Janda Mandul

Janda Mandul
S2 Bab 3: Kesedihan Fatim


__ADS_3

Arsi menajamkan matanya,memastikan sosok yang sedari tadi dia tebak adalah orang David. Walau bagaimanapun Ngarsinah pernah menjadi istrinya, jadi pastinya dia masih mengingat postur tubuh pria yang sedang duduk satu bangku dengan wanita berambut coklat itu.


"Dengan siapa David bicara? Lalu dimana Fatim?" Gumam Arsi yang pastinya tidak akan mendapatkan jawaban. Wanita itu kembali melangkah menuju ruangan yang dikatakan Fatim, tidak lama wanita cantik itu sudah berada di depan pintu ruangan sang sahabat.


Ceklek!


"Assalamualaikum Fatim," ucap Ngarsinah. Fatim yang sedang melamun di brangkarnya, menoleh ke arah pintu. Senyum di bibirnya yang masih pucat pun, ditampilkan untuk sahabat kesayangannya.


"Waalaikumsalam Arsi, ya Allah aku kangen banget sama kamu. Sini duduk Si," jawab Fatim dan mempersilahkan sahabatnya untuk duduk. wanita itu berusaha untuk memberikan senyumannya dan tidak ingin membuat Arsi berpikir lebih dengan keadaanya.


Sesaat Arsi bertanya-tanya dalam hatinya, ada apa dengan Fatim dan David, dia melihat suami sahabatnya duduk bersama wanita lain, sementara sang istri sendirian di ruangan rawat dengan wajah pucat dan sedih. Ini bukan keadaan yang bisa di anggap tidak ada apa-apa, Arsi berusaha menteralkan kembali pikirannya agar tidak berprasangka buruk terhadap sahabatnya.


"Fatim kamu sakit apa? Sampe pucet begini," tanya Ngarsinah dengan wajah bingungnya. Fatim yang sedari kemarin merasakan sesak di dada, sementara suami tidak ada disisinya untuk menjadi tempat bersandar. wanita itu menunduk sesaat, rasa sesak kembali menguasai hatinya. Berusaha keras untuk tidak menangis, tapi tetap saja dia tidak kuasa menanhannya.

__ADS_1


"Arsi, aku perdarahan. Aku juga tidak tahu apa sebabnya," ucap Fatim dengan mata yang sudah basah. Ngarsinah menggenggam tangan dingin milik Fatim, wanita itu merasa tidak sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


“Fatim ada apa?” Tanya Ngarsinah dengan tatapan yang semakin menyelidik. Keyakinan wanita dengan empat orang anak itu mengatakan ada hal besar yang sedang di tanggung oleh wanita ini.


“Arsi … mas David kecewa sama aku, dia berharap aku bisa melahirkan anak untuknya. Tapi … a-aku tidak bisa menjadi seperti yang dia inginkan, hiks … hiks.”


Tangisan Fatim pun akhirnya pecah seketika, dia tidak sanggup lagi menahan apa yang selama ini menyesakkan dadanya. Inilah saatnya dia mengungkapkan rahasia besar dirinya.


“Fatim, sabarlah. Ceritakan padaku apa yang terjadi, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Lepaskan ego kita, maukah kamu berbagi denganku Fat?” Tanya Arsi. Wanita itu berusaha menguatkan hati sang sahabat, Arsi bisa merasakan sakit yang Fatim rasakan saat ini. Jika sudah membahas tentang anak maka Arsi sangat tahu bagaimana rasanya.


Arsi menyimak apa yang Fatim utarakan, tidak ada yang ditutupi oleh wanita itu. Hal itu yang membuat David kecewa dan inilah yang Arsi lihat sekarang. Fatim di tinggal sendirian dalam ruangan rawatnya, Arsi mulai memahami apa yang terjadi.


Ngarsinah tidak memberitahu Fatim tentang apa yang dilihatnya tadi, wanita itu sangat menjaga perasaan Fatim saat ini. Fatim merasa lega setelah menceritakan semuanya dengan Ngarsinah dan sekarang dia pun sudah siap dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi pada dirinya.

__ADS_1


“Sabar Fat, aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik untukmu karena kamu orang yang baik. Aku hanya bisa memberikan saran, bersiaplah untuk semua keadaan yang nanti akan terjadi. Jangan pernah merasa putus asa atau merasa sendiri, karena kami ada untuk mu. Kamu wanita mandiri, aku yakin kamu bisa menjadi ibu yang hebat untuk putra mu. Terkadang kita berharap pada manusia, padahal itu jelas-jelas salah. Karena kesalahan kita itulah maka Allah memberikan ujian pada kita, Berharaplah pada Allah saja Fat, maka kamu tidak akan kecewa. Fatim yang aku kenal adalah wanita hebat,” ucap Arsi dengan lembut dan memberikan motivasi pada sahabatnya.


“Aku mengerti sekarang Arsi, aku memang sudah salah. Tanpa aku sadari, hati ini sudah bergeser dan tanpa terasa aku sudah bergantung pada seorang manusia. terimakasih Arsi kamu sudah membuatku kembali pada keyakinanku, aku akan bersiap seperti saranmu. Apapun yang mas David putuskan, aku akan menerimanya dengan lapang dada.”


Senyum lega tergores di bibir pucat Fatim, wajah ayu wanita itu kembali menampakkan keyakinan. Arsi memeluk sahabatnya itu erat, seakan ingin menyalurkan energy positif kepada sahabatnya.


“Kuatlah sahabatku, apapun yang akan terjadi nanti, kita akan saling menguatkan satu sama lain. Pesanku satu, jangan pernah menjatuhkan diri dalam kebencian dan dendam. Karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, jika Allah yang sudah memilihkan untuk kita maka itulah yang terbaik. Walaupun rasanya tidak manis, tapi satu hal yang kamu harus ingat, jamu yang pahit bisa menyembuhkan penyakit. Kita sudah tidak muda lagi Fatim, banyak pelajaran dalam hidup yang sudah kita rasakan, semua itulah yang membuat kita bisa tetap berdiri tegak sampai di titik ini. Aku yakin kamu bisa,” ucap Arsi panjang lebar.


Ceklek!


“Fat ….”


\~\~\~\~\~

__ADS_1


Heeemm apakah yang akan terjad pada rumah tangga Fatim dan David, haduuuh aku kok jadi takut sendiri ya pemirsaah.


Yuukk like, komen, vote, hadiah dan subscribe ya pemirsaaahh. love sekebon untuk kalian semua. tengkyuuuhh.


__ADS_2