Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 114: Pengusiran Novi


__ADS_3

Novi mengamuk di rumah mewahnya hal ini membuat Jay ketakutan. Fatim yang melihat itu hanya diam dan tidak mau ikut campur dengan urusan Novi. Kini ibu dan anak itu berada di dalam kamar Fatim.


Di ruang tengah.


“Dasar perempuan Jal*ng! tidak tau diri! keluar kamu sekarang!” Teriakan Novi membuat para asisten rumah tangga ikut minggir menyelamatkan diri. 


Praang!


Praaang!


Byaaarr!


“Fatim jangan sembunyi kamu! aku seperti ini karena perbuatanmu perempuan iblis!” Teriak Novi kembali. Wajahnya memerah, matanya tajam menatap pintu kamar Fatim yang terbuat dari jati dan entah sudah berapa banyak barang yang dilemparkan ke pintu tak berdosa itu. 


“Novi Hentikan!” David ikut berteriak untuk menghentikan ulah Novi yang sudah membuat rumah seperti habis perang. Fatim yang mendengar suara David dari dalam kamarnya kini bisa bernafas lega. 


Di dalam kamar.


“Ma, kenapa mami Novi marah-marah dan bilangin mama iblis. Kan mama manusia?” Tanya Jay dengan wajah polosnya. Fatim tersenyum menenangkan dan mengusap lembut kepala putranya dengan lembut. 


“Mami sedang tidak enak hati nak, biarkan dulu saja. Tu … papa sudah datang, semua akan baik-baik aja. Kita disini dulu ya, apa kamu lapar nak?” Tanya Fatim lembut, wanita itu sempat mendengar suara merdu dari perut Jay. 


Dengan semangat Jay mengangguk dan tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi. Fatim kembali tersenyum, wanita itu menggeser kepala putranya yang sedang berada di pahanya. Ternyata Fatim menyimpan mie instan yang siap seduh, di kamarnya ada dispenser dan dengan cepat wanita itu menyeduh dua cup mie untuk mereka makan.

__ADS_1


Pemandangan yang unik, di dalam rumah mewah tapi mereka hidup seperti tawanan perang sementara di luar kamar sedang terjadi perang antara Novi dan David. 


“Batalkan perceraian kita sayang!” Teriak Novi. Kalimat yang keluar dari bibir Novi sontak membuat para asisten rumah tangga saling pandang dan langsng masing-masing orang menajamkan telinganya. 


“Tidak akan, kamu sudah bukan istriku lagi Nov. Tubuhmu sudah dinikmati oleh laki-laki lain!” Ucap David yang membuat telinga para penguping langsung panas. 


“Itu karena kesalahanmu David Van Houten, Kamu sudah tidak pernah menyentuhku lagi sejak ada wanita jal*ng itu dalam kehidupan kita!” teriak Novi dengan frustasi. David santai saja menanggapi apa yang diucapkan Novi. 


“Aku sudah mengatakan semua kebusukanmu yang sudah diketahui semuanya Nov. berhentilah membuat drama seperti ini, aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Dulu aku menceraikan Arsi dengan merampas hartanya karena hasutanmu, tapi kali ini aku akan membaginya dengan mu. Asal kau tau Novi sekarang aku banyak belajar dari mantan istriku yang berhati mulia itu, ketulusan dan keikhlasannya membuat aku jadi malu dengan diriku sendiri yang selama ini tidak punya malu. Kemasi barangmu dan pergilah dari rumah ini Nov,” Ucap David panjang lebar. 


Pria itu sudah malas untuk meladeni kegilaan Novi yang tidak ingin berpisah darinya. Novi ambruk di lantai, wanita itu tidak bisa lagi meminta David untuk membatalkan niatnya. Nasi sudah menjadi bubur, menyesal pun tidak ada gunanya. Satu-satunya tempat yang bisa dituju saat ini adalah Kaisar. 


David meminta para asisten rumah tangga untuk membereskan semua barang Novi dan dengan gontai wanita itu berjalan keluar dari rumah mewah yang selama ini menjadi identitasnya. Berbagai kalimat sumpah serah dia utarakan, penyesalan kinipun sudah tidak ada artinya lagi. Taksi online yang dipesan sudah datang dan membawa Novi menuju ke apartemen Kaisar. Membawa dua koper besar sendirian membuat Novi kelelahan, hanya kedua koper itu yang bisa dia bawa karena tidak mungkin dia bawa semua yang ada dikamarnya. 


