Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 36: Betty


__ADS_3

Flashback on


"Sayang, aku yakin kamu pasti belum makan siang kan, dan ini sudah jam berapa?" Betty yang selalu tidak mematuhi peraturan datang dengan tanpa mengetuk pintu. Dan sudah membawa rantang bekal di tangannya, aku sangat tau wanita kurang kerjaan yang satu ini pasti memiliki rencana jahat. 


"Biasakan mengetuk pintu, kau itu diajarkan sopan santun nggak sih oleh orang tuamu," sahut Rangga dengan wajah datar dan matanya kembali menatap monitor yang sedang menampilkan angka-angka. 


"Isshh kamu ini sayang, aku ini kan calon nyonya Rangga, dan ini ruangan pribadi kamu, jadi bebas dong aku keluar masuk keruangan pribadi suamiku, eh, calon suamiku." jawab Betty dengan bibir yang sengaja dibuat manyun agar terlihat bahwa dia sedang merajuk. Betty tidak mau menuruti permintaan Rangga yang sebenarnya itu adalah perintah dan peraturan yang dia buat di perusahaannya. 


"Udah deh jangan gini-gini terus, ayo sayang kita makan, aku dah laper nih. Ntar kalo maag aku kambuh gimana dong, Ini juga sebenarnya bukan lagi makan Siang tapi sudah makan sore.” Betty terus saja memaksakan kehendaknya demi bisa berlama-lama dan bermanja ria dengan orang yang dia gadang-gadang akan menjadi suaminya. 


Rangga sudah semakin risih dengan apa yang dilakukan oleh Betty. ‘Ini orang udah nggak punya rasa malu apa ya? Aku sudah menunjukkan sikap tidak ramah, tapi dia masih tetap saja kegatelan,’ rutuk rangga dalam hati. “Kamu saja yang makan duluan aku nggak lapar,” jawab Rangga dengan nada ketus dan selalu membuang pandangannya ke arah lain.


“Jangan ketus-ketus gitu dong sayang, tapi nggak pa-palah, yang penting bisa makan sama kamu sudah bikin aku lebih sehat dan terhindar dari penyakit," bujuk Betty dengan manja kepada Rangga. Betty tampak pantang menyerah, sedari dulu Gadis yang urat malunya sudah mulai putus satu persatu saat berhadapan dengan Rangga. Betty akan tampil sangat elegan dan berwibawa ketika sedang berhadapan dengan rekan bisnis atau musuh bisnisnya.  


Rangga yang sudah waspada dan hafal dengan tindak tanduk Betty, hingga sebelum terjadi sesuatu, pria itu berdiri dan duduk di sofa single dengan harapan tidak memberikan tempat untuk Betty duduk disebelahnya. 


Betty dengan cekatan menyiapkan makanan untuk mereka berdua, tidak kurang akal, wanita yang sengaja menggoda si duda tampan itu langsung duduk di sandaran tangan sofa yang sedang diduduki Rangga. 

__ADS_1


"Sayang aku suapi ya," ucapnya dengan genit, paha mulusnya sudah melambai-lambai menguji iman seorang hamba. Dan Rangga yang sedari tadi sudah menghindar jadi kesal dengan ulah sepupu jauhnya itu, akhirnya Rangga pun mengikuti keinginan Betty dengan makan di suapi. Sesekali Bettu mengusapkan tisu untuk membersihkan bibir Rangga, agar tubuhnya bisa berdekatan dengan pria tampan itu. 


Betty juga menyuapkan sendok yang berisikan nasi beserta lauk pauk itu kedalam mulutnya. Jadilah mereka tidak hanya sepiring berdua tapi juga sesendok berdua. Jika saja itu dilakukan oleh sepasang insan yang saling mencintai, maka akan terasa nikmat dan membuat hati bahagia. Tidak dengan Rangga yang sama sekali jauh dari rasa bahagia, tapi entah kenapa saat ini dia tidak bisa mengusir paksa wanita yang sudah menghancurkan siang menjelang sorenya.  


Setelah beberapa suap berlalu dengan mereka makan sepiring berdua, membuat Rangga ingin segera menyelesaikan makannya. Entah kenapa perasaan pria tampan yang selalu menjadi idaman banyak wanita itu, tidak enak, feelingnya mengatakan ada hal yang akan terjadi, tapi pria itu tidak bisa konsentrasi karena terus saja di ganggu oleh Betty. 


