga saat ini.
Ngarsinah hanya mengangguk, tanda paham dengan kegelisahan suaminya. Mereka menyantap makan siang berempat, Rangga merasakan hatinya menghangat melihat kebahagiaan kedua anaknya yang memiliki keluarga lengkap.
Setelah makan, Ngarsinah berusaha membujuk kedua anak itu untuk pindah ke kamar sang nenek, tapi sekeras apapun usahanya tetap tidak berhasil. Akhirnya si kembar tertidur pulas di kasur pengantin yang sudah dihias dengan taburan bunga mawar.
Rangga melihat kearah Arsi, hanya bisa tersenyum kecut, mereka tidur berjauhan karena kedua anak kecil itu berkeras untuk tidur di tengah-tengah mereka.
Sabar ya Rangga, author ikut kewalahan juga ngeliat si kembar ini, hanya doa yang bisa author panjatkan untuk pasangan pengantin baru ini. 🤭😆
Waktu berlalu, karena lelah akhirnya mereka berempat tertidur pulas di kasur berukuran sangat besar itu. Sore pun tiba, selesai melaksanakan sholat berjamaah, dan inilah sholat pertama bagi keluarga kecil ini dengan anggota yang lengkap.
Bahagia itulah yang Rangga rasakan saat ini, doa terbaik untuk keluarga kecilnya pun dipanjatkan dengan segenap hati yang diserahkan kepada penguasa semesta. Ngarsinah meneteskan air mata bahagia, wanita itu merasakan hidupnya kini sudah lengkap. Mendoakan suami dan anak-anak, agar selalu bahagia bersamanya.
MUA datang, siap merias sepasang suami istri itu, tidak lupa gadis kecilnya pun ingin tampil cantik, hanya Arya yang tidak rewel, bocah kecil itu asyik dengan mainannya. Walau mereka berdua tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan dengan kata-kata, tetapi bahasa tubuh mereka mengungkapkan apa yang saat ini mereka rasakan.
"Mama, nanti dedek akan jadi kakak dong kalo di perut mama tumbuh dedek bayi?"
❤️❤️❤️
__ADS_1
Hmm jawab nya gimana dooong kalo begini pemirsa 😥
Yuuukk like yang banyak, komen yang rame, biar Arsi semangat nih ngadepin cerewetnya si kembar. vote dan hadiah ya pemirsaaah, tengkyuuuhh ❤️❤️❤️🥰🌹🌹🌹