Sesampai di kediaman Kaisar, Novi menangis sejadi-jadinya dan Kaisar Pun berusaha untuk menenangkannya. Mendengar semua yang Novi ceritakan membuat Kaisar mengusap wajahnya kasar. Pria itu sudah menyusun rencana, Apartemen itu hanya sewa dan dalam dua bulan lagi sewanya akan berakhir. Novi yang sudah jatuh miskin tidak akan bisa dia andalkan lagi, sebelum semuanya tenggelam dan karam kaisar sudah menyusun rencana untuk meninggalkan Novi dan mencari wanita kaya yang lainnya. 


Sudah 10 hari berlalu, kehidupan Fatim kembali tenang, wanita itu tetap dengan profesi lamanya yaitu mengelola kedai soto miliknya. Para asisten rumah tangga di rumah David sangat senang dengan nyonya barunya yang ramah dan pekerja keras. terkadang mereka bergantian untuk bekerja di warung soto milik Fatim, David sudah melarangnya berkali-kali untuk jualan tapi Fatim tetap tidak mau. Mempunyai penghasilan sendiri membuatnya memiliki harga diri, seperti itulah pemikiran Fatim. 


Soren ini Fatim janjian dengan Arsi dan Yuni untuk bertemu di kedai kue Why A. Sudah lama sekali rasanya mereka tidak berkumpul bersama. perut Arsi yang semakin besar membuat tubuhnya semakin cepat lelah, si kembar semakin paham dengan kondisi mamanya dan merasa tidak sabar menunggu kehadiran adik kembarnya. 


Pembicaraan ketiga wanita tangguh di ruang VIP kedai kue Why A. 


“Arsi itu perut udah gede banget ya, kapan nih launching nya?” Tanya Fatim yang meminta ijin untuk mengusap perut Arsi dan mendapatkan respon dari si kembar yang menendang dari dalam perut mamanya. 

__ADS_1


“kalo jadwalnya awal bulan depan Fat, kalian berdua wajib temenin aku ya,” Jawab Ngarsinah. 


“Siap!” Sahut Yuni dan Fatim bersamaan, dan kini derai tawa pun memenuhi ruangan itu. 


“Loh Yun, bukannya kamu mau nikah ya sama pak Bram? kok belum ada kabar-kabari sih? Tanya Fatim yang memandang secara bergantian kedua sahabat sekampungnya itu.


“Aku mau nunggu anak sultan lahir dulu Fat, ntar pas aku lagi seneng-seneng nih si nyonya malah lahiran. Repot kan?” Tanya Yuni yang melirik ke arah Ngarsinah dengan senyum jahilnya. 


“Yeee … jangan jadiin alasan ya! tapi aku seneng lo Yun kalian berdua mau ngalah demi kelahiran si kembar ….” Sahut Ngarsinah yang memang sangat bersyukur mendapatkan sahabat sebaik Yuni dan Bram.


“Fat, gimana hubungan kamu dengan Novi? gimana sih rasanya seatap dua cinta Fat?” Tanya Ngarsinah dengan mode kepo on. Yuni pun menganggukkan kepala tanda dirinya ingin tahu. 


Fatim yang sudah menebak pertanyaan ini akan diluncurkan dari kedua sahabatnya itu terdiam sejenak. Sebelum bercerita ibu anak satu itu menyeruput jusnya hingga setengah gelas. 


“Mas David menceraikan Novi ….” Ucap Fatim lirih. dan hal itu sontak membuat Yuni dan Arsi terkejut dan membulatkan kedua matanya. Mereka berdua selama ini memang tidak mendengar kabar apapun tentang Novi, setelah pernikahan Fatim dan David mereka berdua sibuk dengan urusannya mengurus kedai yang kini semakin besar. 


“Astaghfirullah, Kenapa? kok bisa?” Ucap Yuni dan Arsi bersahutan. Hal ini membuat Fatim terkekeh kecil melihat tingkah kedua sahabatnya. 


“Di Malam pertama pernikahanku dan mas David aku membuka semua bukti yang aku punya dan bukti itu memang jauh sebelum aku bertemu dengan mas David. Lalu mas David mencari bukti-bukti sendiri melalui orang kepercayaannya dan puncaknya sekitar sepuluh hari kemarin mas David menceraikan Novi.” Ucap Fatim dan dia pun menceritakan detailnya tanpa sedikitpun tersisa.


❤️❤️❤️


Nyesel emang datengnya belakangan Nopiii ... 😤

__ADS_1


Yuuukk like like like, komen, vote dan hadiah ya, janga lupa subscribe. tengkyuuuhh pemirsaaahh.


❤️❤️❤️😤😤🌹🌹🌹


__ADS_2