"Aku sudah kenyang," Rangga berdiri untuk menuju ke toilet yang ada di dalam ruangannya. Tapi Betty sungguh keterlaluan, wanita penggoda duda tampan itu ikut berdiri dan terlihat limbung. Saat hampir saja jatuh, tangan besar Rangga berhasil menangkap tubuh indah Betty.


‘Harus di giniin dulu deh kayaknya duda hot yang satu ini, gimana lagi caranya aku harus melumpuhkan dia,’ gumam Betty yang sudah melancarkan aksi dramanya.  


"Sayang aku pusing, perutku mual." Ucap Betty dengan tubuh terhuyung dan sengaja mencondongkan tubuh indah nya ke arah Rangga. Tubuh mereka saling menempel, karena Betty menggunakan high heels setinggi kurang lebih tujuh centi, membuat tubuhnya hampir setara dengan tinggi Rangga. Hal itu membuat pipinya sejajar dengan pipi Rangga. Tangan Rangga reflek menangkap pinggang ramping milik Betty, hal itu membuat mereka mengikis jarak satu sama lainnya. 


Braaaakkk! 


"PAPA!" Teriakan nyaring dari kedua anaknya, kedua bocah itu memanggil papanya dengan kencang dan melihat papa dan wanita yang di kenalnya sedang berpelukan. Rangga pun terkesiap dengan hal yang sama sekali tidak dia duga, mata pria itu pun menangkap keberadaan Ngarsinah, wanita yang dia dekati beberapa waktu belakangan ini. Semua terasa kacau dalam pikiran Rangga, salah paham ini akan sulit untuk di benahi, itulah yang ada di pikirannya. 


Flashback off.

__ADS_1


"Lepasin Betty, aku harus mengejar anakku dan juga Arsi, ini semua gara-gara kamu!" Bentak Rangga kasar. Pria itu sudah kehilangan kesabarannya, dengan hentakan kasar membuat tubuh Betty oleng dan kehilangan keseimbangan. Betty tersungkur, dan kali ini bukan acting Betty demi menarik simpati dari pria pujaannya. 


"Aauuu, sakit sayang! Sayaang tolongin aku …!" Teriakan gadis itu tidak lagi mendapatkan perhatian Rangga, kakinya melangkah cepat meraih pintu yang saat ini terasa jauh dari jangkauannya, kepalanya berdenyut dan pandangannya terasa kabur. 


Suara Betty masih terus menggema di ruangan itu hingga tubuh rangga hilang di balik pintu. 


"Aaaakkhhh! Awas kau wanita pengganggu, aku tidak akan membuatmu hidup tenang. Mana bisa seorang Betty dikalahkan oleh pengasuh bayi, biarlah anak kembar tak berguna itu ikut dengannya, asalkan papanya bisa mengikuti semua kehendak ku," Betty meraung seorang diri di ruangan Rangga. Hatinya membara dengan amarah yang tak kunjung redam 


Perlahan wanita itu bangkit, dan melepaskan sepatu dengan penyangga setinggi tujuh centi itu. Sepatu itu pun menjadi sasaran kemarahannya, benda mahal itu pun dilempar ke sembarang arah, kalimat makian tidak berhenti mengalir dari bibir merahnya.


Mengabsen semua keluarga kebun binatang adalah kebiasaan Betty ketika amarah menguasai hatinya, tapi berpura-pura lembut dan santun itu pun menjadi keahliannya. Betty siap menggelar peperangan dengan Ngarsinah yang berhasil mencuri perhatian si kembar, bukan soal si kembarnya tapi papa kedua bocah kecil yang paling dibenci oleh Betty ikut terjerat dalam kepolosan gadis kampung itu.  


"Mama bangun ma, jangan tinggalin kami,"


❤️❤️❤️


Waduuh kenapa itu? Apa yang di tangisi sama si kembar?🤔🤔

__ADS_1


Mana jempoolnya pemirsaah, komen, vote dan hadiah nya jangan lupa ya saayyy. Tengkyuuhh untuk semua temen-temen yang selalu minta dobel up, ❤️ selautan untuk kalian semua, tengkyuuuhh pemirsa ❤️🌹😘


__ADS_2